Kalandra Elvano

Kalandra Elvano
After Dua Tahun


__ADS_3

Dua tahun sudah


berlalu, kini Kalan and the geng sudah berada di kelas XI Ips 1, dua tahun


berlalu tanpa hiruk pikuk dunia percintaan dan tanpa ada kabar dari seorang


Gema maupun Varo. Kalan pun masih menjadi Kalan yang diam seribu bahasa walaupun


kini mulai melunak sedikit demi sedikit.


Sampai sekarang pun


Kalan masih menyimpan foto dan nomor telepon dari seorang Viona, pesan demi


pesan masih sering ia baca. Sakit memang tapi mau bagaimana lagi, semua sudah


terjadi Kalan hanya bisa menerimanya dengan ikhlas walaupun itu sulit. Masih sering


menangis dalam diam ketika mengingat kenangan-kenangan kecil bersama dengan


Viona-nya.


“Bang” panggil miko


kepada Kalan.


“Hem?”


“Hari ini ada murid


baru katanya, pindahan dari AS” jelas Miko.


“Cowo atau cewek?”


tanya Ardan.


“Cowok”


“Kenapa engga cewe?”


“Tanya aja sana sama


alien jangan tanya sama gue”


“Sial”


“Bang nanti siang lo


mau ke kantor?” tanya Ardan kepada Kalan dan Kalan hanya mengangguk tanpa mau


menjawab Ardan dan Miko sudah mulai terbiasa dengan kebiasaan Kalan yang sudah


berubah ini.


“Guys ada anak baru


ganteng banget, cool lagi” teriak salah satu siswi yang baru saja masuk ke


kelas memberitahukan bahwa ada anak baru di sekolahnya.


Mendengar kata “cool”


semua siswi pun langsung berhamburan keluar kelas.


“Baru aja di omongin

__ADS_1


sama elo, Mik” kata Ardan.


“Kita engga akan keluar


bang?” tanya Ardan lagi.


“Lo aja sana, udah kaya


cewe genit amat” timpal Miko.


“Biasa aja dong lo,


sewot amat!” jawab Ardan.


“Gue aja deh yang


keluar, siapa tau gue kenal anak barunya. Soalnya fealing gue ngomong gitu”


ucap Ardan lagi sambil melangkahkan kakinya.


“Kalau di liat dari


belakang emang anaknya cool sih, bakal jadi badboy sekolah ini mah” gumam Ardan


ketika melihat anak baru itu masuk ke ruang kepala sekolah.


Tak menunggu waktu


lama, anak baru itupun keluar dari ruang kepala sekolah, Ardan yang masih setia


menunggu dari depan kelasnya pun menyipitkan matanya melihat anak baru itu.


“Kok kaya kenal ya?”


gumamnya.


gue deh” katanya lagi dan mulai memasuki ruang kelasnya.


“Gimana udah tau siapa


anak barunya?” tanya Kalan.


Ardan mengangguk, “udah.


Dan gue kaya kenal bang orangnya tapi engga tau siapa dia masuk kelas kita juga”


Kalan mengerutkan


keningnya, setau Kalan. Ardan tidak memiliki teman selain dirinya dan juga


Miko. Kalau Ardan tau dengan anak baru ini berarti dirinya pun mengenalnya.


Tak lama anak baru dan


wali kelas Kalan pun masuk ke kelas.


“Siapa?” gumam Kalan


ketika melihat anak baru tersebut.


“Selamat siang


anak-anak. Disini bapak akan memperkenalkan anak baru di kelas ini. Silahkan perkenalkan


diri kamu”

__ADS_1


“Cicuit cicuit ganteng


banget” ucap salah satu siswi di kelas Kalan.


Anak baru itu pun hanya


tersenyum menanggapinya, “selamat siang semuanya, perkenalkan nama saya Gema


Putra Dermawan panggil saja saya Gema, saya pindahan dari AS. Terima kasih”


Deg


Deg


Deg


Jantung Kalan, Ardan dan


Miko berhenti sejenak mendengar nama yang baru saja di sebutkan itu.


Siapa katanya?


Gema?


Gema Putra Dermawan?


Mereka tidak salah dengar


bukan?


Sudah dua tahun mereka


mencarinya yang sangat sulit untuk di temukan, tapi sekarang apa? Gema datang


sendiri tanpa perlu mereka cari lagi.


Memang dunia selucu ini


kepada mereka.


Benar-benar tidak masuk


akal.


“Semoga kamu betah ya


disini Gema, ada yang ingin kalian tanyakan?”


“Udah punya pacar


belum?”


“Belum”


“Asik” sorak riuh dari


siswi yang sangat bersemangat.


“Kamu bisa duduk di


kursi yang kosong ya Gema”


“Baik pak terima kasih”


“Iya. Hanya itu yang

__ADS_1


akan bapak sampaikan jadi bapak permisi”


“Baik pak”


__ADS_2