Kalandra Elvano

Kalandra Elvano
Kalan Koma


__ADS_3

“Mik, itu mobil Bang


Kalan Mik” ucap Ardan ketika melihat mobil Kalan yang masih berjalan dengan


kecepatan tinggi.


“Kita kej…” belum Miko


menyelesaikan perkataannya, kejadiaan yang ada di hadapannya membuatnya semakin


shock sampai motor yang ia kendarai pun berhenti secara mendadak.


“Abaaaang!!!” teriak


Miko dan Ardan..


Kecelakaan tidak


terelakan lagi, Kalan mengahantam sebuah truk tepat di hadapanya, dan mobil


Kalan pun berguling.


Dan


BOM


Mobil Kalan pun meledak


dan terbakar.


Miko, Ardan termenung


ketika melihat mobil Kalan yang sudah terbakar itu.


“Kalan!” teriak daddy


Ardi yang baru saja sampai di tempat kejadian dengan langsung berlari mendekat


ke arah kobaran api itu.


“Cepat panggil


ambulance!” perintah Hans kepada siapapun yang berada di tempat.


***


“Bang sadar bang” ucap


Nathan yang berusaha membangunkan sang kakak.


Kini tubuh Kalan sudah


berada di atas brankar rumah sakit dengan tubuh yang sudah di lumuri dengan banyak


darah.

__ADS_1


Kini seluruh keluarga


besar Wijaya sedang menunggu Kalan dengan harap-harap cemas, tak lama menunggu


dokter Sisil yang bertugas memeriksa Kalan pun keluar.


Dokter Sisil menghela


nafasnya dalam-dalam, “maaf tuan besar dan nyonya besar dengan berat hati saya


akan sampaikan bahwa tuan muda Kalan kini koma”


Brukkk


Mommy Adin sudah tidak


bisa menahan keterkejutannya lagi, tubuh yang sudah lemah dan kesadarannya


hilang kembali.


“Mommy” teriak Tisha


yang berada di dekat sang mommy.


Daddy yang mendengar


teriakan dari Tisha pun dengan sigap mengangkat tubuh sang istri dan langsung


membawa istrinya ke ruang UGD. Daddy Ardi sama kalutnya dengan sang istri,


Ardi saja. Tapi, mau bagaimana pun daddy Ardi harus lebih kuat dari siapapun


apalagi kepada keluarganya, keluarganya membutuhkan sisa kekuatan ketegaran


dari daddy Ardi untuk menghadapi ini semua.


Kembali lagi pada


rungan ICU.


Kini sebagian keluarga


Wijaya sedang menghadapi kesedihan yang sangat luar biasa sedihnya itu. Bagaimana


tidak? Seorang Kalan yang terkenal sangat bertanggung jawab dan lembut itu


harus terbujur lemah dengan alat ada di seluruh tubuhnya untuk membiarkannya


hidup.


Para adik dan adik


sepupu Kalan harus melihat Kalan yang sangat lemah seperti sekarang, Kalan


adalah kakak tertua yang sangat disegani, bagaimana pun juga pembawaan Kalan yang

__ADS_1


sangat lembut kepada para adik dansepupunya itu memberikan kesan tersendiri


kepada mereka, mereka sangat menyangi Kalan, bahkan mereka sangat terkejut


dengan apa yang dialami oleh Kalan ini. Ternyata dalam segi mental Kalan tidak


sekuat itu.


Kalan juga punya sisi


lemah, yaitu hati. Hati Kalan yang selembut sutra dapat hancur dengan lebur


hanya karena wanita yang sangat ia sayangi telah meninggalkannya untuk


selamanya, yang mereka tahu bahwa Viona hanyalah sahabat Kalan saja. Tetapi setelah


kejadian ini, mereka mengakui dan tersadar bahwa Viona memang memiliki tempat


yang special di hati Kalan, dan mereka mengerti sangat-sangat mengerti bahwa


Viona adalah sumber kebahagian dan kehidupan Kalan.


Kini keluarga Wijaya


tidak bisa melakukan apapun lagi, mereka semua hanya bisa berdoa dan pasrah


dengan takdir Tuhan yang sedang ebrjalan ini. Mereka hanya bisa berharap bahwa


Kalan akan kembali sadar dan kembali seperti semula.


“Lo harus kuat, Sha”


bisik Miko kepada Tisha yang kini berada di pelukannya.


Tisha baru terisak


ketika mendengar bahwa sang kakak kini mengalami koma. Tisha menggelengkan


kepalanya dengan lemah, bagaimana dirinya bisa sabar jika sang kakak yang


sangat ia sayangi sudah terbujur lemah di ruangan sana dengan beberapa alat


yang menopang hidupnya.


“Gue tau lo anak yang


kuat, Sha” ucap Miko lagi. Sebenarnya Miko juga ingin menangis, tapi harus


bagaimana? Miko harus menahannya, Miko harus terlihat kuat untuk menjaga para


sepupunya di saat Kalan sedang tidak ada, karena itu adalah suatu perintah


mutlak dan juga sebuah tanggung jawab yang besar yang sudah di limpahkan


kepadanya sejak dulu.

__ADS_1


__ADS_2