
Bugh....
Satu lemparan bola basket tepat mengenai kepala Kalan.
Kalan yang memang tidak begitu fokus dan menghiraukan teriakan dari Miko, akhirnya terkena lemparan bola basket yang sangat keras dari Varo.
"Abang" teriak Miko.
"Kalan" teriak Gema.
Miko dan Gema mengejar Kalan.
"Bawa Kalan ke ruang UKS cepat!" perintah tegas dari pak Nino.
Mendengar perintah dari pak Nino, siswa yang lain pun membawa Kalan yang sudah pingsan ke ruang UKS.
Bebebeda halnya dengan Miko dan juga Gema, mereka berdua mendekat ke arah Varo, "sialan lo" teriak Miko.
"Brengsek lo" teriak Gema.
"Heh stop!" teriak pak Nino.
"Apa-apaan kalian ini?" tanya pak Nino dan mendekat kepada ketiga anak itu yang sudah siap untuk bertengkar.
"Varo!" panggil pak Nino.
"Iya Pak?"
"Kenapa kamu dengan sengaja melemparkan bola basket ke arah Kalan?"
"Saya engga sengaja pak!"
"Mata kita engga buta ya, kalau lo itu sengaja ngelempar bola basket ke arah Kalan!" jawab Gema dengan tegas.
Gema sudah mulai tegas guys sepertinya karena sering ikut nimbrung dengan Kalan dan juga Miko.
Dengan gaya tidak bersalahnya, Varo tetap yakin dengan jawabannya, "gue bilang engga ya engga"
Bugh...
Satu tinjuan lolos di rahang milik Varo.
"Miko!" teriak Gema dan juga Pak Nino.
dengan cepat Gema menarik Miko dan pak Nino menarik Varo agar tidak terjadi perkelahian kembali.
"Bgst lo!" teriak Varo.
"Lo yang bgst!"
"Lo udah berani-berani nyentuh abang gue!" teriak Miko dengan badan yang meronta meminta untuk di lepaskan.
"Udah udah" teriak pak Nino menengahi.
"Varo saya tau kamu memang sengaja melemparkan bola basket itu ke arah Kalan. Karena hal itu kamu harus di hukum dengan berdiri di lapangan utama sampai jam pulang sekolah!"
Pa Nino melepaskan Varo, tanpa menjawab Varo langsung pergi dari lapangan basket dan pergi ke lapangan utama untuk menjalankan hukumannya.
__ADS_1
"Dan kamu Miko, jaga emosi kamu! Jangan sampai buat orang lain terluka karena emosi kamu yang tidak bisa di jaga"
Miko menarik nafasnya dalam-dalam, "baik Pak"
"Kalau begitu saya permisi, saya harus konfirmasi kejadian ini kepada kepala sekolah"
"Baik Pak" jawab Miko dan juga Gema.
"Thanks" ucap Miko kepada Gema setelah kepergian pak Nino.
Gema mengangguk, "iya"
"Kita harus ke ruang UKS" kata Miko dan Gema menganggukkan kepalanya.
...****************...
"El" teriak Vio ketika melihat video yang dikirimkan oleh Hana.
Lima menit yang lalu Hana mengirimkan video yang dimana terlihat dengan jelas bahwa Varo dengan sengaja melemparkan bola basket ke arah Kalan.
"Varo!" greget Vio kpada kakak tirinya itu.
^^^Viona Alexander^^^
^^^Sekarang keadaan Kalan gimana, Han?^^^
Setelah membalas pesan Hana, Vio mulai mencari nama Kalan, untuk menanyakan keadaannya.
^^^Viona Alexander^^^
5 menit...
10 menit..
15 menit...
Pesan itu tak kunjung di balas, Viona pun mulai mencari nama sang sahabat dekatnya, Gema.
^^^Viona Alexander^^^
^^^Gema,^^^
^^^Gema..^^^
^^^Gema...^^^
^^^Kalan gimana sekarang keadannya Gem?^^^
"Pada kemana sih ini, ko engga di bales" ketus Viona.
"Gue harus cari si Varo!" kesalnya.
^^^Viona Alexander^^^
^^^Varo!^^^
^^^Lo bener-bener ya!^^^
__ADS_1
^^^Lo apain itu anak orang hah?^^^
^^^Lo emang keterlaluan, selalu cari masalah sama orang lain!^^^
^^^Udah cukup gue aja yang lo sakitin! Jangan ada orang lain!^^^
^^^Udah cukup nyokap gue yang engga ada gara-gara nyokap lo!^^^
^^^Dan cukup bokap gue yang lo ambil, jangan ada orang lain yang harus lo sakitin!^^^
^^^Lo bener-bener ya Varo!^^^
^^^Gue engga nyangka di dunia ini ada manusia kaya lo, yang jahat, engga punya hati nurani lo!^^^
^^^Nyesel se nyesel nyeselnya gue pernah bahagia punya kakak laki-laki kaya lo!^^^
^^^Varo brengsek!^^^
Setelah mengeluarkan unek-unek yang ada pada dirinya, Vio menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkan nya secara perlahan.
"Dasar Varo!"
"Pengen gue cekik itu anak"
Dret.... Dret... Dret...
"Ck, siapa sih?" tanya Vio dengan nada yang sangat kesal.
Membuka ponselnya dan membaca notifikasi yang ada di layar ponselnya.
Papi Durjanađź’”
Viona kamu dimana?!
Kata mbo kamu engga pulang semalaman!
Kamu bertengkar lagi sama Varo?
Kamu itu kenapa sih Vio? Kamu belum bisa terima papi nikah sama maminya Varo? Udah lama loh ini Vio
Kamu harus bisa hormatin Varo, Vi!
Bagaimana pun juga dia kakak kamu Vio!
Viona tertawa miris membaca pesan dari papinya, papi yang seharusnya cinta pertama anak perempuannya, namun Vio memiliki papi laki-laki pertama yang di benci olehnya, sebelum Varo.
...****************...
"Bang lo engga apa-apa?" tanya Miko kepada Kalan yang sudah membuka matanya.
"Santai" jawab Kalan dengan nada santai seperti tak ada masalah apapun.
Kalan berusaha untuk bangun dari tidurnya namun di cegah oleh Miko, "gue engga sakit!" jawab Kalan ketus, dan Miko tidak bisa menolak itu, akhirnya Miko membiarkan Kalan untuk duduk.
"Daddy sama mommy pasti kesini"
Mendengar itu Miko mengangguk, "mommy dan daddy ada di ruang kepala sekolah, bang"
__ADS_1