
“Lo bisa bikin gue mati di tangan lo Verell, tapi lo engga pelu bawa-bawa Viona dalam masalah kita. Viona engga ada hubungannya sama masalah kita!”
“Dia cewe yang elo sayang ‘kan?”
“Karena dia cewe yang elo sayang dia ada hubungannya sama lo, karena kelemehan elo ada di orang-orang yang elo sayang!” lanjut Verell.
“Ini semua gara-gara lo Daffa! Kalau lo engga ikut campur urusan gue, Viona engga akan kaya gini!” sarkas Gema kepada Daffa.
“Ini bukan karena gue Gem, ini semua karena wanita sialan itu dan juga kakaknya si Varo bego itu. Andai dua tahun lalu gue bisa rasain tubuhnya dan ya andai dua tahun lalu dia engga bilang apapun ke kakaknya perihal gue yang mau kotorin dia, gue engga akan senekat ini”
“Kalian berdua salah besar udah bawa Viona kedalam masalah ini. Kalian engga tau bukan siapa yang ada di belakang Viona yang sebenarnya hem?”
“Keluarga Wijaya” jawab Verell.
“Ya Keluarga Wijaya, apakah kalian tidak tahu seberapa sadisnya keluarga tersebut kepada orang-orang yang sudah mengusiknya?”
“Dan lo engga tau seberapa lelahnya kita menrencanakan ini semua sampai-sampai keluarga Wijaya tidak akan ikut campur?” timpal Dafa tidak menjawab pertanyaan Gema.
“Hajar dia” perintah Verell ekpada anak buahnya untuk menghajar Gema.
Bugh..
Bugh..
Darah mengalir dari sudut bibir Gema tanpa bisa melawan, lihatlah bagaimana bisa Gema melawan jika dirinya saja masih di ikat dengan keras pada kursi yang sedang ia duduki saat ini.
“Lepasin Gema! Kalau kalian punya masalah sama gue, habisin aja nyawa gue jangan Gema!” teriak Viona yang mencoba untuk melepaskan ikatan tangannya.
Gema menggeleng lemah kepada Viona.
“Sorry Gem, gara-gara gue lo jadi ikut terseret ke dalam masalah gue”
__ADS_1
Mendengar itu Gema kembali menggeleng, ini bukan salah Viona, ini salahnya andai dirinya tidak memiliki sepupu seperti Verell dan memiliki masalah dengannya, mungkin kini hidup Viona akan baik-baik saja.
“Hai baby, kanu sudah bangun ternyata. Bagaimana tidur mu? Nyenyak sayang?” tanya Daffa kepada Viona dengan mendekat ke arahnya.
“Lepasin Gema sekarang juga!” ucap Viona lagi yang dimana tubuhnya mulai melemah karena seharusnya Viona meminum obatnya ketika mendengar alarm di jam pergelangan tangannya sudah berbunyi.
“Gema urusan pria itu sayang” ujar Daffa dengan menunjuk kea rah Verell.
“Jangan sentuh gue!” sarkas Viona ketika tangan Daffa mengusap lembut pipi tirus milik Viona.
Mendapat kembali penolakan dari Viona mata Daffa memerah, Daffa tak segan-segan untuk menjambak rambut Viona, “jangan!” teriak Gema ketika melihat rambut Viona di jambak.
“Ash… Sialan!” decak Gema dan berusaha untuk melepaskan ikatan yang berada di pergelangan tangannya.
Verell yang melihat drama di hadapannya pu n tersenyu penuh kemenangan.
“Anjing lo semua!”
sudah berhasil di lepas.
Bugh…
Bugh…
Bugh…
Sret…
Gema mengahajar semua
anak buah Verell dan Daffa secara membabi buta.
__ADS_1
“Brengsek!” teriak Gema
lagi dan menghajar habis-habisan kakak sepupunya itu, Verell pun tak kalah
siap, Gema dan Verell berkelahi secara sadis.
Bugh..
Bugh…
“Mati aja lo bangsat!”
teriak Gema.
Gema beralih menghajar
Daffa secara membabi buta, “gara-gara lo anjing, Viona jadi dalam bahaya!”
sarkas Gema dengan nada penuh penekanan.
Tak lama..
Dor…
Dor…
Dor…
Mendengar suara pistol,
Gema dan Daffa berhenti berkelahi, dengan cepat Daffa melarikan dirinya
__ADS_1
melewati jendela yang berada di kamar Viona.