Kalandra Elvano

Kalandra Elvano
Bocah Prik


__ADS_3

"Dasar bocah prik!" cerocos Varo sembari berjalan meninggalkan mereka bertiga.


"El... "


"Vi lo mimisan!" teriak Gema ketika menoleb ke arah Viona, Viona kembali mimisan.


Vikna memegang hidungnya, hendak berlari namun tangan Kalan mencegahnya.


Tanpa basa-basi, Kalan langsung menggendong tubuh rapuh Viona untuk di bawa ke rumah sakit.


"Lo panggil Miko, sekarang juga! Hubungi dokter sesil gue ke SATYA Medica sekarang!" perintah Kalan kepada Gema.


Gema mengangguk dan kemudian berlari meninggalkan mereka bertiga.


"Gue engga apa-apa" ucap Viona kepada Kalan.


Banyak pasang mata yang melihat mereka berdua.


Bagaimana tidak? Kalan dan Viona baru duduk di bangku SMP namun sudah saling menggendong seperti itu.


Kalan hening tak menggubris perkataan Viona.


"Lo masih sanggup berdiri atau duduk 'kan?" tanya Kalan.


Viona menganggukkan kepalanya, "gu... " perkataan Viona terhenti ketika Miko memanggil Kalan.


"Lan!" panggil Miko.


Kalan menoleh, "udah?" tanyanya.


Miko mengangguk, "udah, nih bawa" jawabnya dengan memberikan jaket milik Kalan.


"Ini bawa juga" timpal Gema yang juga memberikan jaketnya kepada Kalan.


Kalan mengangguk, "thanks"


Dengan cepat Kalan memakaikan jaket miliknya kepada tubuh Viona, yang kemudian Kalan naik ke motor sport miliknya dan kembali memberikan jaket milik Gema kepada Viona.

__ADS_1


"Ini lo pake pas udah naik ke motor gue" ucap Kalan.


Viona dan Gema membulatkan matanya, melihat bahwa Kalan bisa membawa motor sport yang terbilang untuk orang dewasa itu dan ketika melihat ke sekeliling bahwa ini bukanlah tempat parkir siswa dan siswi SMP satya.


Sepertinya ini ini parkir khusus.


"Cepet!" tegas Kalan yang mampu membuyarkan lamunan Viona.


Viona mengangguk dan naik motor sport milik Kalan.


Kalan menarik tangan Viona agar melingkar di perutnya, "pepegangan, kita bakal ngebut kalau jatoh gue engga mau tanggung jawabnya!" tegasnya. Viona menganggukkan kepalanya.


"Kita berangkat" bilangnya kepada Miko dan juga Gema.


"Itu beneran Kalan?" tanya Gema dengan masih dalam keterkejutannya.


Miko mengangguk, "di keluarga Wijaya kami di bebaskan untuk melakukan apapun selama itu hal positif, bahkan ketika kami meminta motor di usia yang di bilang masih sangat muda, mereka memberikan izin dengan syrata di gunakan untuk hal yang positif dan tidak melanggar aturan. Bahkan kakak-kakak kami yang sekarang sudah masuk di bangku SMA pun sudah diberikan izin untuk membawa mobil" jelas Miko.


Gema hanya mengangguk dan beroh ria.


"Lo engga usah khawatirin mereka, Kalan tipe orang yang bertanggung jawab kok" ucap Miko dengan menepuk-nepuk pundak Gema dan meninggalkan Gema sendiri.


...****************...


"Gue bilang gue engga apa-apa, Kalan" jawab Viona dengan masih menekan-nekan lobang hidungnya agar darah tidak begitu keluar banyak.


"Mulut sama tubuh lo itu lagi engga se-frekuens, Vi"


"Mulut lo bilang engga apa-apa tapi tubuh lo berkata lain"


Viona diam..


"Kalau emang lo engga kuat berdiri atau kena sinar matahari, ya lo bilang. Engga usah sok kuat Vi!"


"Gue emang kuat, lagian gue engga apa-apa kok" elak Viona.


"Biar dokter yang akan jawab semuanya" ucap Kalan dan kembali fokus dengan motornya.

__ADS_1


...****************...


"Ayo turun" ajak Kalan.


"Lo masih kuat jalan?" tanya Kalan ketika keduanya sudah turun dari motor.


Viona mengangguk, "masih" jawabnya.


Kalan ikut mengangguk dan menggenggam erat tangan Viona berjalan masuk ke Rumah sakit SATYA Medica.


"Tuan muda" panggil suster asisten dokter sesil ketika melihat tuan mudanya sudah tiba.


"Dokter sesil nya mana sus?" tanya Kalan to the poin.


"Sudah di dalam menunggu anda sejak tadi, tuan muda" jawab suster tersebut.


Kalan menganggukkan kepalanya, "terimakasih" ucapnya dan diangguki oleh suster tersebut.


"Dok" panggil Kalan ketika membuka pintu ruangan dokter sesil.


"Di sini tuan muda" ucap dokter Sesil di ruangan khusus milik Dokter Sesil.


Di dalam ruangan dokter Sesil memang di design khusus untuk memiliki ruangan khusus sekedar untuk beristirahat ataupun memeriksa keluarga Wijaya yang terkadang meminta untuk di privasi.


Kalan mendekat ke arah ruangan tersebut.


"Siapa yang sakit?"


"Viona dok, Viona tadi mimisan" jelasnya.


"Sini berbaring" ucapnya dan Viona pun menganggukkan kepalanya.


"Kita harus pemeriksaan secara keseluruhan" ucap Dokter Sesil.


"Lakukan dok!" jawab Kalan membuat Viona membulatkan matanya.


"Engga usah dok" tolak nya.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya dokter Sesil.


__ADS_2