Kalandra Elvano

Kalandra Elvano
Vio Minum Apa?


__ADS_3

"Gue ngantuk banget Gem" bisik Vio kepada Gema yang sedang serius memperhatikan guru yang sedang menerangkan tentang pelajaran sejarah.


Sudah satu bulan berjalan Viona bersekolah di SMP Satya.


Seperti biasa setiap harinya Viona selalu dirundung rasa bahagia yang dibuat olehnya dan teman-temannya.


Siapa teman Vio? Yang pasti hanya Gema dan Fedrika sajalah untuk saat ini.


Dan sampai saat ini pula Viona belum mendapatkan restu untuk berteman dari seorang Kalan.


"Masih SMP kok udah kaya anak SMA" celetuk Viona lagi.


"Jangan berisik Vi, ini pelajaran kesukaan gue kalau lo mau tau"


"Kok bisa sih, Gem?"


Gema mengangguk, "karena gue tipe anak yang susah moveon, Vi" jawab Gema dengan kekehan kecil.


Viona mendengus, "masih kecil udah moveon-moveonan aja lo"


"Gitu aja baper" kata Gema dan kembali terkekeh.


Gema kembali menatap guru sejarah sedangkan Viona menatap pria tampan yang berada di sampingnya yang sedang menulis, entah menulis apa sepertinya pria itu sangat serius dan sangat detail.


Viona menopang dagunya, dan hanyut dalam lamunannya, tersenyum manis saat lihat pria itu masih tetap menatap buku tulisnya di bandingkan dengan dirinya yang sejak tadi menatapnya.


"Vi" panggil Gema yang sudah sejak tadi menyenggol Viona.


Tak di sangka pria itu pun ikut menoleh ke arah Viona yang sejak tadi sudah menatap dirinya, Viona tersenyum ke arah pria itu.


"Viona Alexander!" panggil guru sejarah itu membuat lamunan Viona terbuyarkan.


Siswa dan siswi yang berada di dalam kelas itu pun menahan tawanya, terkecuali Kalan, Miko dan juga Gema yang sama sekali menganggap itu tidak lucu.


"Eh iya bu"


"Apakah kamu bisa menjelaskan apa yang tadi saya jelaskan di depan sini?" tanya sang guru sejarah dengan jelas.


Viona melirik sekilas ke arah Gema dan menyenggol lengan Gema.


Gema yang mengerti pun memberikan buku catatannya.


Vio melihat sekilas dan menganggukkan kepalanya, untung saja tadi dirinya sempat mendengarkan walaupun hanya sedikit.


"Bisa bu"


"Baik, kalau begitu silahkan berdiri di depan kelas dan tolong jelaskan kepada teman-teman kamu yang lain"


"Baik bu" jawab Viona.


Viona pun maju ke depan kelasnya, dengan menarik nafasnya dalam-dalam, Viona pun menjelaskan tentang apa yang ia dengar tadi.


Manusia Praaksara di Indonesia


Manusia yang hidup pada zaman praaksara (prasejarah) di sebut sebagai manusia purba. Tanah air kita sudah dihuni oleh manusia sejak jutaan tahun yang lalu. Fosil-fosil manusia purba sudah banyak ditemukan di Indonesia sejak jutaan tahun yang lalu terutama di Pulau Jawa.


Ada beberapa jenis manusia purba yang di temukan di wilayah Indonesia :

__ADS_1



Meganthropus Paleojavanicus (manusia besar dan tertua di pulau jawa)



Fosil Meganthropus Paleojavanicus ditemukan pada tahun 1941 oleh Koenigswald di Sangiran (Sragen) daerah Surakarta Jawa Tengah. Fosil yang ditemukan berupa rahang atas dan gigi lepas. Manusia ini hidup sezaman dengan Pithecanthropus Mojokertensis namun tingkatan kehidupannya lebih primitif. Dengan metode statigrafi, Fosil Meganthropus Paleojavanicus diperkirakan berumur + 1-2 juta tahun yang lalu.


2.     Pithecanthropus


Jenis makanannya adalah tumbuh-tumbuhan dan daging binatang buruan.


Bentuk tubuh dan wajahnya \= berbeda dengan manusia sekarang.


Tingkat kehidupannya \= masih primitif


Hidup dalam kelompok-kelompok dan selalu berpindah-pindah (nomaden).


Alat-alat yang digunakan \= terbuat dari dari batu kasar (kapak perimbas, kapak genggam dan alat serpih)


Adapun jenis-jenis Pithecanthropus antara lain ;


A. Pithecanthropus Mojokertoensis ( Manusia kera dari Mojokerto)


Ditemukan tahun 1936 oleh Duefjes dan Von Koenigswald di Perning Mojokerto.


Bentuk temuanya \= tengkorak manusia berusia 6 th kemudian setelah diteliti ternyata diperkirakan 1,9 juta tahun.


"Pinter banget nih cewe" puji Kalan dalam hati.


"Gilaa sih, pantes tuan muda Kalan klepek-klepek sama ini cewe, ternyata pinter juga"


Pada tahun 1938 dua  ahli bernama \= De Terra dan Molvius   mengadakan penelitian ulang dan hasilnya memperkuat pendapat Von Koenigswald.


B. Pithecanthropus Erektus (Manusia kera berjalan tegak)


Fosil ini ditemukan tahun 1890 oleh Eugene Dobois di desa Trinil ( Ngawi, Jawa Timur).


Temuanya  berupa tulang rahang bagian atas tengkorak, gerakan dan tulang kaki tubuh Pithecanthropus Erektus lebih maju.


Pthecanthropus Soloensis (Manusia kera dari solo)


Ditemukan pada  tahun 1931 -1933. Oleh Koenigswald dan Oppennorth di daerah Ngandong dan Sangiran. Di tepi bengawan Solo.


Hasil temuanya \= tulang kering dan tengkorak.


"Cukup bu" ucap Viona setelahnya.


"Izin menambahkan bu" ucap Kalan dengan mengangkat tangan kanannya.


"Silahkan"


3. Homo


Homo itu manusia yang jenisnya lebih sempurna dan lebih muda di banding kedua manusia purba yang lain.


Ciri-cirinya adalah sudah berdagu, tonjolan kening sudah berkurang. Dan tingkat kecerdasanya lebih tinggi di banding Pithecanthropus.

__ADS_1


Telah mengenal pertanian dan berladang tapi hidupnya masih berpindah-pindah. Hidup menetap dalam waktu agak lama kira-kira tiga waktu masa panen dan berpindah lagi.


Alat-alat yang dipakai \= batu yang diasah lebih halus seperti beliung persegi, kapak lonjong dan pemukul kayu.


Adapun jenis jenis manusia Homo yang ditemukan di Indonesia adalah sebagai berikut :


Homo Soloensis ( Manusia dari Solo)


Fosil ini ditemukan pada tahun 1931 – 1934 oleh Von Koenigswald dan Wedenreich di desa Ngadong lebah Bengawan Solo. Fosilnya berupa tengkorak menurut penelitian terrnyata Homo Soloensis tingkatanya lebih tinggi di banding Pithecanthropus Erektus.


Homo Wajakensis


Fosil ini ditemukan pada tahun 1889 oleh Eugene Dobois di desa Wajak( Tulung Agung) Jawa Timur.


Fosil yang ditemukan berupa tulang tengkorak, rahang atas dan rahang bawah tulang pah dan tulang kering.


Homo Wajakensis  golongan homo Sapiens kelompok manusia purba maju dan terakhir. Dan ini membuktikan bahwa Indonesia sejak 40.000 tahun yang lalu sudah didiami manusia sejenis Homo Sapiens.


"Tepuk tangan untuk Viona dan juga Kalan" ucap Ibu sejarah setelah Kalan duduk.


"Kalian luar biasa" puji ibu sejarah.


"Terimakasih bu" ucap Viona dan juga Kalan.


Viona semakin di buat jatuh cinta oleh Kalan.


"Ibu suka sama kalian berdua" puji nya lagi dan teman-temannya pun bertepuk tangan untuk itu.


Terdnegar suara bel tanda istirahat telah tiba.


"Baik,katena jam istirahat sudah tiba kita tutup pertemuan kita hari ini, terimakasih untuk hari ini, sampai bertemu kembali minggu depan"


"Iya ibu sama-sama"


"Thanks" ucap Viona kepada Kalan ketika guru sejarah telah keluar, Kalan menjawab hanya dengan satu anggukan saja.


"Di luar doang cuek, di dalemnya udah kaya ikan engga pake air" bisik Miko dengan nada ledekan.


"Berisik" ucap Kalan dengan nada yang dingin, Miko hanya terkekeh di buatnya.


"Lo keren, Vi" puji Gema.


Viona tersenyum, "iya dong, siapa dulu, Viona" puji nya pada diri sendiri.


"Kantin yuk, laper" ajak Gema kepada Viona.


Baru saja Viona akan menjawab ajakan dari Gema, namun suara alarm yang berasal dari jam yang berada di pergelangan tangannya pun mampu menahan perkataannya.


"Lo duluan aja, nanti gue nyusul ya"


"Oke"


"Yaudah gue duluan" ucap Gema kepada Vio, Vio mengangguk.


Setelah kepergian Gema, Viona langsung mengambil obat miliknya yang berada di tasnya.


Seperti biasa Vio akan meminum obatnya disaat kelas sudah sepi.

__ADS_1


"Vio minum apa?" tanya seorang pria yang sedang mengintip di balik pintu.


__ADS_2