
Dua tahun sudah
berlalu, kini Kalan and the geng sudah berada di kelas XI Ips 1, dua tahun
berlalu tanpa hiruk pikuk dunia percintaan dan tanpa ada kabar dari seorang
Gema maupun Varo. Kalan pun masih menjadi Kalan yang diam seribu bahasa walaupun
kini mulai melunak sedikit demi sedikit.
Sampai sekarang pun
Kalan masih menyimpan foto dan nomor telepon dari seorang Viona, pesan demi
pesan masih sering ia baca. Sakit memang tapi mau bagaimana lagi, semua sudah
terjadi Kalan hanya bisa menerimanya dengan ikhlas walaupun itu sulit. Masih sering
menangis dalam diam ketika mengingat kenangan-kenangan kecil bersama dengan
Viona-nya.
“Bang” panggil miko
kepada Kalan.
“Hem?”
“Hari ini ada murid
baru katanya, pindahan dari AS” jelas Miko.
“Cowo atau cewek?”
tanya Ardan.
“Cowok”
“Kenapa engga cewe?”
“Tanya aja sana sama
alien jangan tanya sama gue”
“Sial”
“Bang nanti siang lo
mau ke kantor?” tanya Ardan kepada Kalan dan Kalan hanya mengangguk tanpa mau
menjawab Ardan dan Miko sudah mulai terbiasa dengan kebiasaan Kalan yang sudah
berubah ini.
“Guys ada anak baru
ganteng banget, cool lagi” teriak salah satu siswi yang baru saja masuk ke
kelas memberitahukan bahwa ada anak baru di sekolahnya.
Mendengar kata “cool”
semua siswi pun langsung berhamburan keluar kelas.
“Baru aja di omongin
__ADS_1
sama elo, Mik” kata Ardan.
“Kita engga akan keluar
bang?” tanya Ardan lagi.
“Lo aja sana, udah kaya
cewe genit amat” timpal Miko.
“Biasa aja dong lo,
sewot amat!” jawab Ardan.
“Gue aja deh yang
keluar, siapa tau gue kenal anak barunya. Soalnya fealing gue ngomong gitu”
ucap Ardan lagi sambil melangkahkan kakinya.
“Kalau di liat dari
belakang emang anaknya cool sih, bakal jadi badboy sekolah ini mah” gumam Ardan
ketika melihat anak baru itu masuk ke ruang kepala sekolah.
Tak menunggu waktu
lama, anak baru itupun keluar dari ruang kepala sekolah, Ardan yang masih setia
menunggu dari depan kelasnya pun menyipitkan matanya melihat anak baru itu.
“Kok kaya kenal ya?”
gumamnya.
gue deh” katanya lagi dan mulai memasuki ruang kelasnya.
“Gimana udah tau siapa
anak barunya?” tanya Kalan.
Ardan mengangguk, “udah.
Dan gue kaya kenal bang orangnya tapi engga tau siapa dia masuk kelas kita juga”
Kalan mengerutkan
keningnya, setau Kalan. Ardan tidak memiliki teman selain dirinya dan juga
Miko. Kalau Ardan tau dengan anak baru ini berarti dirinya pun mengenalnya.
Tak lama anak baru dan
wali kelas Kalan pun masuk ke kelas.
“Siapa?” gumam Kalan
ketika melihat anak baru tersebut.
“Selamat siang
anak-anak. Disini bapak akan memperkenalkan anak baru di kelas ini. Silahkan perkenalkan
diri kamu”
__ADS_1
“Cicuit cicuit ganteng
banget” ucap salah satu siswi di kelas Kalan.
Anak baru itu pun hanya
tersenyum menanggapinya, “selamat siang semuanya, perkenalkan nama saya Gema
Putra Dermawan panggil saja saya Gema, saya pindahan dari AS. Terima kasih”
Deg
Deg
Deg
Jantung Kalan, Ardan dan
Miko berhenti sejenak mendengar nama yang baru saja di sebutkan itu.
Siapa katanya?
Gema?
Gema Putra Dermawan?
Mereka tidak salah dengar
bukan?
Sudah dua tahun mereka
mencarinya yang sangat sulit untuk di temukan, tapi sekarang apa? Gema datang
sendiri tanpa perlu mereka cari lagi.
Memang dunia selucu ini
kepada mereka.
Benar-benar tidak masuk
akal.
“Semoga kamu betah ya
disini Gema, ada yang ingin kalian tanyakan?”
“Udah punya pacar
belum?”
“Belum”
“Asik” sorak riuh dari
siswi yang sangat bersemangat.
“Kamu bisa duduk di
kursi yang kosong ya Gema”
“Baik pak terima kasih”
“Iya. Hanya itu yang
__ADS_1
akan bapak sampaikan jadi bapak permisi”
“Baik pak”