
"Singkirkan tangan kotormu dari bajuku!"Ucap Kalan tegas saat dirinya kini berhadapan langsung dengan Varo.
Varo tidak mengenai Kalan, karena Kalan langsung menghadang serangan tersebut.
Memang Varo tidak pernah berhenti mencari masalah dengan Kalan, Varo selalu mencari celah untuk mengalahkan Kalan, entah kenapa Varo sangat membenci Kalan.
"Ngapain Varo cari gara-gara, heran" teriak Gema.
"Kamu tidak perlu terlalu banyak bicara!"jawab Varo tanpa menoleh ke Gema.
"Apakah kamu sudah merasa seperti seorang juara?"tanya Kalan sambil melepaskan tangan Gema dari kerah seragamnya.
"Apakah kamu merasa dewasa?"tanya Kalan lagi.
"Oya kamu memang sudah dewasa, karena sebentar lagi kamu akan lulus ujian dan lulus dari sini, tapi kenapa otak dan mentalmu seperti anak kecil?"kata Kalan dengan tegas.
Varo mengepalkan tinjunya dengan erat.
"Mau marah? Silahkan Kak Varo" kata Kalan santai.
"Karena kamu, papi aku dipanggil ke sekolah!"teriak Varo.
Tersenyum ke samping, "karena aku?!"
"Bukankah itu salahmu?!" dia melanjutkan.
"Kamu yang mencari masalah duluan, jadi kamu harus menanggung risikonya!"
"Jangan banyak bicara!"
"Kita harus berduel saja! **SATU LAWAN SATU!"**kata Varo dengan rahang mengeras.
Kalan menganggukkan kepalanya, "kapan? Dan dimana?"
"Pulang sekolah di rooftop!"kata Varo dan meninggalkan kelas Kalan.
__ADS_1
"Kakak, apakah itu benar?"tanya Miko kepada Kalan saat Varo sudah meninggalkan kelasnya.
Saat direpotkan, "tidak ada salahnya mencoba"
"Tapi kakak.."
"Tidak apa-apa, santai saja, apakah kamu meragukanku?"Kalan bertanya pada Miko, Miko yang ditanya seperti itu menggelengkan kepalanya.
"Ada apa? Apakah kamu ingin melarangku juga?"Kalan bertanya pada Gema yang menatap Gema seolah hendak berbicara.
Menciut sudah mental Gema saat Kalan berbicara seperti itu, Gema langsung mengatupkan bibirnya dan menggelengkan kepalanya. Dari pada aku kena bogem mentah dari Kalan, itulah yang dipikirkan Gema.
***
Restoran
“Selamat siang Tuan Wijaya” sapa hangat Pak Alexander, ayah dari Varo dan juga Viona.
"Selamat siang Pak Alexander"
"Silahkan duduk"
Pak Wijaya memang salah satu presiden perusahaan yang sangat sulit ditemui siapapun, Pak Wijaya sering menyuruh Nicholas untuk bertemu dengan kliennya, padahal kliennya adalah klien yang sangat besar dan terkenal, Pak Wijaya sangat selektif dalam hal itu. Tidak akan datang menemui kliennya, karena Pak Wijaya tahu betul bahwa setiap klien yang bertemu dengannya pasti akan membicarakan anak-anaknya. Oleh karena itu, Pak Wijaya sangat selektif dalam menemui klien.
“Suatu kehormatan juga bagi saya bisa bertemu langsung dengan Pak Alexander,” jawab Pak Wijaya.
Lihatlah papa Ardi tetap rendah hati meski perusahaannya di atas awan, sifat dan sikap papa patut diacungi jempol.Tak heran jika semua anaknya memiliki karakter yang kuat dan sikap yang baik.
Perusahaan Alexander memang tinggi, namun masih di bawah perusahaan WJY CROP yang dipimpin langsung oleh daddy Ardi.
Ayah melihat jam tangannya, "langsung to the point, aku tidak bisa berlama-lama" katanya dan mengangguk oleh Pak Alexander.
"Saya akan mengambil hak asuh Viona Alexander"
Tuan Alexander mengerutkan kening, "apa maksudnya?"
__ADS_1
"Kamu presiden perusahaan, bukan? Kenapa kamu tidak mengerti apa yang aku katakan?"
"Oke, saya ulangi"
"Aku akan mengambil hak asuh anak atas nama Viona Alexander" kata ayah lagi dengan penekanan.
"Itu tidak mungkin, Viona adalah putriku, aku tidak akan membiarkan siapa pun mengambilnya dariku"
"Kalau benar Viona adalah putrimu, bagaimana bisa seorang ayah sama sekali tidak menjaga anaknya?!"kata ayah Ardi SKAKMAT.
"Apa maksudmu?"tanya Pak Alexander dengan nada yang tidak selembut tadi.
"Dan aku tahu kamu benar-benar tidak ingin Viona hidup!"
"Jaga ucapanmu, Tuan!"kata Alexander sambil menggebrak meja di depannya.
Untungnya, Nicholas memesan meja untuk pertemuan mereka di ruang VIP tempat mereka berdebat.
"Jangan pernah berani menyentuh keluargaku, atau mencampuri urusan keluargaku, Tuan Wijaya!"kata Pak Alexander dengan suara lantang dan sorot mata tajam.
"Dan jangan pernah berani menyakiti Viona, jika itu terjadi aku akan segera mengambil alih hak asuh Viona!" Ayah Ardi menjawab dengan tegas.
Setelah mendengarkan penuturan dari daddy Ardi, tuan Alexander pun keluar dari ruangan tersebut.
"Cari anak itu sampai ketemu!" titah tuan Alexander kepada anak buahnya.
***
Setelah masuk ke mobilnya, Pak Alexander mengirimkan pesan kepada Viona.
Viona
Di mana kau anak sialan?
Apakah kamu sekarang mencari perlindungan kepada keluarga Wijaya?
__ADS_1
Sangat menyusahkan!
Send