Kalandra Elvano

Kalandra Elvano
Bingung


__ADS_3

"Engga usah dok"


"Kenapa?"


"Emmmm.. " Viona mencari alasan.


"Aku engga bisa kasih kamu obat gitu aja kalau aku aja engga tau sakit kamu apa" jelas dokter Sesil.


"Maaf, sepertinya kamu bukan sakit biasa" lanjut dokter Sesil.


"Siapkan saja ruangannya sekarang juga dok!" timpal Kalan dengan tegas.


Dokter Sesil menganggukkan kepalanya, dan Viona tidak berkata apa-apa hanya bisa diam.


"Akan saya siapkan terlebih dahulu" udap dokter Sesil.


"Kita engga balik lagi ke sekolah aja? " tanya Viona kepada Kalan yang kini tengah sibuk mengutak-atik ponsel miliknya.


"Engga! Lo harus di periksa lebih lanjut dulu, gue engga mau kalau kita kesini tapi hasilnya nihil, gue engga dapet apa-apa"


"Emang lo mau tau tentang apa?"


"Penyakit lo!"


"Asal lo tau, gue pernah engga sengaja liat lo minum obat di dalam kelas dan bingung saat Gema temen lo itu pesenin lo bakso dan es teh manis!" jelas Kalan.


Viona tetap diam.


Dret... Dret.. Dret... ponsel Viona bergetar.


Viona mengambil ponselnya. Begitu pun dengan Kalan yang mengambil ponselnya dan menjauh dari Viona.


Gema Takbir πŸ“£πŸ“£πŸ“£


Ona engga apa-apa?


Ko engga balik-balik ke sekolah?


Ona Sakitnya parah?


^^^Viona^^^


^^^Gue engga apa-apa ko Gem, lo santai aja^^^


^^^Tapi gue engga bisa balik lagi ke sekolah, harus banyak istirahat katanya.^^^


Gema TakbirπŸ“£πŸ“£πŸ“£


Tapi lo engga di apa-apain 'kan sama si cuek bebek itu?

__ADS_1


^^^Viona^^^


^^^Eh ngomongnya kaya bukan anak SMP πŸ˜‚πŸ˜‚^^^


Gema TakbirπŸ“£πŸ“£πŸ“£


Nanti Gema mau jenguk Ona ya, sama si duplikatnya cuek bebek nih


^^^Viona^^^


^^^Siapa?^^^


Gema Takbir πŸ“£πŸ“£πŸ“£


MikoπŸ˜„


^^^Viona^^^


^^^Gema Takbir ngomongnya kaya engga sekolah! 😌^^^


"Kemana si Kalan?" monolog Viona ketika Kalan tak kunjung datang.


Viona kembali melihat ke selang infusnya, "kenapa harus kamu dateng lagi di saat yang tidak tepat?"


...****************...


Miko Maspura πŸ“ž


"Kenapa bang?"


"Viona harus di periksa lebih lanjut, ada yang di sembunyiin dari Viona"


"Gue dapet obatnya, mau gue fotoin?"


"Kirim aja ke gue, nanti gue kasih tau ke dokter Sesil"


"Oke bang"


Tut... Tut... Tut..


Dret.. Dret.. Dret..


Miko Maspura


Miko mengirimkan satu foto


"Bang ini obatnya"


^^^Kalandra^^^

__ADS_1


^^^Oke thanks^^^


Setelah mendapatkan foto yang dikirim oleh Miko, Kalan segera melangkahkan kakinya untuk menemui Dokter Sesil.


Tentu tidak kembali ke ruangan Dokter Sesil, karena di ruangan dokter Sesil sudah ada Viona.


"Dok" panggil Kalan dengan sopan.


"Iya tuan muda"


"Saya mau berbicara dengan anda"


"Baik, mau disini atau di ruangan saya?"


"Disini saja dok, ini mengenai Viona"


Dokter Sesil mengangguk, "baik, disini juga aman kok"


"Sebentar, saya akan perintahkan suster untuk keluar terlebih dahulu" lanjutnya.


"Baik Dok" jawab Kalan.


Dokter Sesil mengangguk, dan berjalan ke ara para suster untuk memberitahukan mereka untuk menemui Viona di ruangannya sampai dirinya datang menemui mereka kembali.


Setelah ruangan sepi, Doter Sesil kembali menghampiri Kalan.


"Ada yang bisa saya bantu, tuan muda?" tanya Dokter Sesil lagi.


Kalan membuka galeri nya, "ini obat apa dok? Ini obat yang di konsumsi oleh Viona. Obat ini di dapatkan oleh Miko"


"Sebentar ya, boleh saya lihat?"


Kaan mengangguk, "boleh dok" jawabnya dengan memberikan ponselnya kepada Dokter Sesil.


Dokter Sesil mengambil ponsel milik Kalan, melihat dengan teliti obat-obatan itu.


"Boleh tuan muda mengirimkannya kepada saya?"


"Boleh dok" jawab Kalan sambil mengirimkan foto ke dokter Sesil.


"Memang kenapa dok?"


"Sepertinya itu bukan obat yang biasa. Apakah obat ini diminum di jam yang rutin?"


Kalan sempat berfikir, "saya belum pernah melihat Viona minum rutin sih Dok, tapi Vio minum obat ini setelah alarm di jam tanganya berbunyi"


"Saya bukan dokter penyakit dalam, tapi sepertinya saya tau tentang obat ini. Untuk memastikannya, saya akan menanyakannya kepada suami saya"


"Baik dok"

__ADS_1


Dokter Sesil sangatlah hati-hati, bagaimana tidak hati-hati. Ini menyangkut nyawa seseorang begitu pun dengan karirnya yang berada di ujung tanduk jika salah sedikit saja melangkah, tamatlah sudah riwayatnya.


"Sebenarnya sakit apa, Viona?"


__ADS_2