Kabur Dari Perjodohan

Kabur Dari Perjodohan
Sebuah kekesalan


__ADS_3

Sungguh sangat terkejut ketika Tuan Bonar mendengar pernyataan dari Tuan Ravian yang dianggap orang bisa dipercaya dan disangka orang baik, justru tidak lepas dari seorang pembu_nuh berd_arah dingin.


Begitu juga dengan Sevan selaku anak dari seseorang yang tengah dibu_nuh oleh Tuan Ravian, otaknya berubah mendadak mendidih.


Saat itu juga, Tuan Bonar mendekatinya.


"Ternyata kau orangnya, Tuan Ravian. Sungguh otakmu sangat busuk dan berhati ibl_is." Ucap Tuan Bonar kepada besannya.


Tanpa rasa takut sedikitpun, Sevan langsung melayangkan sebuah tinjuan mendarat di bagian rahangnya Tuan Ravian dengan sangat kuat.


Seketika, Tuan Ravian hampir saja terjungkal ke belakang, sang anak menahannya.


"Jadi, selama ini kau lah dalangnya, Tuan Ravian." Ucap Sevan dengan penuh amarah, ia langsung menarik kerah bajunya dan mencengkramnya dengan sangat kuat.


Sedangkan Gazan, dirinya sama sekali tidak melakukan pembelaan kepada orang tuanya. Diam. Hanya itu yang dilakukan oleh seorang Gazan. Dirinya pun sudah merasa muak dengan kejahatan yang dilakukan oleh ayahnya itu.


Tuan Ravian yang tidak dapat memberontak ataupun melawan, hanya bisa menahan sakit karena cengkraman yang dilakukan oleh Sevan. Tuan Bonar dan Zavan, serta pak Darman sendiri hanya memantau Sevan yang tengah dikuasai oleh emosinya.


Tanpa ada rasa takut, Sevan langsung melintirkan tangan miliknya Tuan Ravian ke belakang, dan menahan tangannya sendiri untuk tidak melepaskan seorang pemb_unuh untuk kabur.

__ADS_1


"Panggilkan polisi sekarang juga, lelaki ini harus membusuk dalam sel tahanan." Perintah Sevan kepada siapa saja yang dapat mendengarnya.


Siapa sangka jika Gazan lah yang langsung menelpon polisi untuk segera datang ke rumahnya. Tuan Bonar maupun Zavan pun dibuatnya terkejut ketika melihat dan mendengarkannya langsung saat Gazan justru melaporkan ayahnya sendiri ke polisi.


Dengan bantuan beberapa penjaga rumah, kini tengah patuh kepada Gazan untuk menahan ayahnya agar tidak melarikan diri.


Sevan yang tidak ingin tawanannya lepas, ia tetap menahannya dan tidak mengizinkan orang suruhan Gazan menggantikannya.


Sedangkan Tuan Bonar bersama Pak Darman serta Ibu Fahma tengah mencari keberadaannya ibu kandung Sevan yang dikurung di sebuah ruangan khusus dengan petunjuk yang diberikan oleh Gazan.


Ibunya Gazan yang ketakutan jika dirinya ikut menjadi tersangka atas kasus kema_tian ayah kandung Sevan, mencari ide untuk bisa kabur dari rumahnya.


"Lepaskan! saya tidak bersalah." Bentak Ibunya Gazan sambil mencoba untuk melepaskan tangannya.


Namun sayangnya tidak bisa dan justru ditarik oleh salah seorang anggota polisi.


"Tolong tangani manusia berhati ibl_is ini, Pak Polisi. Jangan biarkan mereka berdua lolos. Pastikan mereka ini membusuk di dalam penjara." Ucap Sevan yang tengah dibantu Zavan saat menahan Tuan Ravian agar tidak melarikan diri.


"Bed_ebah! kau Savian!"

__ADS_1


Saat itu juga, Tuan Ravian langsung di tarik paksa oleh pak polisi dan istrinya yang juga langsung ditarik dan dibawa ke kantor polisi.


Mendengar ribut-ribut di bawah, Yilan terbangun dari tidurnya. Cepat-cepat ia segera turun dan melihat situasi di bawah.


Saat menuruni anak tangga dan ketika berada di anak tangga, Yilan dikejutkan dengan banyaknya anggota polisi dan juga melihat ayah mertua dan ibu mertuanya dibawa oleh pak polisi.


Cepat-cepat si Yilan segera turun dan melihat keadaannya yang sebenarnya.


Sevan yang tengah menemui ibunya, sungguh miris ketika melihat kondisi ibunya yang begitu memprihatinkan. Air matanya pun lolos begitu saja.


Hatinya terasa tertu_suk oleh pis_au be_lati hingga tembus ke ulu hatinya.


Saat itu juga, Sevan langsung memeluk ibunya.


Karena tidak mengenali sosok Sevan, langsung mendorongnya sangat kuat sampai terjungkal ke belakang.


Gazan yang sudah mengenal sosok ibu kandung Sevan, ia memberi kode kepada Sevan untuk melepaskan pelukannya.


"Kau! Pemb_unuh." Tuduh ibunya Sevan kepada Gazan.

__ADS_1


Sevan yang mendengarnya, pun begitu sedihnya ketika melihat kondisi ibunya yang begitu memprihatinkan akibat perbuatan dari pamannya.


__ADS_2