
“Mik, itu mobil Bang
Kalan Mik” ucap Ardan ketika melihat mobil Kalan yang masih berjalan dengan
kecepatan tinggi.
“Kita kej…” belum Miko
menyelesaikan perkataannya, kejadiaan yang ada di hadapannya membuatnya semakin
shock sampai motor yang ia kendarai pun berhenti secara mendadak.
“Abaaaang!!!” teriak
Miko dan Ardan..
Kecelakaan tidak
terelakan lagi, Kalan mengahantam sebuah truk tepat di hadapanya, dan mobil
Kalan pun berguling.
Dan
BOM
Mobil Kalan pun meledak
dan terbakar.
Miko, Ardan termenung
ketika melihat mobil Kalan yang sudah terbakar itu.
“Kalan!” teriak daddy
Ardi yang baru saja sampai di tempat kejadian dengan langsung berlari mendekat
ke arah kobaran api itu.
“Cepat panggil
ambulance!” perintah Hans kepada siapapun yang berada di tempat.
***
“Bang sadar bang” ucap
Nathan yang berusaha membangunkan sang kakak.
Kini tubuh Kalan sudah
berada di atas brankar rumah sakit dengan tubuh yang sudah di lumuri dengan banyak
darah.
__ADS_1
Kini seluruh keluarga
besar Wijaya sedang menunggu Kalan dengan harap-harap cemas, tak lama menunggu
dokter Sisil yang bertugas memeriksa Kalan pun keluar.
Dokter Sisil menghela
nafasnya dalam-dalam, “maaf tuan besar dan nyonya besar dengan berat hati saya
akan sampaikan bahwa tuan muda Kalan kini koma”
Brukkk
Mommy Adin sudah tidak
bisa menahan keterkejutannya lagi, tubuh yang sudah lemah dan kesadarannya
hilang kembali.
“Mommy” teriak Tisha
yang berada di dekat sang mommy.
Daddy yang mendengar
teriakan dari Tisha pun dengan sigap mengangkat tubuh sang istri dan langsung
membawa istrinya ke ruang UGD. Daddy Ardi sama kalutnya dengan sang istri,
Ardi saja. Tapi, mau bagaimana pun daddy Ardi harus lebih kuat dari siapapun
apalagi kepada keluarganya, keluarganya membutuhkan sisa kekuatan ketegaran
dari daddy Ardi untuk menghadapi ini semua.
Kembali lagi pada
rungan ICU.
Kini sebagian keluarga
Wijaya sedang menghadapi kesedihan yang sangat luar biasa sedihnya itu. Bagaimana
tidak? Seorang Kalan yang terkenal sangat bertanggung jawab dan lembut itu
harus terbujur lemah dengan alat ada di seluruh tubuhnya untuk membiarkannya
hidup.
Para adik dan adik
sepupu Kalan harus melihat Kalan yang sangat lemah seperti sekarang, Kalan
adalah kakak tertua yang sangat disegani, bagaimana pun juga pembawaan Kalan yang
__ADS_1
sangat lembut kepada para adik dansepupunya itu memberikan kesan tersendiri
kepada mereka, mereka sangat menyangi Kalan, bahkan mereka sangat terkejut
dengan apa yang dialami oleh Kalan ini. Ternyata dalam segi mental Kalan tidak
sekuat itu.
Kalan juga punya sisi
lemah, yaitu hati. Hati Kalan yang selembut sutra dapat hancur dengan lebur
hanya karena wanita yang sangat ia sayangi telah meninggalkannya untuk
selamanya, yang mereka tahu bahwa Viona hanyalah sahabat Kalan saja. Tetapi setelah
kejadian ini, mereka mengakui dan tersadar bahwa Viona memang memiliki tempat
yang special di hati Kalan, dan mereka mengerti sangat-sangat mengerti bahwa
Viona adalah sumber kebahagian dan kehidupan Kalan.
Kini keluarga Wijaya
tidak bisa melakukan apapun lagi, mereka semua hanya bisa berdoa dan pasrah
dengan takdir Tuhan yang sedang ebrjalan ini. Mereka hanya bisa berharap bahwa
Kalan akan kembali sadar dan kembali seperti semula.
“Lo harus kuat, Sha”
bisik Miko kepada Tisha yang kini berada di pelukannya.
Tisha baru terisak
ketika mendengar bahwa sang kakak kini mengalami koma. Tisha menggelengkan
kepalanya dengan lemah, bagaimana dirinya bisa sabar jika sang kakak yang
sangat ia sayangi sudah terbujur lemah di ruangan sana dengan beberapa alat
yang menopang hidupnya.
“Gue tau lo anak yang
kuat, Sha” ucap Miko lagi. Sebenarnya Miko juga ingin menangis, tapi harus
bagaimana? Miko harus menahannya, Miko harus terlihat kuat untuk menjaga para
sepupunya di saat Kalan sedang tidak ada, karena itu adalah suatu perintah
mutlak dan juga sebuah tanggung jawab yang besar yang sudah di limpahkan
kepadanya sejak dulu.
__ADS_1