Kalandra Elvano

Kalandra Elvano
Rooftop


__ADS_3

“Jadi ini yang namanya Viona? Pantes bang Kalan tergila-gila weh ke anak cewe ini, bening bener” gumam Ardan dalam hatinya.


Kini, Kalan,Ardan, Miko, Gema dan juga Viona ada di kantin sedang memakan makananya.


Kenapa Hana tidak ada? Hana memang tidak pernah mau ikut jika Viona sudah bersama dengan Kalan dan juga Gema, karena menurutnya jika berdekatan dengan keduanya akan selalu menimbulkan masalah bagi dirinya, maka Hana tidak ingin ikut bergabung dengan Viona dan juga teman-temannya.


“Kalau lo masih merhatiin dia, gue keluarin mata lo dari tempatnya, Dan” bisik Kalan yang memperhatikan Viona sejak tadi.


Ardan tersadar, “sorry bang, abis lo engga salah pilih cewe bang, ya.. walaupun masih SMP” balas Ardan dengan kekehan kecil.


“Kenapa?” tanya Viona yang melihat interaksi Kalan dan juga Ardan.


Ardan dan Kalan gelagapan, “oh engga ada apa-apa kok” jawab Ardan dan diangguki oleh Viona.


“Lo pindahan dari mana?” tanya Viona.


“Dari Amerika”


“Kenapa kok bisa pindah ke sini? Kan enak kalau di Amerika”


“Pengen kumpul sama keluarga aja” ngeles Ardan. Padahal yang sebenarnya terjadi, Ardan pindah kesini karena ingin ikut serta dalam diskusi-diskusi antara Miko dan juga Kalan.


Karena menurutnya ikut serta dalam masalah Kalan dan juga Miko adalah sesuatu yang menurutnya membuat hidupnya lebih berarti.


“Tapi lo masih bisa ya bahasa Indonesia”


“Yakan gue lahirnya di Indonesia” celetuk Ardan membuat Viona tertawa.


“Ada-ada aja” ucap Viona.


“Abis ini kita masuk kelas?” tanya Gema.


Viona menggeleng, “rooftop”

__ADS_1


“Mantap”


“Kuy”


“Eh bentar” ucap Viona yang mendengar suara alarm yang terdengar dari jam tangan miliknya.


Keempat pria itu mengangguk secara serempak dan memperhatikan secara seksama bagaimana Viona yang masih semangat hidup walaupun ketergantungan dengan obat.


“Udah yuk” ajak Viona kepada keempat pria yang sedang memperhatikannya itu.


***


Rooftop


“Lo kenapa?” tanya Gema kepada Viona.


“Engga apa-apa”


“Lo engga bisa bohong sama gue, Vi. Gue tau lo gimana?”


“Lo itu engga bisa bohong Vi”


“Ketauan banget kalau lo bohong”


Vio memulai ceritanya, “gue kemarin ketemu temennya kak Varo”


“Namanya Daffa”


“Dia anak SMP sebelah, kata kak Varo dia itu kembar Dafa dan Devan”


“Gue kenalan sama dia, kata Daffa dia pengen kenal gue lebih jauh”


“Tapi gue diem aja engga jawab iya ataupun enggak”

__ADS_1


“Keliatannya sih dia baik, tapi hati gue bilang dia jahat Gem, dan firasat gue sellau engga enak


kalau ketemu sama dia”


“Lo udah ketemu dia berapa kali, Vi?”


“Baru satu kali sih Gem, selebihnya dia chat gue”


“Punya nomor lo dari mana?”


“Kak Varo”


“Ko bisa sih si Varo itu langsung kasih nomor lo begitu aja ke dia?”


“Ya namanya juga temen kak Varo Gem”


“Ya tapikan nomor ponsel itu kan pribadi Vi, engga boleh sembarangan orang yang punya nomor kita, lagian kan kita juga yang punya nomornya harus minta izin dulu buat kasih nomor orang lain ke orang lain”


“Ko gue engga abis pikir banget sama kakak lo itu si Varo. Bisa-bisanya dia kasih nomor adiknya


tanpa izin dulu”


“Udah Gem, biarin aja”


“Eh tapi lo jangan bilang-bilang sama si Kalan ya”


“Kenapa?”


“Lo tau sendiri ‘kan Kalan itu kaya gimana? Garang banget” ucap Viona dengannmelihat Kalan yang sedang berbincang asik dengan Miko dan juga Ardan.


Gema mengangguk, “tapi lo juga harus bisa jaga diri ya Vi, kalau ada apa-apa lo bis alangsung hubungi gue atau kalan”


“Dan lo juga jangan langsung percaya sama omongan laki-laki ya Vi, engga semua laki-laki itu baik. Laki-laki yang baik ada aja tingkah nyelenehnya, gimana laki-laki yang emang udah nyelenh dari awalnya. Apalagi kalau lo udah punya firasat yang engga enak sama laki-laki, itu patut lo waspadai”

__ADS_1


“Iya Gem iya”


“Yaudah ayok gabung sama Kalan dan yang lainnya. Ini bukan lo banget yang selalu murung” kata Gema dan Viona menganggukkan kepalanya smabil tersenyum manis.


__ADS_2