Kalandra Elvano

Kalandra Elvano
Amarah Varo


__ADS_3

"Bang lo engga apa-apa?" tanya Miko kepada Kalan yang sudah membuka matanya.


"Santai" jawab Kalan dengan nada santai seperti tak ada masalah apapun.


Kalan berusaha untuk bangun dari tidurnya namun di cegah oleh Miko, "gue engga sakit!" jawab Kalan ketus, dan Miko tidak bisa menolak itu, akhirnya Miko membiarkan Kalan untuk duduk.


"Daddy sama mommy pasti kesini"


Mendengar itu Miko mengangguk, "mommy dan daddy ada di ruang kepala sekolah, bang"


Kalan kembali memejamkan matanya, menarik nafasnya dalam-dalam dan diam membisu.


"Lo ada masalah apa sebenernya sama Varo?" tanya Gema to the poin.


Kalan membuka matanya dan melihat ke arah Gema, begitu pun dengan Miko yang ikut melihat ke arah Gema.


Mengerutkan kening secara bersamaan seakan aneh dengan sikap Gema yang sekarang, berani, tidak penakut dan tidak seperti anak kecil.


"Kenapa?" tanya Gema lagi dengan nada yang bingung.


"Lo Gema?" tanya Kalan.


Gema menganggukkan kepalanya, "yaiya kalau bukan Gema gue siapa?" tanyanya balik.


"Aneh" celetuk Miko.


"Aneh apanya?"


"Enggak" jawab Miko sambil menggelengkan kepalanya.


Gema semakin mengerutkan keningnya, dan tak lama Gema menggelengkan kepalanya, "jadi, lo ada masalah apa sama si Varo?"


"Viona"


"Kenapa sama Vio?"


"Kayanya lo harus tau tentang Vio. Menurut gue, dengan lo bersikap kaya gini lo nunjukin kalau lo laki banget"


Miko menahan tawanya mendengar penuturan dari Kalan, "emang selama ini gue apa?" raya Gema dengan polosnya.


"Cewe" jawab Kalan dan Miko tertawa terbahak-bahak mendengarnya.


"Sialan" gerutu Gema.


"Viona leukimia" ucap Kalan tiba-tiba.


Gema melongo di buatnya, "leukimia?"


Kalan dan Miko mengangguk, "iya" jawab Kalan.


"Gue engga salah denger 'kan?"

__ADS_1


"Engga, Viona emang kena leukimia"


Baru saja Kalan akan kembali berbicara namun suara sang mommy membuat atensi ketiganya teralihkan.


"Bang" panggil mommy.


"Loh mommy" kata Kalan dengan turun dari brankar yang ada di ruang UKS itu.


"Abang gimana baik?"


Kalan mengangguk, "abang baik mom"


"Miko" panggil daddy.


"Iya dad?"


"Bagaimana ini bisa terjadi?"


"I'm sorry dad"


"Bukan salah Miko dad, ini emang salah abang yang engga fokus" ucap Kalan menimpali.


Daddy mengangguk, "Varo di skors"


"Skors?" celetuk Gema.


Daddy kembali mengangguk, "satu minggu"


"Daddy harus ketemu sama tuan Alexander" ucap daddy lagi.


"Mommy masih mau disini?" tanya sang daddy.


"Mommy harus pulang dad"


"Oke"


"Yaudah, abang, Miko, Gema kalian harus belajar yang benar dan baik. Mommy harus kembali"


"Yes mom"


"Iya tante"


...****************...


"Loh pak, kenapa saya harus di skors? Saya sudah menjalankan hukuman saya dari pak Nino dengan berdiri di lapangan utama" ucap Varo yang tidak terima jika dirinya harus di skors selama satu minggu, menurutnya ini sangatlah tidak adil.


"Hukuman itu tidak seanding dengan apa yang sudah kamu lakukan terhadap murid lain, Varo!"


"Sebading dong pak, saya juga berdiri di lapangan engga satu menit dua menit!" tegas Varo.


"Varo jaga sikap!" ucap Kepala sekolah.

__ADS_1


"Ini engga adil pak!"


"Jangan mentang-mentang Kalan anak yang punya sekolah ini, dan bapak engga bisa adil sama yang lain!"


"Saya juga bisa memanggil papi saya untuk hal ini!"


"Silahkan panggil orang tua kamu, Varo"


"Baik saya akan memanggil orang tua saya" ucap Varo dan meninggalkan ruang kepala sekolah.


Varo berjalan ke ruang ganti untuk mengganti bajunya terlebih dahulu.


Setelah berganti pakaian, Varo menuju kelasnya untuk mengambil ponselnya, menghubungi sang papi.


"Lo kenapa?" tanya teman Varo ketika dirinya sudah selesai menghubungi sang papi.


"Gue di skors"


"Kamu di skors?" timpal Tania.


"Ko bisa?" timpal Ciko.


"Biasa anak manja itu" ketus Varo.


"Gue sekarang lagi nunggu bokap gue buat dateng kesini"


"Ngapain?"


"Buat ngomong sama kepsek kalau gue engga mau di skors, engga adil banget kali. Gue udah di hukum masa tetep di skors juga, engga masuk akal!"


...****************...


"Dasar anak manja lo!" teriak Varo ketika sudah sampai di kelas Kalan.


Varo baru saja keluar dari ruang kepala sekolah bersama dengan sang papi, dan apa yang ia dapatkan?


Varo tetap di skors dan Varo tidak akan mendapatkan fasilitas selama satu minggu itu.


Amarah Varo semakin meluap mendengar hal itu, dengan wajah memerah karena marah, Varo mendatangkan kelas Kalan.


"Brengsek!"


"Gara-gara lo anying, gue di skors dan fasilitas gue di tarik sama bokap gue"


"Salah lo sendiri bukan salah gue!"


"Abang"


"Kalan!" Teriak Gema dan juga Miko.


"Astaga Varo engga ada kapoknya" keluh Gema.

__ADS_1


__ADS_2