
Wajah Regan masih saja merona setelah tadi kepergok oleh mama mertua, malu tapi jika tidak begitu ya tidak tau. Makan siang pun jadi kaku karena Regan yang hanya diam membisu. Daddy Tio pun hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Regan yang absurd.
"Makan yang tenang Re! Sabar puasamu masih lama!" celetuk Daddy Tio yang tidak tahan ingin menggoda. Mendengar itu yang lainnya pun ikut mengulum senyum. Ada-ada saja memang kelakuan Regan sejak dulu. Harus benar-benar di tatar sebelum mempraktekkan agar tidak salah kaprah.
"Daddy!" Bukan Regan yang protes tapi Kaira yang juga ikut merasa malu. Perlahan Kaira berjalan mendekati kursi suaminya. Andra yang tadi sudah tertidur pulas Kaira tinggal sebentar karena ingin makan bersama. Regan yang tidak tau jika Kaira yang memilih menyusul di buat sedikit terkejut tapi dengan gesit segera membantu sang istri. Pria itu meraih nampan yang Kaira bawa untuk di letakkan di meja makan dan membantu istrinya untuk duduk dengan nyaman.
"Iya-iya.....Mas mu itu loe yang nggak berubah dari dulu. Ada aja....hhhmmmm....." sahut Daddy Tio yang mendapat wajah masam dari Kaira, tak lupa bibir nya yang mengerucut tanda protes tapi justru membuat Regan gemas melihatnya.
"Sayang bibirnya!" bisik Regan agar tidak terdengar oleh orang tua. Ada saja memang ujian saat dirinya dilarang berkunjung. Padahal sejak tadi Regan berusaha menahan sesuatu, terlebih setelah melahirkan Kaira makin menggoda dengan tubuh yang semakin berisi. Auto melek donk dan hanya dapat melihat, bahaya jika di sentuh. Seperti sedang melihat barang pecah belah di pameran.
"Mas....." Rengek Kaira dengan menyipitkan mata, baru sehari pulang dari rumah sakit sang suami terus membuat jantung tidak aman. Memancing sesuatu yang masih sangat ngilu. "Jangan bayangin yang tidak-tidak mas! Ingat puasa!" ucap Kaira tak kalah lirih.
__ADS_1
Melihat mereka yang saling berbisik membuat para orang tua hanya mampu menghela nafas panjang dengan menggelengkan kepala. Bahaya jika mereka di tinggal berdua. Mungkin sementara ada salah satu yang tetap tinggal untuk membantu dan mengawasi keduanya agar tidak terus berduaan. Sehingga syahwat Regan aman dan Kaira pun tetap terjaga sampai selesai.
"Sell, kamu mau tetap tinggal disini nggak sementara anak-anak kita masih belajar?" tanya Mamah Ceri.
Regan mengerti maksud Mamahnya, tapi tak ingin protes jika memang itu yang terbaik. Apa lagi dia melihat Kaira begitu antusias terlihat dari senyumnya yang sumringah.
Tentu saja Kaira senang jika Bundanya menginap, dia bisa banyak belajar dari Bunda. Bukan berarti Kaira sama sekali tidak mengerti cara mengurus bayi, hanya saja Kaira ingin benar-benar bisa karena untuk anak tidak boleh coba-coba.
"Aku bisa, tapi gimana dengan mas Dimas dulu." Bunda Sella segera menoleh ke arah sang suami yang setuju dengan menganggukkan kepala. "Tidak masalah, kasihan Kaira juga masih sangat butuh kamu. Dia belum sembuh betul."
"Makasih Ayah....." Seru Kaira dengan senang. Regan pun ikut tersenyum melihat sang istri begitu bahagia. Dia mengusap kepala Kaira yang berbalut hijab. Meski sudah menjadi Ibu, jika dekat dengan kedua orangtuanya Kaira masih begitu manja dan terlihat menggemaskan di mata Regan.
__ADS_1
"Tapi jika weekend Bunda pulang ya, jangan lupakan Ayah juga ingin quality time sama Bunda!" Ucap sang Ayah mengingat kan Kaira, takut-takut putrinya akan memberatkan Bundanya jika ingin pulang ke rumah saat weekend.
"Aish.....Tetap ya Kak, nggak mau rugi waktu berduaan nya bakal ke sita sama cucu!" goda Tio yang memang tau sepak terjang keduanya dari dulu. Yang akhirnya galau dan bertemu dengan istrinya di waktu yang tak terduga.
"Itu point' penting dalam rumah tangga, kayak kamu nggak aja. Tapi bahaya jika untuk Regan, karena lampu lalu lintas merah dan kuning menyala bersamaan."
Saat ini gantian Ayah Dimas yang menggoda membuat Regan menundukkan kepala dengan wajah merona. Habis-habisan Regan hari ini hanya karena metode yang salah. Mungkin setelah ini ia akan banyak berkonsultasi dengan Pakde Google agar tau cara yang tepat mengurus istri setelah melahirkan.
...****************...
Jangan lupa kasih likenya ya man teman... Coment pun aku tunggu, makasih semua🤗
__ADS_1
Dan bagi yang belum tau kisahnya Bunda Sella dengan Ayah Dimas bisa baca "Jangan Salahkan Suamimu Mencintaiku". Disana lah asal usul Kaira dan Regantara terbentuk.🤭🤭🤭