
“Thanks udah dateng disaat yang tepat walaupun telat sedikit” ujar Gema ketika Devan, keluarga Alexander dan keluarga Dermawan baru saja tiba membantunya.
“Vi lo harus bertahan” ucap Gema sebelum kehilangan kesadarannya.
“Gema” teriak kakek Dermawan.
“Cepat bawa mereka berdua ke luar dari pulau ini dan bawa ke rumah sakit terdekat” ujar kakek Dermawan kepada anak buah Alexander.
“Kalian berdua harus kuat” ucap Varo melihat Gema dan juga Viona yang sedang memejamkan matanya.
Flashback On
Varo mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Tidak sampai 30 menit untung sampai ke rumahnya.
“Mobil siapa itu?” monolog Varo ketika sudah ada 2 mobil yang terparkir di halaman rumah Alexander.
“N 4123 NDRA, D 312 WAN” eja Varo.
“Narendra? Terus satu lagi?” monolog Varo.
“Bukannya itu keluarga Daffa?”
“Satu lagi?”
“Jangan-jangan” ucap Varo dan Varo pun segera turun dari mobilnya.
“Daffa” panggil Varo ketika melihat kembaran Daffa sedang duduk di ruang tamu.
Mendengar panggilan Varo sontak saja membuat atensi keluarga yang sedang mengobrol pun melihat ke arahnya.
“Gue Devan bukan Daffa” jawab Devan dengan berdiri menghadap ke arah Varo.
“Kembarannya Daffa” jawab salah satu pria tampan yang juga ikut duduk bersisihan dengan Devan.
Varo menganggukkan kepalanya, “ada apa ini?” tanyanya to the point.
“Lo pasti tau kalau Gema dan juga Viona hilang bukan?” tanya pria tersebut.
Varo menganggukk, “itu ulah adik gue Daffa. Gue Ivan kakak pertama Daffa dan juga Devan”
Varo mengepalkan tangannya, “udah gue duga” ujarnya.
“Dan itu ada ulah kakak sepupu Gema juga, Verell” timpal ayah Chanra.
Varo menoleh ke arah satu keluarga lagi, “saya ayahnya Gema, Chandra”
Varo kembali menganggukkan kepalanya, “lalu dimana mereka sekarang?”
“Di pulau pribadi milik keluarga kami” jawab Devan.
“Lantas kita harus
melakukan apa?”
“Kita harus menjemput
mereka sekarang juga, tetapi anak buah kami hanya sedikit untuk membantu.
Mengingat Daffa pasti akan sangat murka jika tahu kita kesana untuk
__ADS_1
menangkapnya”
“Biarkan anak buah saya
ikut membantu, saya akan mengerahkan beberapa anak buah Alexander” jawab Varo.
“Kenapa tidak meminta
bantuan kepada keluarga Wijaya? Bukankah kalian berteman?” tanya kakak pertama
Devan.
Varo menggeleng, “Kalan
mengira bahwa ini adalah rencana saya dan juga Gema. Maka dari itu tidak perlu
melibatkan keluarga Wijaya pada masalah ini” jelas Varo.
“Baik”
“Kalau begitu mari kita
susun rencana” ujar kakek Dermawan. Dan mereka pun berdiskusi tentang rencana
yang akan mereka buat, untuk menolong Viona dan juga Gema.
“Setelahnya kita akan
langsung membawa Viona ke Amerika untuk melanjutkan pengobatan” ucap kakek
Dermawan.
bawa siapa?” tanya tuan Alexander yang baru saja tiba.
Semua atensi kembali
dialihkan ketika tuan Alexander bersua.
“Viona anak perempuan
anda menderita leukemia” jawab Varo dengan sorot mata yang penuh kekecewaan.
Kecewa atas sikap papi
tirinya kepada anak kandungnya.
Kecewa atas ketidakpekaan
papi tirinya.
Kecewa atas dirinya
yang tidak bisa menjaga Viona dengan baik.
Kini Varo di selimuti
rasa kecewa, kesal dan menyesal terselimuti menjadi satu. Entah Varo akan
bersikap bagaimana ketika tahu kondisi Viona dan juga Gema sekarang bagaimana.
__ADS_1
Brak… tas yang berada
di genggaman tuan Alexander begitu saja terjatuh di lantai, begitu pun istinya
yang langsung terduduk karena rasa lemas tiba-tiba menghampirinya begitu saja.
“Ap… apa kata mu? Viona
menderita leukemia?” tanya tuan Alexander lagi meyakinkan.
“Bagaimana anda bisa
tidak tahu kondisi anak anda sendiri tuan Alexander?” timpal ayah Chandra.
“Sudah lupakan saja,
sekarang lebih baik kita bergegas untuk melakukan penyelamatan kepada Viona dan
juga Gema” timpal Varo yang tidak memperdulikan keterkejutan papi tirinya.
“Karena keselamatan
keduanya adalah kepentingan nomor 1 untuk sekarang” lanjut Varo.
***
Dor
Dor
Dor
Tiga kali tembakan yang
di keluarkan dari pistol anak buah keluarga Alexander.
Tim yang di pimpin oleh
Devan dan juga Varo lah yang terlebih dahulu bisa menerobos pintu utama villa
milik keluarga Narendra itu.
Tim kedua dipimpin oleh
Ivan yang mengepung gerbang belakang Villa milik Narendra dan Tim ketiga di
pimpin oleh kakek Dermawan dan juga ayah Chandra yang mengepung gerbang depan
atau gerbang utama Villa Narendra.
Thanks udah dateng
disaat yang tepat walaupun telat sedikit” ujar Gema ketika Devan, keluarga
Alexander dan keluarga Dermawan baru saja tiba membantunya.
“Vi lo harus bertahan”
ucap Gema sebelum kehilangan kesadarannya.
__ADS_1
Flashback Off