
Bersyukur Kaira di dampingi Bunda Sella, kini ia jadi mahir dengan perannya sebagai ibu. Dan menikmati masa-masa yang sangat ia harapkan. Meski sudah tak lagi mengajar, kelak akan tetap menjadi guru untuk putra putrinya karena Ibu madrasahtul umma.
Selama hampir sebulan Bunda bergantian dengan Mamah Ceri selalu datang menyambangi rumahnya. Regan pun tampak sudah kembali sibuk karena cukup tenang melihat istrinya sudah ada yang membantu dan menemaninya di rumah.
Meski setiap malam harus tersiksa dengan puasa yang tak kunjung berbuka. Tapi dengan dia menyibukkan diri membuat dirinya sedikit lupa hingga kadang kelelahan. Lalu tak lagi merusuh dengan Kaira yang memang menjaga betul jarak saat berdua di kamar.
Rasanya Kaira tidak sanggup membayangkan akan malam itu tiba. Membayangkan jahitan menusuk dagingnya saja membuatnya nyaris meringis. Bagaimana harus mengulang kembali malam pertama dengan beda versi. Sungguh membuat nyali Kaira menciut.
Bunda pun telah berpesan, jangan melupakan alat kontrasepsi karena Kalandra masih butuh banyak perhatian. Agar tidak terlalu ribet nantinya dan Kaira bisa menjaga badan agar kembali sehat dan segar seperti dulu. Karena sebagai istri penampilan perlu di jaga meski sudah memiliki banyak anak.
"Makannya di jaga Kai! Jangan mentang-mentang sudah punya anak kamu melupakan body goalmu. Hati-hati saat ini lagi musim pelakor, jangan aja mas mu yang tampan itu kecantol!"
"Bunda!" Kaira yang sedang makan jadi mendadak tak berselera, padahal Kalandra sangat kuat minum ASI nya.
__ADS_1
"Bunda mengingatkan saja, lihat badan Bunda. Apa kah banyak berubah meskipun sudah menggendong cucu?"
Kaira menoleh ke arah Bunda yang berdiri di sampingnya dengan berpose layaknya model. Memang benar, meski sudah tua tapi Bunda masih merawat penampilan. Maka jangan heran Ayah masih bucin sampai sekarang.
"Tapi aku butuh asupan agar Kalandra tidak kekurangan ASI."
"Kai, Bunda kan masakin kamu sayur banyak bukan terus kamu imbangi dengan nasi yang banyak juga. Ada buah, ada vitamin juga yang menunjang ASI kamu. Lihat saja tempat ASI nya saja membuat Regan gerah tiap malam. Bahkan sampai di kulkas stoknya masih banyak, jadi tidak ada alasan seperti itu! Apa kamu mau jika Regan_"
"Bunda!" Rengek Kaira menghentikan ucapan Bundanya, dia segera menghabiskan makannya yang masih setengah. Dan mungkin mulai besok akan mengatur pola makan agar tidak kebablasan.
Padahal sang suami sedang serius bekerja dan selalu cuek dengan wanita manapun termasuk karyawannya. Tapi tetap saja tidak menjadi jaminan bagi Kaira yang memiliki tingkat kecemburuan yang tinggi. Terlebih setelah memiliki anak Kaira menjadi semakin bucin. Meski jika sudah di ranjang Kaira selalu memberi batasan agar Regan kuat menahan.
"Makanya, ikuti saran Bunda!" Bunda mengedipkan sebelah matanya kemudian menengok Kalandra yang sedang tertidur di karpet tebal di ruang keluarga.
__ADS_1
Kaira menghembuskan nafas perlahan, dia melirik cemilan yang ia beli di toko online semenjak menyusui. Faktor sering lapar membuatnya suka nyemil, alhasil order dari pada harus meminta di belikan suaminya yang sangat sibuk bekerja.
Dengan perlahan tangan Kaira merambat menuju cemilan yang berupa biskuit. Hampir sebulan ia begitu suka semua makanan dengan bahan dasar tepung. Meski kandungannya terjamin, tapi tetap saja itu tepung. Jika makan berlebihan auto terjadi perubahan pada tubuh Kaira.
"Aku makan satu sebelum aku meninggalkanmu...." Lirih Kaira, ia segera memakan dengan mengunyah perlahan.
Matanya terpejam merasakan kelembutan tekstur biskuit tersebut dengan rasa yang menyatu di lidah. Tapi sayang mungkin ini menjadi hari terakhir demi suami tercinta. Meski Regan tak banyak meminta tapi saran Bunda harus di lakukan.
"Kai! Sudah.....Jangan kelamaan di meja makan!" seru Bunda dari ruang tengah membuat Kaira menarik kembali tangannya yang mulai nakal kembali ingin mengambil cemilan itu. Kaira membuka mata dan hampir saja tubuhnya melonjak, karena memang suara Bunda begitu lantang terdengar.
"I...Iya Bunda..."
Kaira membereskan piring kotor serta cemilan yang masih setengah. Kaira terpaksa melenyapkan dari pada terus di simpan dan semua makanan melambaikan tangan ingin di makan. Lebih baik ia buang agar tak membuatnya tergoda.
__ADS_1
"Bye kamu....Maaf ya Allah terpaksa Kaira harus membuangnya," ucap Kaira lirih.
Kaira membuang semua cemilan termasuk di kulkas dan segera meraih apel di meja makan untuk menghentikan rasa ingin terus mengunyah. Lalu segera menghampiri Bunda sebelum teriakannya kembali terdengar dan membangunkan Kalandra.