
Regantara berbalik dan menatap wajah cantik yang kini merengut kesal. Ada letupan bahagia saat ia tau sang istri sedang cemburu padanya. Ini kali pertama Kaira membuatnya tak henti menggoda. Bahkan tidak takut jika wanita itu merajuk berkepanjangan.
"Yakin?"
"Hhmmm.....Kamu mau aku pakai yang belahannya sampai mana? satu kancing? dua kancing? atau tiga kancing?" Kaira yang kesal semakin menantang Regan yang kini menatap dengan wajah meremehkan.
"Jika semua bagaimana? tapi sepertinya tetap berbeda, tidak ada belahan di sini!" Regan menunjuk bagian paha Kaira membuat istrinya melotot tak percaya. Berarti selama ini Regan tergoda dengan belahan rok sekretarisnya. "Benar-benar tidak bisa di biarkan!"
"Bahkan tanpa belahan pun aku berani! Dasar pria, sejak tahun om Dino sampe om buaya, pria tidak bisa melihat wanita sexy sedikit saja. Mau yang dandanan kayak ustad sampe yang dandanan anak pank tetap saja tak bisa menahan godaan!"
Entah keberanian dari mana, Kaira kini membuka hijabnya. Bahkan dengan cepat membuka celana panjang dan hanya tersisa pakaian tunik sepanjang lutut. Regan pun dengan gerakan cepat mengunci pintu ruangannya. Tindakan sang istri membuatnya tiba-tiba adem panas tak karuan.
"Mau belahan sebatas apa hah?" tanya Kaira dengan mengangkat satu kakinya ke meja sofa dan menggerai rambut panjang hingga menjuntai indah. Dan jangan lupakan kancing baju yang sudah terbuka tiga kancing dari atas. Benar-benar membuat Regan ternganga melihat aksinya.
"Sayang...."
"Cepat katakan? Bagian mana yang kurang sexy, hhmm? Biar aku beri agar mata mu hanya tertuju pada istri bukan jelalatan dengan wanita manapun!" oceh Kaira namun tak di dengar sepenuhnya oleh Regan. Pria itu kini tampak fokus dengan penampilan istrinya yang berubah seratus delapan puluh derajat. Sampai ia bertanya-tanya di dalam hati. Benarkah ini Kaira, istrinya yang pemalu?
"Bibir mu ...."
"Bibirku? oke, nampaknya aku melupakan riasan super tebal itu, tunggu sebentar! setelah ini aku akan menjelma menjadi biduan bukan ondel-ondel macam dia!" celetuk Kaira, ingin rasanya Regan tertawa namun melihat bibir kaira yang begitu ingin ia singgahi membuatnya gagal fokus. Kaira yang banyak bicara membuat Regan gemas, bibirnya bergerak bebas semaunya sangat berbeda dengan Kaira yang sebelumya nampak kalem.
Tapi Regan kembali di buat tercengang melihat bibir itu berubah menjadi buah ceri yang merah merona. Bahkan kini mengkilat begitu menggiurkan. Ini buah ceri di kue black forest bukan kue abal-abal. "Pasti manis!"
__ADS_1
Senyum Regan terukir dan langkahnya mulai mendekat, namun Kaira tiba-tiba menghindar dan menghentikan pergerakannya.
"Mau apa Re? Aku belum selesai merias diriku!"
"Tidak perlu sayang, kamu sudah mengalahkan bidadari surga, bahkan biduan papan atas saja kalah dengan kamu yang sangat menggoda. Tanpa bergoyang dan berlenggak lenggok pun sudah buat aku tidak tahan!" Regan segera meraih tubuh Kaira dan memeluk pinggul sang istri. Rapat dan dekat, posisi keduanya saat ini.
Kaira yang tadi begitu berani kini nyalinya nampak ciut, tatapan sang suami membuat Kaira sadar akan situasinya yang kini sangat tidak aman. Kaira baru sadar, jika ia sedang membangunkan macan tidur di tengah hari. Bisa mengaung dan habis ia di cabik-cabik sampai biru sana sini.
"Re..."
"Kamu cantik, pintar, dan centil. Mulai hari ini kamu akan menjadi sekretarisku, sekretaris plus-plus. Tugasmu duduk diam di sofa sambil menunggu aku bekerja dan menunggu aku mengerjaimu kapanpun aku mau!" bisik Regan membuat Kaira bergidik ngeri. Jika sudah begini ia tidak bisa melarikan diri.
"Sekretaris plus-plus? Apa selama ini...." Otak Kaira bekerja dengan cepat, mencerna setiap kata-kata sang suami yang membuatnya tiba-tiba meradang. "Tidak bisa di biarkan! Pak Su nampaknya kurang belaian ya? Awas kamu Re, main belakang akan aku cincang beo mu itu!" kesal Kaira tapi gerakannya membuat Regan kewalahan. Kini bukan lagi Regan yang menyerang, namun Kaira yang dengan cepat membalikkan keadaan hingga Regan terjengkang di atas sofa dengan sangat kencang.
"Aku tidak peduli, bahkan bukan hanya pinggang kamu yang encok! aku akan membuat beomu itu patah tulang dan tidak akan berniat main belakang!"
Ragan tak menyangka Kaira salah sangka, kini ucapannya justru membuat sang istri begitu liar. Sungguh di luar ekspektasi Regan, dia terpanah melihat aksi sang istri yang kini sudah membuang semua pakaiannya tanpa sisa.
"Sayang, kamu ingin....Akkhhh..... Bismillah dulu sayang biar jadi berkah!" lirih Regan di sela rasa yang tak biasa. Setelah menikah tiga tahun lebih, baru kali ini Regan merasakan istrinya berinisiatif memulai dan menguasainya. Hingga tak banyak gerakan dari Regan dan benar-benar menikmati apa yang di suguhkan.
"Oh iya lupa, Bismillahirrahmanirrahim....."
Ruangan yang rapi dan kini terlihat begitu berantakan sekali. Keduanya tampak menikmati makan siang dengan menu yang berbeda dari biasanya. Peluh dan suara manja menyertai, beruntung ruangan kedap suara. Dan kini Regan telah membawa sang istri ke dalam kamar pribadi nya di ruangan itu. Kamar yang tidak terlalu besar namun kini menjadi tempat menuai benih unggul dari seorang Regantara.
__ADS_1
"Makasih sayang, kamu luar biasa. Kapan bisa seperti ini lagi?" baru dapat jatah yang tak di duga sudah menanyakan kapan lagi, benar-benar ketagihan atau memang celamitan.
"Re!" sepertinya Kaira sudah sadar akan aksinya. Kini wanita itu kembali malu-malu dan menarik selimut menutupi wajahnya yang nampak bersemu.
Sadar akan istrinya yang sudah kembali ke sedia kala membuat Regan kembali ingin menggoda.
"Kenapa sayang? sudah selesai tugasnya? besok lagi ya, kerja yang benar dan jangan lupakan yang plus-plus!" bisik Regan kemudian menggigit telinga Kaira dengan gemas.
"Plus-plus nya cukup denganku Re! Jika tidak akan aku rantai Beo mu itu biar tidak bisa beraksi lagi!" Kaira mendadak kembali sewot, kata plus-plus membuat Kaira berpikir negatif dan ngeri sendiri. Baru kemarin meminta cerai tapi baru seperti ini saja Kaira sudah begitu posesif.
"Iya sayang, apa kamu meragukan aku?" tanya Regan mendadak serius, wajahnya menatap lekat sang istri yang sedang di uji dengan pikirannya sendiri.
"Tentu, karena sejatinya pria itu predator darat!" ketus Kaira dengan menunjukkan wajahnya.
"Tapi aku tidak akan melakukan itu tanpa cinta! Dan sarang beo ku begitu indah bak istana coklat, manis dan legit!" goda Regan membuat sang istri kembali menarik selimut, namun dengan sekali hentakkan Regan telah mengangkat tubuh Kaira menuju kamar mandi.
"Re!" dengan cepat Kaira mengalungkan kedua tangannya di leher Regan dengan menelusup wajahnya di dada bidang suaminya.
"Kita bersih-bersih karena aku sudah lapar setelah kamu bantai!"
...****************...
Man teman jangan lupa meninggalkan jejak dan jangan lupa follow Ig aku weni0192
__ADS_1