Kalandra Elvano

Kalandra Elvano
Harus Cari Tahu


__ADS_3

"Nih udah gue pesenin" kata Gema.


Gema memang sudah memesan 2 porsi bakso dan 2 es teh untuk dirinya dan juga Viona.


"Terimakasih Gema takbir"


"Sama-sama Vio ter Ona Ona"


Viona duduk di sebelah Gema, melirik sekilas ke arah Gema, "gue masih bisa engga ya makan ini?" tanyanya pada diri sendiri.


Gema dan Viona memang terbiasa makan bakso dan es teh, maka dari itu Gema kembali memesankan menu yang sama kali ini.


Tapi kali ini berbeda, kata demi kata yang terlontar dari dokter Zacky masih terngiang-ngiang dipikiran Viona.


"Vi" panggil dokter Zacky.


"Iya dok?"


"Kemo ya" rayunya.


Viona tetap menggelengkan kepalanya, "minum obat aja dok"


"Minum obat sambil kemo mau engga, Vi?"


"Biar cepet sehat" lanjut dokter Zacky.


"Emang kenapa si dok? Apa aku makin parah?"


Dokter Zacky terdiam..


"Dok?"


Dengan lemah dokter Zacky menganggukkan kepalanya, "kamu selalu engga mau pantang, Vi"


"Kamu selalu makan dan minum yang melanggar kesehatan kamu"

__ADS_1


"Ya memang obat selalu kamu minum, tapi kamu engga bisa pantang makanan dan minuman yang kamu konsumsi"


"Apa itu fatal dok?"


"Sangat fatal, Vi"


"Dokter udah ketemu sama pendonor buat aku belum?" tanya Viona.


Dokter Zacky menggeleng, "belum Vi, maaf"


Viona tersenyum, "engga apa-apa kok dok, dokter santai aja ya. Vio masih kuat kok"


Dokter mengangguk lemah, "*kamu memang anak yang tangguh, Vi. Tapi takdir yang mempermainkan kamu sebagai anak yang kuat"


"Bukan, bukan takdir. Tapi memang Tuhan yang sangat menyayangi kamu!"


"Aku harus berusaha semaksimal mungkin untuk mengobati Vio" gumam Dokter Zacky*.


"Dok, Vio janji, Vio engga akan nakal lagi"


"Kamu takut sama efek samping dari kemo ya, Vi?" tanya Dokter Zacky.


"Vio engga mau kalau botak!"


"Rambut Vio kan bagus, masa mau di botakin?"


"Nanti sekolah Vio gimana?"


"Nanti Vio makin di ledekin terus sama abang" keluh Vio.


Abang yang di maksud Vio adalah Varo.


"Engga usah takut Vi, ini demi kesembuhan kamu juga" rayu dokter Zacky.


"Nanti biar Vio pikirkan lagi ya dok"

__ADS_1


Dokter Zacky mengangguk, "pikirkan baik-baik ya Vi"


Vio mengangguk, "iya dok"


flashback off


"Woy, Vi" tegur Gema yang melihat Viona hanya mengaduk-ngadukkan baksonya saja.


"Apa sih lu, takbir?"


"Ya itu bakso keburu dingin, emang enak di anggurin? Di anggurin itu engga enak tau, Vi"


"Iya iya Gema takbir" jawab Viona dan mulai memakan baksonya secara perlahan.


...****************...


"Bang, kalau suka ya ngomong lah bang, jangan di anggurin begitu" ucap Miko kepada Kalan, yang sejak tadi hanya memperhatikan Viona dan juga Gema.


Kalan melirik sekilas ke arah Miko, "mau leher lo ilang sekarang juga, Mik?"


Miko menggeleng, "engga lah bang, gue belum jadi mafia nih"


"Gaya lu mafia, Mik"


"Kayanya kita harus cari tau tentang cewe itu deh Mik"


"Viona maksud lo bang?"


Kalan mengangguk, "iya, semenjak lo sama gue engga ada lagi pengawal yang ikutin gue, jadi gue susah buat cari taunya"


"Apa emangnya?"


"Kita harus cari tau minum obat apa sebenernya"


"Oke bang" jawab Miko.

__ADS_1


Ya.. Yang melihat Viona minum obat adalah Kalan.


Kalan yang memang sengaja akan kembali ke kelasnya untuk mengambil dompet, namun di kejutkan dengan Viona yang tengah meminum obatnya.


__ADS_2