Kalandra Elvano

Kalandra Elvano
Pertolongan


__ADS_3

“Thanks udah dateng disaat yang tepat walaupun telat sedikit” ujar Gema ketika Devan, keluarga Alexander dan keluarga Dermawan baru saja tiba membantunya.


“Vi lo harus bertahan” ucap Gema sebelum kehilangan kesadarannya.


“Gema” teriak kakek Dermawan.


“Cepat bawa mereka berdua ke luar dari pulau ini dan bawa ke rumah sakit terdekat” ujar kakek Dermawan kepada anak buah Alexander.


“Kalian berdua harus kuat” ucap Varo melihat Gema dan juga Viona yang sedang memejamkan matanya.


Flashback On


Varo mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Tidak sampai 30 menit untung sampai ke rumahnya.


“Mobil siapa itu?” monolog Varo ketika sudah ada 2 mobil yang terparkir di halaman rumah Alexander.


“N 4123 NDRA, D 312 WAN” eja Varo.


“Narendra? Terus satu lagi?” monolog Varo.


“Bukannya itu keluarga Daffa?”


“Satu lagi?”


“Jangan-jangan” ucap Varo dan Varo pun segera turun dari mobilnya.


“Daffa” panggil Varo ketika melihat kembaran Daffa sedang duduk di ruang tamu.


Mendengar panggilan Varo sontak saja membuat atensi keluarga yang sedang mengobrol pun melihat ke arahnya.


“Gue Devan bukan Daffa” jawab Devan dengan berdiri menghadap ke arah Varo.


“Kembarannya Daffa” jawab salah satu pria tampan yang juga ikut duduk bersisihan dengan Devan.


Varo menganggukkan kepalanya, “ada apa ini?” tanyanya to the point.


“Lo pasti tau kalau Gema dan juga Viona hilang bukan?” tanya pria tersebut.


Varo menganggukk, “itu ulah adik gue Daffa. Gue Ivan kakak pertama Daffa dan juga Devan”


Varo mengepalkan tangannya, “udah gue duga” ujarnya.


“Dan itu ada ulah kakak sepupu Gema juga, Verell” timpal ayah Chanra.


Varo menoleh ke arah satu keluarga lagi, “saya ayahnya Gema, Chandra”


Varo kembali menganggukkan kepalanya, “lalu dimana mereka sekarang?”


“Di pulau pribadi milik keluarga kami” jawab Devan.


“Lantas kita harus


melakukan apa?”


“Kita harus menjemput


mereka sekarang juga, tetapi anak buah kami hanya sedikit untuk membantu.


Mengingat Daffa pasti akan sangat murka jika tahu kita kesana untuk

__ADS_1


menangkapnya”


“Biarkan anak buah saya


ikut membantu, saya akan mengerahkan beberapa anak buah Alexander” jawab Varo.


“Kenapa tidak meminta


bantuan kepada keluarga Wijaya? Bukankah kalian berteman?” tanya kakak pertama


Devan.


Varo menggeleng, “Kalan


mengira bahwa ini adalah rencana saya dan juga Gema. Maka dari itu tidak perlu


melibatkan keluarga Wijaya pada masalah ini” jelas Varo.


“Baik”


“Kalau begitu mari kita


susun rencana” ujar kakek Dermawan. Dan mereka pun berdiskusi tentang rencana


yang akan mereka buat, untuk menolong Viona dan juga Gema.


“Setelahnya kita akan


langsung membawa Viona ke Amerika untuk melanjutkan pengobatan” ucap kakek


Dermawan.


bawa siapa?” tanya tuan Alexander yang baru saja tiba.


Semua atensi kembali


dialihkan ketika tuan Alexander bersua.


“Viona anak perempuan


anda menderita leukemia” jawab Varo dengan sorot mata yang penuh kekecewaan.


Kecewa atas sikap papi


tirinya kepada anak kandungnya.


Kecewa atas ketidakpekaan


papi tirinya.


Kecewa atas dirinya


yang tidak bisa menjaga Viona dengan baik.


Kini Varo di selimuti


rasa kecewa, kesal dan menyesal terselimuti menjadi satu. Entah Varo akan


bersikap bagaimana ketika tahu kondisi Viona dan juga Gema sekarang bagaimana.

__ADS_1


Brak… tas yang berada


di genggaman tuan Alexander begitu saja terjatuh di lantai, begitu pun istinya


yang langsung terduduk karena rasa lemas tiba-tiba menghampirinya begitu saja.


“Ap… apa kata mu? Viona


menderita leukemia?” tanya tuan Alexander lagi meyakinkan.


“Bagaimana anda bisa


tidak tahu kondisi anak anda sendiri tuan Alexander?” timpal ayah Chandra.


“Sudah lupakan saja,


sekarang lebih baik kita bergegas untuk melakukan penyelamatan kepada Viona dan


juga Gema” timpal Varo yang tidak memperdulikan keterkejutan papi tirinya.


“Karena keselamatan


keduanya adalah kepentingan nomor 1 untuk sekarang” lanjut Varo.


***


Dor


Dor


Dor


Tiga kali tembakan yang


di keluarkan dari pistol anak buah keluarga Alexander.


Tim yang di pimpin oleh


Devan dan juga Varo lah yang terlebih dahulu bisa menerobos pintu utama villa


milik keluarga Narendra itu.


Tim kedua dipimpin oleh


Ivan yang mengepung gerbang belakang Villa milik Narendra dan Tim ketiga di


pimpin oleh kakek Dermawan dan juga ayah Chandra yang mengepung gerbang depan


atau gerbang utama Villa Narendra.


Thanks udah dateng


disaat yang tepat walaupun telat sedikit” ujar Gema ketika Devan, keluarga


Alexander dan keluarga Dermawan baru saja tiba membantunya.


“Vi lo harus bertahan”


ucap Gema sebelum kehilangan kesadarannya.

__ADS_1


Flashback Off


__ADS_2