Jodohku Regantara

Jodohku Regantara
Bab 42


__ADS_3

Rasa syukur hingga air mata bahagia kembali menetes, jika tadi ia begitu menutupi. Kali ini Regan tidak bisa menutupi rasa bahagianya. Ini yang di nantikan sang istri, dan ini juga yang menjadi doa utama di setiap malam agar sang istri tidak lagi terlalu beban.


Ternyata Allah memberikan kado terindah di hari ulang tahun nya, kejutan yang benar-benar membuat jantung berdebar kencang dan tubuhnya lemas.


"Lalu bagaimana dengan kondisi keduanya Dok?"


"Kandungan Ibu Kaira masih lemah dan harus banyak istirahat. Maka saya sarankan jika beliau di rawat disini sampai kondisi kandungannya kembali kuat. Untuk istri anda sendiri sudah bisa di jenguk tapi nanti setelah di pindahkan di ruang rawat."


Regan menganggukkan kepala, kini ia menoleh ke arah sang Papah dan memeluk beliau. Baru kemarin ia mengadukan masalah rumah tangganya. Berkeluh kesah dengan sang Papah yang memang sejak dulu sangat dekat dengannya. Dan benar saja, kesabaran berbuah indah.


"Pah...Kaira hamil Pah...hiks....Aku akan punya anak."


"Selamat ya nak! Akhirnya kamu akan menjadi Ayah." Tio membalas pelukan Regan dengan menepuk pundak sang putra. Dia tau betul bagaimana perasaan Regan saat itu. Dan itu juga alasan Tio ingin mengadakan ulang tahun Regan di panti asuhan. Agar mereka bisa lebih bersyukur dan berharap Aamiin yang anak yatim lantunkan bisa di dengar oleh Allah. Sehingga doa Regan dan Kaira yang selama ini selalu mereka ucapkan dapat terkabul. Namun ternyata Allah telah mengabulkan doa mereka tanpa mereka sadari hingga keduanya hampir lalai menjaga titipan yang sangat di nantikan.


Regan melangkah masuk kedalam ruangan Kaira, senyuman menyambutnya dengan hangat hingga Regan tak tahan dan segera berlari memeluk Kaira.


"Aku hamil Mas....." Seketika panggilan untuk Regan benar-benar berubah. Setelah sekian lama lidahnya begitu kaku jika memanggil Regan dengan sebutan Mas. Tapi setelah kabar kehamilan itu dia dengar, semua seakan begitu mudah terlontar.


"Selamat sayang....Akhirnya doa kita di kabulkan. Kamu akan menjadi Ibu!" Regan merenggangkan pelukannya dan mengecup kening Kaira. Melihat wajah Kaira yang begitu bahagia meski air mata menemani senyumannya namun Regan lega karena itu bukan air mata kesedihan seperti sebelumnya.

__ADS_1


"Sayang..."


"Bunda...Mamah...." Kaira merentangkan kedua tangannya dan Regan segera memberi ruang untuk Bunda dan Mamahnya yang ingin memberi selamat pada sang istri.


"Selamat sayang....." Ucap keduanya dengan saling berpelukan. Sedangkan yang lainnya nampak tersenyum melihat Regan yang hampir terjatuh karena gerakan kedua calon nenek yang begitu gesit hingga ia terdorong ke belakang.


"Di jaga ya nak....Semoga kalian sehat terus!"


"Aamiin....makasih Mah," jawab Kaira dengan menyurut air mata. Kemudian menatap sang Bunda yang melihatnya dengan binar bahagia.


"Bunda aku akan seperti Bunda dan Kak Naira."


Kaira tertawa melihat wajah bahagia bercampur kesal sang Bunda. Jika ia tau sejak awal, pasti dia tidak akan ceroboh seperti tadi. Tapi apapun jalannya, ia bersyukur kandungannya selamat.


Semua memberikan selamat pada Kaira, termasuk Naira dan kedua adik iparnya. Rayya dan Retha pun begitu antusias dan tidak sabar menunggu keponakan pertama mereka lahir.


"Selamat ya Kai, akhirnya Nana dan Nunu punya teman baru. Pasti mereka sangat senang sekali."


"Makasih ya Kak, eh tapi mereka mana kak?" tanya Kaira yang tidak melihat kedua keponakannya. Padahal tadi sebelum kejadian ia tengah bermain di taman bersama Nana dan Nunu.

__ADS_1


"Di luar sama mas Wawan, tadi setelah melihat kamu kesakitan mereka berdua agak sedikit rewel. Mungkin takut kalo sampai kamu kenapa-kenapa."


"Lagian Kak Kai ngapain naik perosotan, untung ponakan kita sehat walafiat. Aduuuuhhh.....pokoknya Kak Kai harus jaga ponakan kita dengan hati-hati biar nanti kalo udah lahir bisa kita dandanin! Ya nggak Ret?"


Retha mengacungkan kedua ibu jarinya dengan tersenyum bahagia. Keduanya begitu semangat menanti kehadiran keponakan mereka. Rayya dan Retha juga yakin sekali jika ponakan mereka itu perempuan. Dan bisa mereka rias menjadi boneka lucu nantinya.


...****************...


"Mas...Maaf, gagal ya acaranya..." Ucap Kaira yang kini hanya berdua dengan Regan. Setelah tadi Regan meminta semua untuk pulang dan beristirahat karena hari sudah malam. Dia memutuskan untuk menjaga Kaira sendiri dan besok pagi baru Bunda yang menggantikan saat Regan harus berangkat ke kantor.


"Nggak ada yang gagal, ini melebihi dari kejutan yang kalian persiapkan." Regan mengecup jemari tangan Kaira dan mengusap kening sang istri dengan lembut. "Kamu bahagia sayang?"


"Sangat...Aku bersyukur Mas. Dan maafkan aku dengan kejadian tempo hari. Aku kurang sabar menghadapi keadaan hingga kamu yang menjadi korban. Bahkan mungkin saat itu anak kita sudah ada tapi aku yang tidak peka. Jika sampai kamu benar-benar mengabulkan permintaanku mungkin saat ini kita sudah tidak lagi....."


"Ssstttt......." Regan menutup bibir Kaira dengan jari telunjuknya. "Itu tidak akan pernah terjadi, sampai kapanpun aku tidak kan melepaskanmu! Meskipun kamu meminta dengan usaha yang keras."


Kaira sangat bersyukur memiliki suami yang sangat mencintainya. Jika bukan Regantara tidak mungkin dia akan di cintai sedalam ini.


"Ya sudah sekarang kamu istirahat ya, kamu nggak boleh capek-capek. Harus banyak istirahat biar cepat pulih dan pulang ke rumah!"

__ADS_1


Malam ini Kaira tertidur dengan berbantal lengan Regan, ia tak memperbolehkan Regan tidur di sofa. Dan entah mengapa aroma tubuh Regan begitu menenangkan hingga Kaira terlelap dengan nyenyak.


__ADS_2