Kalandra Elvano

Kalandra Elvano
Latisha


__ADS_3

“Dari mana kamu bang?” tanya mommy ketika Kalan baru saja tiba di rumahnya.


“Abis main sama Viona dan Gema mom”


“Oh, kenapa engga di ajak kesini Viona sama Gema nya?”


“Mereka cape mom, kan abis main di taman seharian” jawab Kalan dan diangguki oleh sang mommy.


“Yaudah kalau gitu, kamu ganti baju dulu. Tisha udah cari kamu tuh, katanya mau belajar sama kamu”


Kalan mengangguk, “iya mom”


“Abang ke kamar dulu”


“Iya sayang”


Latisha, adik Kalan ke 3 setelah Latikha. Latisha dan Latikha adalah anak kembar mommy Adin dan daddy Ardi. Mereka berdua lahir setelah Kalan berusia 2 tahun. Walaupun mereka berdua kembar identik tetapi mereka memiliki kepribadiaan yang sangat berbeda.


Latikha yang sangat feminim sangat dekat dengan sang adik Nathan, sangat suka dengan novel karena menurutnya membaca novel adalah salah satu penghilang rasa stress, Latisha memiliki cita-cita menjadi seorang pramugari berbeda jauh dengan kakak dan kedua adiknya.


Sedangkan Latisha, adalah gadis tomboy yang sangat dekat dengan sang kakak, Kalandra. Menurutnya dekat dengan Kalan itu sangatlah seru, kenapa? Karena Kalan selalu menuruti kemauan adik-adiknya, Kalandra selalu meng-iyakan apa yang dikatakan oleh sang adik. Latisha memang yang paling dekat dengan Kalan. Latisha sangat suka dengan apa yang dilakukan oleh Kalan, sampai-sampai Latisha selalu mengikuti apa yang dikerjakan oleh Kalan. Walaupun Latisha masih SD tetapi kemampuan Latisha dalam mengasah otak tentang perusahaan sudah patut diacungkan jempol, karena Tisha sudah mulai menguasai beberapa hal tentang perusahaan. Siapa lagi kalau bukan Kalandra yang mengajarkannya, mengajarkan bagaimana cara memecahkan masalah dari yang mudah hingga yang rumit sekalipun. Maka dari itu cita-cita seorang Latisha adalah, menjadi seperti sang kakak Kalandra.


Tok… Tok… Tok…


“BangKa” panggil Latisha di balik pintu kamar Kalan.


BangKa adalah singkatan dari Bang Kalan.


“Sebentar” jawab Kalan yang tidak lama membukakan pintu untuk Latisha.


“Ada apa hem?” tanya Kalan setelah membuka pintu kamarnya dan melihat sudah ada Latisha di depan kamarnya.


“Mau belajar”


“Belajar apa de? Kamu tuh udah bisa semua apa yang harus kamu pelajari lagi de?”


“Pokoknya Tisha mau belajar” ujarnya dengan mendorong sang kakak untuk masuk ke dalam kamarnya.


“De Tisha, dengerin abang” ucapnya dengan memegang kedua tangan sang adik.


“Tisha masih SD, jangan terlalu menekan otak kamu sama perusahaan. Nanti kalau sudah tiba waktunya, abang pasti bakal ajarin kamu tentang perusahaan, oke?”


“Tapi abang juga udah mahir tentang perusahaan, padahal abang masih SMP”


“Abang berbeda sayang”

__ADS_1


“Apa bedanya?”


“Abang itu anak laki-laki pertama di keluarga kita. Abang adalah contoh untuk kalian bertiga, abang juga memiliki tanggung jawab kepada daddy, tanggung jawab abang itu adalah kalian bertiga, jadi sebisa mungkin abang harus bisa menguasai semua hal menyangkut perusahaan, karena setelah daddy pasti akan abang yang menggantikan posisi daddy”


“Tapi Tisha juga mau kaya abang”


“Iya sayang abang ngerti, tapi kamu masih kecil sekarang”


“Tisha sudah besar abang. Tisha sudah punya pacar” celetuk Kalan.


Kalan yang mendengar kata ‘Pacar’ dari sang adik pun melototkan matanya, “hah? Pacar?” tanyanya dan Tisha menganggukkan kepalanya.


“Astaga Tisha”


“Kenapa?”


“Kamu masih kecil de, bahkan kamu yang paling tomboy diantara kamu dan Tikha. Kenapa kamu yang punya pacar duluan? Abang engga percaya”


“Siapa pacar kamu?”


“Abay”


“Abay?” Tisha kembal mengangguk.


“Kamu tau arti pacaran de?”


Tisha mengangguk, “tau abang. Pacaran itu cewe cowo yang selalu bareng-bareng, kemana-mana bareng-bareng”


Kalan menggelengkan kepalanya samar mendengar jawaban dari sang adik, “oh astaga adik gue yang tomboy kenpa jadi begini”


“Sha, liat abang”


“Dari tadi juga udah Tisha liatin kok”


“Kamu itu belum waktunya untuk pacaran. Kamu boleh berteman dengan siapapun tapi untuk pacaran abang belum izinkan kamu”


“Bisa kamu panggil Abay ke sini sekarang?” tanya Kalan.


“Bisa abang, nanti Tisha sama Tikha jemput Abay pake sepeda”


Kalan mengangguk, “yaudah nanti sore abang tunggu kamu sama Abay ya. abang mau ngoong sama Abay”


“Tapi bukan untuk di marahi ‘kan bang?”


Kalan menggeleng, “engga Tisha”

__ADS_1


“Yaudah Tisha mau jemput Abay dulu sama Tikha” pamitnya dan diangguki oleh Kalan.


Melihat kepergian Latisha, Kalan kembali menggelengkan kepalanya, “bisa-bisanya adik gue yang masih bocil tau sama yang namanya pacaran” gumamnya dalam hati.


Berbeda halnya dengan Kalan yang masih tidak menyangka dengan sang adik, kini Tisha sedang mencari sang kembaranya Tikha, untuk mengantarnya menjemput Abay.


“Mommy, Tikha kemana mom?”


“Di taman belakang sama Nathan” jawab sang mommy, Tisha menganggukkan kepalanya kemudian melangkahkan kakinya untuk pergi ke taman.


Nathan Eldhikari Prasetya Wijaya, anak bungsu dari pasangan mommy Adin dan juga daddy Ardi. Nathan lahir setelah usia si kembar 2 tahun. Nathan sangat suka dan sangat menyayangi para kakaknya, Nathan sangat dekat dengan Latikha tidak dengan Tisha. Karena menurutnya Latisha sangat usil tidak seperti Latikha yang sangat baik kepadanya.


Maka dari itu kenapa Nathan sangat dekat dengan Latikha, Nathan sangat suka dengan pelajaran Ipa, maka dari itu cita-cita Nathan adalah ingin menjadi dokter, kata Nathan “Nathan maunya jadi dokter engga mau jadi kaya daddy. Nathan mau tolongin orang-orang aja”


“Tikha” panggil Tisha ketika sudah menemukan Tikha di taman belakang sedang mengobrol santai dengan Nathan.


“Iya Sha”


“Kha, ayo ikut aku”


“Kemana?”


“Udah ayo ikut aja” ajaknya sambil menarik tangan Tikha.


“Iya iya Sha, sebentar” jawab Tikha dengan lembut.


“Nathan, kakak tinggal dulu ya” pamitnya kepada Nathan dan diangguki oleh Nathan.


“Tisha pelan-pelan dong, emang mau kemana sih?” tanyanya.


Tisha tidak menjawab pertanyaan dari Tikha, melainkan berpamitan kepada sang mommy, “mommy, Tisha sama Tikha pamit keluar dulu ya sebentar”


“Kalian mau kemana?”


“Jemput Abay” jawab Tisha.


Tikha melototkan matanya, “mau ngapain kamu jemput Abay?”


“Bang Kalan mau ketemu”


“Ketemu?”


“Iya, udah Tikha ayo antar aku jemput Abay”


Tikha mengangguk, “iya iya”

__ADS_1


__ADS_2