Jodohku Regantara

Jodohku Regantara
Bab 61


__ADS_3

Pagi harinya Mbak Yatni datang bersama suaminya Mas Yanto. Keduanya begitu ramah, datang pun dengan membawa kantong kresek berisikan macam-macam umbi-umbian.


"Mbak Yatni ngapain repot-repot bebawaan segala?" Kaira menerima kantong kresek itu dengan senyum khasnya.


"Tidak apa-apa Bu, mungkin Ibu suka, nanti saya olah menjadi keripik atau kue."


"Iya Mbak, makasih banyak ya Mbak, ayo duduk dulu mbak!" Kaira mengajak Mbak Yanti untuk berkumpul bersama Regan dan Mas Yanto.


Regan sudah sepakat untuk menerima keduanya bekerja di rumahnya. Keduanya pun sepakat akan itu, Mas Yanto begitu senang dan mengucapakan terimakasih dengan membungkukkan tubuhnya.


"Makasih Pak, terimakasih telah menerima saya dan juga istri bekerja di sini. Kami akan bekerja sebaik mungkin Pak, jika ada yang kurang berkenan dengan pekerjaan kami, jangan sungkan tegur kami Pak!" ucap Mas Yanto.


"Iya Mas, yang penting saling terbuka saja. Kalo ada apa-apa yang tidak mengerti, Mas dan Mbaknya bisa tanya dengan saya atau istri. Dan satu hal yang wajib dalam pekerjaan kalian. Tolong bantu saya menjaga istri saya!"


"Mas!" tegur Kaira karena dia menganggap Regan berlebihan.


"Nggak apa-apa Bu, kami tidak keberatan dan paham maksud dari Bapak," sahut Mbak Yatni dengan tersenyum ramah pada Kaira.


Setelah mengobrol sebentar, Regan segera berangkat kerja seperti biasanya. Dia cukup tenang karena di rumah sudah ada yang bekerja dan membantu sang istri. Sehingga tidak terlalu kepikiran dengan sang istri yang harus momong dan mengurus rumah sendiri.


Hari-hari Kaira lalui dengan senang hati, sudah beberapa Minggu ini Mbak Yatni selalu membantu Kaira mengurus Kalandra. Mbak Yatni dan Mas Yanto pun begitu rajin hingga rumah Kaira selalu bersih dan rapi.


Sore harinya, Kaira selalu terlihat rapi dan cantik menyambut kepulangan suaminya dari kantor. Sebab pekerjaannya sekarang sangatlah ringan. Ada waktu juga untuknya merawat diri dan berolahraga untuk mengembalikan lagi penampilannya seperti semula. Tentu saja hal itu membuat hati Regan begitu bahagia karena setiap sore selalu di sambut bidadari surganya.


"Wangi banget, sepertinya sudah siap maljum?" goda Regan dengan menaik turunkan alisnya.


Regan memang paling bisa membuat wajah Kaira mendadak merona dengan hawa panas yang menjalar ke seluruh wajahnya. Sudah berkali-kali melakukan masih saja grogi. Terlebih wajah suaminya yang selalu membuat gagal fokus.


"Mandi sana Mas! Aku mau menyusui Kalandra dulu biar anteng saat di tinggal makan malam."

__ADS_1


"Jangan buat putra kita pulas sekarang sayang! tidak lucu jika di pertengahan dia terbangun."


Regan mengecup pipi Kaira sebelum sang istri melarikan diri. Dan benar saja, setelah Regan meninggalkan jejak sayang, Kaira dengan cepat pergi keluar kamar untuk mengambil Kalandra yang sedang bermain dengan Mbak Yatni.


Kalandra masuk kamar Kalandra dan menyusui putranya sampai kenyang. Setelah memastikan Kalandra tertidur, Kaira kembali ke kamar untuk mengajak suaminya makan malam. Keduanya turun ke meja makan dan makan bersama dengan Regan yang nampak bersemangat, makannya cepat dan lahap.


Pandangan Regan bukan ke arah makanan, tetapi ke arah mawar merah yang bergoyang, bergitu ranum dan merona. Membuat hati bergetar ingin merasakan rasa khas yang selalu membuat candu.


Kaira yang melihat betapa semangat suaminya mendadak bergidik ngeri. Padahal sudah hampir setiap malam, tapi Regan seperti tidak ada bosannya. Sungguh bapak anak satu ini begitu meresahkan dan membuat gelisah. Tidak sia-sia Kaira hampir setiap hari berolahraga. Agar tidak mudah lemas dan badan pegal setiap selesai pertempuran.


"Kalandra aman Sayang?" tanya Regan, kini keduanya sudah berada di dalam kamar dengan Kaira yang sedang membuka hijab.


"Sudah Mas," sahut Kaira yang tadi sempat memindahkan Kalandra ke dalam kamar mereka dan Kaira meminta Mbak Yatni untuk beristirahat.


Kalandra masih tidur di kamar utama bersama kedua orangtuanya karena umurnya yang baru menginjak 3 bulan. Mungkin nanti Regan akan membiarkan Kalandra untuk tidur sendiri setelah Kalandra genap 6 bulan.


"Ayo!"


"Ayo kemana?" tanya Kaira dengan menyipitkan matanya. Agaknya sang suami memiliki acara yang begitu penting hingga bersemangat sekali mengajaknya.


"Mau naik kuda nggak?" tanya Regan balik dengan menaik turunkan alisnya.


"Ini orang nggak ada capeknya, padahal subuh sudah bangun dan jam tidur hanya empat atau tiga jam saja. Tetapi begitu kuat sekali meminta jatah setiap malam."


Kaira melengos masuk ke dalam kamar ganti, dia segera mengganti pakaiannya kemudian keluar dengan piyama tidur. Jika di lihat sepintas tidak lah menggoda. Namun, mata Regan begitu candu melihat tubuh sang istri. Terlebih piyama itu berbahan satin. Otak Regan auto melayang melihat cetakan yang nyata di depan mata.


Terus saja mata Regan menyorot setiap lekukan yang masih tertutup bahan, yang siap di santap dengan pasrah. Regan segera merangkak naik ke ranjang tanpa peduli akan penolakan. Kaira sudah membuatnya keliyengan hingga memaksa tanpa menunggu persetujuan.


"Bismillahirrahmanirrahim... Aku berkunjung lagi Sayang," ucap Regan dengan suara berat dan menahan sebuah rasa yang memabukkan.

__ADS_1


Kaira sudah tidak akan bisa menolak pesona Regan, terlebih jika sudah berada di bawah tatapan teduh dengan mata sayu menahan sesuatu. Berada di antara kedua tangan dan kaki yang mengukung di atasnya.


Pagi harinya


Huwek


Huwek


Huwek


"Sayang kamu kenapa?" tanya Regan yang segera bangun setelah mendengar suara sang istri di kamar mandi. Dia begitu panik hingga melompat dari ranjang dan jatuh tersungkur karena kakinya tersangkut selimut.


"Nggak tau Mas, tapi mual sekali. Rasanya aku lemes banget Mas, bisa minta tolong ke bawah nggak Mas, bilang sama Mbak Yatni untuk membuatkan wedang jahe. Aku butuh yang melegakan, tubuh aku juga lemes banget gara-gara kamu semalam. Pakai campuran madu ya Mas!" lirih Kaira yang kembali melangkah menuju ranjang dengan di bantu oleh Regan.


"Iya Sayang, kamu tunggu di sini ya," Regan segera memakai sarung dan keluar menuju dapur.


Regan nampak lega saat melihat Mbak Yatni sudah berada di dapur, wanita hamil itu hendak memasak untuk sarapan dan Mas Yanto yang sedang membersihkan mobil sang majikan.


"Mbak," panggil Regan yang sudah berdiri di samping meja makan. Regan sengaja tidak mendekati karena hanya mereka berdua.


"Iya Pak, ada yang bisa di bantu? Apa mas Kalandra sudah bangun?"


"Belum, saya kesini mau minta tolong buatkan wedang jahe di campur madu ya Mbak. Nanti jika sudah jadi bisa di antar ke atas. Tapi minta tolong Mas Yanto saja yang bawakan. Kasihan Mbaknya capek naik turun tangga."


Mbak Yatni mengangguk patuh dan segera membuatkan minuman tersebut. " Baik Pak."


Regan kembali ke kamar dan melihat Kaira nampak terpejam dengan memijit pelipisnya. Setelah menutup kembali pintu kamar, Regan segera menghampiri sang istri. Namun belum sempat dia mendekat, Regan si kejutkan dengan Kaira yang tiba-tiba membuka mata dan melotot menatapnya.


"Mas aku telat!" seru Kaira.

__ADS_1


"Ugh ... Kamu mengejutkan mas." Regan mengusap dadanya yang tiba-tiba berdebar karena terkejut.


__ADS_2