Jodohku Regantara

Jodohku Regantara
Bab 40


__ADS_3

"Kakak ipar......" seru kedua adik iparnya yakni Rayya dan Retha.


"Hay wa'allaikumsalam..."


"Assalamualaikum Kaka ipar maaf lupa hehehe," ucap Rayya kemudian mendekati Kaira dan mereka masuk ke dalam rumah bersama. Mereka memilih untuk duduk di halaman belakang sambil santai dengan membawa minuman kaleng dan beberapa makanan ringan.


"Kenapa nggak kasih kabar kalo mau kesini? Tau gitu aku belanja dulu tadi pagi. Makanannya tinggal ini saja, pasti tidak cukup untuk kalian." Makanan di kulkas hanya tinggal tersisa tiga bungkus sedangkan kedua adik iparnya jika datang pasti menguras habis makanan di kulkas.


"Tidak perlu repot-repot kakak ipar, kita kesini itu karena ingin mengajak Kak Kaira menyiapkan sesuatu untuk kak Regan," jawab Retha sambil mengunyah Chiki.


"Sesuatu? Maksudnya?"


"Apa kakak lupa jika hari ini hari ulang tahun suamimu kak?" sahut Rayya dengan santai.


Kaira menepuk jidatnya, terlalu banyak drama rumah tangga membuatnya lupa akan hari ulang tahun sang suami. Padahal sebelumnya Kaira selalu ingat tapi tahun ini ia hampir melupakan jika kedua adik iparnya tidak mengingatkan.


"Lalu apa yang akan kalian persiapkan? Daddy dan Mamah Ceri tau dengan rencana kalian?"


"Tentu donk Kak, sekarang Papah dan Mamah sedang menuju lokasi. Niatnya kita akan mengadakan pesta syukuran di salah satu panti asuhan Kak, karena Abang tidak suka kan jika di rayakan dengan berlebihan. Nanti sore tinggal kita kabari Abang untuk datang ke salah satu panti, tanpa harus memberitahu lebih dulu."

__ADS_1


"Oh oke....Bagaimana kalian saja, aku ngikut!"


"Siip kalo gitu!" jawab Rayya dan Retha.


Sore harinya Kaira telah berdandan Rapi dengan gamis merah muda yang pernah Regan belikan untuknya. Sedikit memoles wajahnya dengan riasan sederhana membuat wajahnya semakin cantik dan segar.


Kaira datang ke panti asuhan dengan kedua adik iparnya dan di sana telah datang Daddy, Mamah serta kedua orangtuanya. Dan tak lupa Kaira pun meminta Kak Naira dan kedua bocil juga ikut hadir.


Acara ini hanya acara syukuran biasa namun karena di adakan di panti asuhan yang begitu banyak anak-anak membuat hati Kaira sedikit tersentuh. Apa lagi melihat mereka tak memiliki orang tua dengan jalan hidup mereka yang berbeda-beda.


Kaira mengusap perutnya, ia meminta suatu saat hidupnya juga kan di kelilingi anak-anak yang Sholeh dan bisa memberikan keturunan untuk suaminya.


"Nana....Nunu.... aunty kangen kalian." Kaira berseru saat melihat kedua ponakannya datang dengan pakaian yang lucu. Kaira memeluk keduanya dengan sayang, bahkan saking girangnya saat yang lain sibuk mempersiapkan acara. Kaira justru mengajak kedua ponakannya main ayunan dan perosotan di taman belakang.


"Siap Kak! Ayo sayang aunty ayun, pelan-pelan saja ya!" Kaira mengayunkan dengan perlahan namun keduanya sudah sangat bahagia. Kaira tertawa lepas melihat wajah kedua ponakannya yang begitu lucu menggemaskan.


"Aaaakkkkk kalian suka ya di ayun seperti ini. Sekarang giliran aunty!" Kaira meminta Nana dan Nunu untuk diam di bangku taman sedangkan Kaira dengan antusias menaiki tangga perosotan. Dia ingin menunjukkan pada kedua ponakannya agar bisa ikutan main seperti dirinya.


"Nana....Nunu......Lihat aunty!" Kaira melambaikan tangannya saat ingin terjun menuruni perosotan. Dengan girang kedua ponakannya bersorak dan bertepuk tangan. "Hitung ya ...Satu....Dua... Tiga....Aaaakkkkkkk......"

__ADS_1


Brug


"Auwh......"


"Kaira!"


"Sayang!"


"Hiks....Sakit Re...." Keluh Kaira dengan memegang perutnya yang begitu sakit. Bahkan Regan panik saat melihat ada darah segar mengalir dari dalam tubuh Kaira. Regan yang baru sekali datang segera ke taman belakang mencari sang istri, tapi begitu terkejutnya dia melihat sang istri terjun dari atas perosotan dan turun dengan posisi terjungkal dan menahan tubuhnya dengan kedua tangan.


"Kita kerumah sakit sekarang!"


Acara yang sudah di persiapkan terpaksa terhenti sebelum di mulai. Semua tampak panik melihat Kaira yang di angkat dengan darah menetes di lantai.


"Kaira kenapa Re?" tanya Bunda Sella yang begitu terkejut melihat anaknya sudah pucat dengan keadaan tak sadarkan diri. Regan tak menjawab, ia tak menghiraukan apapun. Fokusnya saat ini adalah bagaimana caranya ia cepat sampai di rumah sakit.


"Bunda sebaiknya kita ikuti Regan, dia akan membawa Kaira ke rumah sakit sekarang!" Sahut Naira yang kini begitu panik dengan menuntun kedua anakanya.


Semua keluarga segera berlarian masuk ke dalam mobil dan mengejar mobil yang di tumpangi oleh Regan. Mereka tak tau apa yang terjadi karena Naira yang menjadi saksi mata saat itu sudah masuk ke dalam mobil suaminya. Dan mengikuti mereka dari belakang.

__ADS_1


Regan melajukan mobilnya dengan begitu cepat, dia bahkan tidak mematuhi peraturan lalu lintas. Jantungnya bergemuruh dengan hati tak karuan. Hari ini semua keluarga membuat kejutan dan kejutan itu sangat berhasil baginya. Bahkan hampir membuat jantungnya berhenti berdetak.


"Kamu kuat sayang....Ya Allah lindungi istriku....Apapun yang terjadi selamatkan lah dia...." Ucap Regan tanpa mampu menahan air matanya.


__ADS_2