Kalandra Elvano

Kalandra Elvano
Perkelahian


__ADS_3

Setelah masuk ke mobilnya, Pak Alexander mengirim pesan ke Viona.


^^^Viona^^^


^^^Di mana kau anak sialan?^^^


^^^Apakah Anda sekarang mencari perlindungan untuk keluarga Wijaya?^^^


^^^Sangat merepotkan!^^^


^^^Terkirim^^^


***


RS SATYA MEDIKA


Dret...Dret...Dret... Ponsel Viona bergetar


Viona dengan cepat melihat nama di layar ponselnya.


Papi Durjana đź’”


Di mana kau anak sialan?


Apakah Anda sekarang mencari perlindungan untuk keluarga Wijaya?


Sangat merepotkan!


Deg


"Bagaimana papi tahu?"gumamnya dalam hati dengan tubuh yang sudah gemetaran karena rasa takut yang mulai menguasai tubuhnya.


Viona membalas pesan papi.


^^^Viona^^^


^^^Jangan pedulikan Viona lagi, pi!^^^


^^^Memang kenapa, jika Viona bersama keluarga Wijaya?Apakah ayah takut?^^^


^^^Ternyata papi penakut!^^^


"Om Zack, bagaimana kabar Viona sekarang?"Viona bertanya pada Om Zack.

__ADS_1


"Memperbaiki anak-anak yang cantik"


“Kamu anak yang hebat” lanjutnya sambil tersenyum dan mengelus kepala Viona dengan lembut.


"Bisakah Viona pulang, om?"tanya Viona.


Om Zack menggeleng lemah, “belum Vi, nanti kalau kamu sudah sembuh total kamu bisa pulang”


Viona mengerucutkan bibirnya, "Nggak bisa pulang sekarang om? Vio kangen sama kamar Vio, sama sekolah juga"


“Nanti harus diperiksa lagi, kalau hasil tesnya bagus semua boleh pulang”


Viona mengangguk mengerti, "oke om"


***


Di sekolah


Bel sekolah telah berbunyi, Kalan dan Miko tengah bersiap untuk menuju rooftop.


Berbeda halnya dengan Gema yang masih diam dan termenung di mejanya.


"Lo masih mau disini atau mau pulang?" tanya Miko kepada Gema yang nampak diam sejak tadi.


Gema melihat ke arah kedua temannya, "kalian berdua engga ajak gue ke rooftop?" bukannya menjawab Gema malah berbalik tanya.


"Lo mau ikut?" tanya Kalan.


"Tapi lo sanggup 'kan? Engga akan kaya cewe?" timpal Miko.


"Sangguplah, gini-gini juga gue gentle kok"


"Ayo!" tanpa basi-basi Kalan langsung mengajak Gema menuju rooftop.


***


Rooftop


"Akhirnya lo datang juga" ucap Varo ketika melihat rombongan kalan sudah datang di rooftop.


"Engga usah banyak basa-basi, kalau emang elo mau berantem sama gue ayo!" ucap Kalan dengan wajah yang memang sudah tidak bersahabat sejak tadi.


Varo tertawa remeh, "lo enggak mau salam perpisahan dulu buat entek-entek lo ini?" tanya varo kepada Kalan sambil melihat ke arah gema dan juga Miko.

__ADS_1


Kalan mengepalkan tanganya, "mereka ini bukan entek-entek gue, tapi keluarga gue, ngerti lo!"


"Keluarga ko gini?"


Kalan pun tertawa kecil, "pantes aja ya Viona enggak mau anggap lo sebagai kakaknya, ternyata begini sifatnya?"


"Yang enggak bisa menghargai seseorang, hanya memandang orang dari luarnya saja!"


Nahkan Varo jadi kebakaran Jenggot!


Jangan main-main sama Kalan kalau emosi lo engga bisa di kontrol, karena Kalan adalah rajanya untuk memainkan emosi orang.


"Jangan banyak bacot anjing!" teriak Varo dan langsung membogem Kalan.


Kalan yang memang sudah siap dengan serangan itupun mulai membalas pukulan-pukulan Gema yang dilayangkan untuknya.


Bugh....


Bugh....


Bugh...


"Dimana adik gue?"


"Gue enggak akan kasih tau lo apapun urusannya!"


"Banyak cincong lo!"


Bugh..


Bugh...


Bugh...


Gema meringis melihatnya, berbeda halnya dengan Miko yang nampak serius melihat perkelahian itu.


"Masih SMP tapi berantemnya udah kaya anak gede" celetuk Gema.


"Karena mereka berdua sama-sama kuat" jawab Miko.


"Lo liat deh, pertahanan Varo sama bang Kalan sama-sama kuat"


Mendengar itu, Gema menatap lekat-lekat perkelahian itu, dan memang benar mereka berdua sama-sama kuat.

__ADS_1


"Iya bener juga"


__ADS_2