Kalandra Elvano

Kalandra Elvano
Hilang


__ADS_3

“Ini pada kemana sih di teleponin pada susah banget, engga pada angkat” gerutu Viona ketika Kalan dan Varo tidak kunjung mengangkat telponnya.


“Gemaaa” teriak Viona ketika Gema tersungkur ke bawah.


Bagaimana Gema tidak tersungkur? Gema hanya seorang diri melawan 20 orang sendirian, sekuat apapun Gema, Gema akan tetap kalah. Ingat! Gema masih anak berumur 15 tahun. Sudah bertahan sampai saat ini saja Gema sudah bisa di bilang hebat.


“Gue engga bisa diem aja kaya gini, gue harus bantu Gema!” monolog Viona. Bukan Viona tak bisa melawan, Viona bisa saja melawan namun mengingat kondisi tubuhnya yang kini sudah tidak sekuat dulu, Viona tak sehebat itu sekarang. Namun apa mau di kata, Viona ya Viona, Viona tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Gema 30 menit yang lalu.


Viona turun dari mobilnya yang kemudia menghajar beberapa musuh yang menghadangnya untuk menolong Gema, “Gem, lo harus kuat” ujar Viona ketika sudah menggapai tubuh Gema yang sudah babak belur.


“Lo.. Lo kenapa harus turun Vi, gue udah bilang lo lari dari sini” kata Gema.


Viona menggeleng, “gue engga bisa Gem, lo bilang lo sayang gue ‘kan? Gue juga sayang lo Gem, sayang banget”


“Gue engga mau lo mati!” lanjut Viona lagi.


Gema melirik belakang Viona, “awas” teriak Gema yang langsung membalikkan badan untuk melindungi tubuh Viona.


Bugh…


“Aaahh…” teriak Gema ketika balok menghantam kepala bagian belakangnya. Tubuh Gema pun ambruk di atas tubuh Viona.


“Gem bangun Gem” panggil Viona dengan menggoyang-goyangkan tubuh Gema.


“Andai saja anda tidak gegabah nona, mungkin teman kesayangan anada tidak akan seperti ini” ucap salah satu pria bertubuh besar menghampiri keduanya.


“Sorry Gem” ucap Viona yang melihat tubuh Gema diangkat.


“Mari ikut saya nona”


“Enggak!” jawab Viona dengan sarkas.


Pria tersebut menarik nafasnya panjang yang kemudian memberikan kode kepada anak buahnya yang lain.


Bugh…


Satu pukulan pada tengkut Viona membuat Viona langsung tak sadarkan diri.


“Bawa saja keduanya kehadapan bos besar, sekarang juga!”

__ADS_1


“Baik bos!” jawab anak buahnya secara serempak.


Tubuh Gema yang sudah babak belur dan tubuh Viona yang sudah terkulai lemas pun di bawa oleh pria yang bertubuh besar untuk bertemu dengan bos besarnya.


***


“Viona?” gumam Varo ketika melihat beberapa panggilan tak terjawab dari Viona sang adik.


Varo menghubungi kembali Viona namun nihil, teleponnya tak kunjung diangkat. Varo mencoba menghubungi ponsel milik Gema, namun hasilnya sama tetap nihil.


Perasaan tak enak kembali kunjung di hati Varo. Varo memilih untuk menghubungi Kalan siapa tau kini Gema dan juga Viona sedang bersama dengan Kalan.


Dering ke lima yang terdengar dari ujung sana pun membuahkan hasil, Kalan mengangkatnya.


Via Telepon


“Halo, Lan?”


“Iya Varo, kenapa?”


“Lo lagi sama Gema sama Viona juga engga?”


“….” Varo hening.


“Kenapa Varo? Ada apa?”


“Hem… Viona sama Gema ada hubungi lo engga Lan?”


“Sebentar” kata Kalan. Kalan menatap layar ponselnya, memang ada beberapa panggilan tak terjawab di layar ponselnya, dan melihat nama Alexa yang terdapat pada layar ponselnya.


“Ada, Viona ada hubungi gue tapi engga gue angkat soalnya gue silent tadi”


“Lo bisa to the point aja engga Varo? Engga usah berbelit-belit kaya gini deh” lanjutnya.


“Eh iya, lo bukannya sama mereka berdua ya? Sekarang kan jadwal Viona kemo lo nemenin dia ‘kan?” lanjut Kalan seakan teringat.


Varo menarik nafasnya panjang, “gue ada urusan tadi sebentar, jadinya gue tinggal Gema sama Viona berdua. Sekarang mereka berdua engga ada kabar”


“Shit!!” decak Kalan.

__ADS_1


“Kita ketemu satu jam lagi di café milik Viona” putus Varo.


“Baik”


Klik… sambungan telepon pun terputus.


“Viona, Viona kamu dimana?” monolog Varo ketika sambungan teleponnya dengan Kalan sudah terputus.


“Kenapa bisa kaya gini sih”


“Kalau gue tau bakal kaya gini kejadiannya, gue engga akan ikut acara sekolah ini. Plesetan sama sekolah!”


“Anjiing!!!” teriak Varo ketika sudah sampai di dalam mobilnya. Varo menyesal, memukul keras stir mobilnya.


***


“Ada apa bang?” tanya Miko kepada Kalan, yang memiliki raut wajah yang tak biasa.


“Gema sama Viona hilang”


“Hah?” celetuk Ardan yang baru saja sampai di tempat.


“hah heh hoh aja lo” celetuk Miko dan ikut meninggalkan Ardan bersama dengan Kalan.


“Loh, pada mau kemana?” tanya daddy Ardi.


“Abang, Ardan sama Miko ada urusan sebentar dad, urusan yang mendesak” jelas Kalan.


“Jika butuh bantuan langsung hubungi daddy”


Kalan mengangguk, “baik” jawabnya yang kemudian langsung meninggalkan hotel untuk pertemuan acara penting hari ini.


***


“Ceritakan secara detail!” ucap Kalan ketika sudah bertemu dengan Varo. Varo pun menceritakan detailnya kepada Kalan.


“Apa sebelumnya lo punya musuh?” tanya Kalan dan Varo menggeleng.


“Gue engga punya musuh, masalah yang dulu udah selesai”

__ADS_1


“Ini bukan rencana lo atau Gema ‘kan?”


__ADS_2