Jodohku Regantara

Jodohku Regantara
Bab 51


__ADS_3

Hari ini Kaira sudah di perbolehkan untuk pulang, tak ketinggalan sang suami selalu mendampingi dan membereskan semua urusan rumah sakit. Bunda Sella dan Mamah Ceri pun ikut mengantar Kaira sampai di rumah. Sebagai Ibu baru dia jelas membutuhkan bantuan orang tua. Khusus nya Bunda, karena masih butuh banyak belajar mengurus anak dan belajar merawatnya.


Terlebih ASI Kaira masih belum begitu deras yang menyebabkan putranya kadang kebablasan rewel. Regan membawa barang-barang sedangkan Mamah Ceri menggendong cucunya untuk turun dari mobil dan Kaira di bantu Bunda karena masih cukup ngilu untuk berjalan berhubung dapat jahitan yang lumayan.


"Biar Regan bantu Kaira nya Bunda," ucap Regan setelah tadi masuk ke dalam rumah dan meletakkan barang-barang itu ke dalam kamar.


"Iya, hati-hati Re!" sahut Bunda yang kemudian memilih untuk ke dapur menyiapkan makan siang, khususnya membuat sayur katuk agar ASI Kaira dapat keluar dengan lancar.


"Iya Bunda." Regan merangkul Kaira dan perlahan membawa istrinya menuju kamar. Membiarkan Kaira beristirahat sejenak dan bersih-bersih terlebih dahulu baru nanti menyusui sang buah hati yang mereka beri nama Kalandra.


Setelah memastikan Kaira leyeh-leyeh di ranjang dengan nyaman. Regan segera turun untuk memastikan para orang tua tidak bingung jika membutuhkan apapun. Dan membiarkan Kaira nyantai di kamar. Sungguh hadirnya anggota baru begitu membuat bahagia dan berbeda.


Suara tangisan Kalandra membuat Regan segera mendekati setelah tadi sempat membuat kan kopi Daddy dan Ayah Dimas. Sepertinya sudah waktunya Kalandra di beri ASI tapi Kaira belum mengisi amunisi. Karena masakan yang belum matang dan Regan tidak enak jika memburu-buru Bunda Sella.


"Kenapa Kalandra Mah?"


"Sepertinya haus Re, ini juga popoknya sudah penuh. Mamah ganti dulu, tolong ambilkan kain basah ya Re! Tapi airnya hangat biar nggak kedinginan nanti." Mamah Ceri segera mengeksekusi, siap mengganti popok serta baju Kalandra yang kebetulan juga basah. Sekalian nanti mengajarkan Regan agar bisa membantu Kaira merawat putranya.

__ADS_1


"Siap Mah!"


Segera Regan mengambilkan segala keperluan yang akan di gunakan membersihkan Kalandra. Dan kembali dengan begitu antusias. Sang Mamah mengajarkan putranya dengan sabar. Itung-itung kalo malem Regan bisa bantu dan nggak perlu membangunkan Kaira jika Kalandra terbangun karena popok yang penuh.


"Nah rapi kan? Di bedong selama paling tidak dua mingguan ya Re, biar cakep nanti Andra nya."


"Iya Mah, ya sudah Regan bawa Kalandra ke atas dulu biar di beri ASI oleh Kaira." Dengan hati-hati Regan mengambil alih Kalandra.


"Iya nak, bilang sama Kaira agak di tekan terus putar ya dadanya sebelum memberikan ASI pada Kalandra. Agar nanti ASI tidak menggumpal," ucap Mamah Ceri dan di angguki oleh Regan dengan mencoba mengingatnya agar tidak lupa.


Regan membawa Kalandra dengan mendekap erat, lalu masuk kamar bertepatan dengan Kaira yang sudah berganti pakaian rumahan dan tentunya setelah bersih-bersih.


"Eh iya kata Mamah suruh tekan kemudian putar dulu sayang, biar ASI-nya tidak menggumpal."


Kaira mengernyit heran, dia tidak paham apa yang di maksudkan oleh suaminya. "Gimana Mas? tekan lalu putar. Apanya yang di tekan dan di putar Mas?"


"Dada kamu sayang...."

__ADS_1


"Da...da? Aku nggak ngerti Mas."


Fokus Regan tetiba ke dada Kaira yang lebih besar dari biasanya, membuat ia menahan nafas membayangkan sesuatu yang belum waktunya. Ujian apa ini begitu menyiksa di tengah hari buta. Jika begini bukan hanya Kalandra yang haus tapi dia pun ingin minum banyak-banyak.


Tangan Regan perlahan mendekati dada Kaira, mungkin ia yang akan mengeksekusi lebih dulu meski dirinya pun tidak paham betul. Rasanya tangan Regan sudah berkeringat karena ini suatu tempat favorit yang selalu di singgahi namun harus absen dan mengalah demi Kalandra.


"Mas memang begini? Kok aku rasanya beda ya mas?" tanya Kaira yang mendadak panas dingin sendiri saat tangan Regan menekan dan memutar seperti malam-malam sebelumya.


"Mau bagaimana lagi kalo bukan seperti ini sayang? Kan suruh di putar mungkin biar lancar Kalandra minumnya sayang. Jadi seperti dot gitu yank!" Regan benar-benar sok tau dan berusaha menahan sesuatu.


"Ikh Mas tapi aku mana tahan kalo setiap mau menyusui Kalandra harus seperti ini?" bagaimana tidak jika yang di putar saja membuat tubuh Kaira meremang.


Tanpa mereka sadar Bunda Sella datang dengan membawa nampan yang berisikan nasi dan sayur untuk Kaira makan. Bunda menganga melihat kedua tangan Regan justru dengan nakal beraksi. Membuat Bunda dengan cepat mendekat dengan menatap keduanya dengan gemas.


"Eh....Kalian ini ngapain? Bukannya tadi Kalandra mau ASI? Kenapa jadi Regan yang main-main? Kamu juga nak, jangan malah keenakan di.....Aduh pusing sendiri Bunda lihatnya."


Mendengar suara Bunda Sella dengan wajah Bunda yang malu, sewot, dan juga geregetan dengan mereka berdua membuat Regan segera melepaskan benda kecil itu. Sedangkan Kaira sudah menunduk malu dengan sedikit menimang Kalandra agar tidak rewel.

__ADS_1


"Kata Mamah suruh di tekan dan putar Bunda sebelum di berikan pada Kalandra." Ucap Regan menjelaskan.


"Bukan begitu Re, jika seperti itu bukan hanya Kalandra yang rewel tapi kamu juga bakal rewel!"


__ADS_2