Kalandra Elvano

Kalandra Elvano
Gema dan Viona


__ADS_3

"Siapa nih?" monolog Kalan ketika melihat ada satu notifikasi di layar ponselnya.


"Engga kenal" jawabnya ketika membaca pesan yang terkirim di akun sosial media miliknya.


Kalan melanjutkan makan siangnya.


Tak lama


"Ada tuan Wijaya" celetuk kakak panitia penanggung jawab kelompok Kalan.


"Semua panitia di panggil kepala sekolah" lanjutnya lagi.


Kini para peserta dan panitia sedang beristirahat sebelum melanjutkan ke acara selanjutnya.


Kalan mengerutkan keningnya mendengar hal itu, "kenapa daddy kesini?" tanyanya dalam hati.


"Ck" decak Kalan yang kemudian bangun dari duduknya dan meninggalkan makanan siangnya.


"Lo mau kemana?" tanya ketua kelompok Kalan.


"Ke depan, sebentar" jawab Kalan dan diangguki oleh ketua kelompok tersebut.


...****************...


"Kalian yang bilang semuanya ke daddy?" tanya Kalan kepada para pengawalnya.


"Benar tuan muda"


"Kenapa?"


"Itu sudah menjadi kewajiban kami untuk memberikan semua informasi kepada tuan tentang apa yang anda lakukan di sekolah" jelasnya.


Kalan mengangguk dan menarik nafasnya, "kalian emang engga salah, tapi gue yang bermasalah" jelas Kalan dan kembali untuk masuk ke sekolahnya.


...****************...


"Selamat siang, nak" sapa daddy Ardi kepada Viona.


Setelah dari sekolahnya Kalan, daddy Ardi langsung meluncur ke SATYA MEDICA untuk menjenguk Viona.


"Eh iya selamat siang juga tuan Ardi" jawab Viona yang memang mengenal pria yang ada di hadapannya kini.


"Engga apa-apa nak engga usah bangun" cegah daddy ketika melihat Viona berusaha untuk bangun.


Viona tersenyum, "baik tuan"


"Panggil om saja"


"Siap om" jawabnya sambil tersenyum.


"Bagaimana keadaanmu nak?"


"Sudah membaik om, emm.. om?"


"Ya?"


"Terimakasih sudah mau repot-repot ke sini"


"Maaf saya sudah merepotkan anda dan juga anak anda"


Daddy Ardi tertegun mendengarnya, "engga sama sekali nak, kamu tidak merepotkan saya dan juga anak saya. Memang itu sudah kewajiban anak saya untuk membantu temannya yang membutuhkan pertolongan, mungkin walaupun itu bukan anak saya juga, teman yang lain pun akan seperti itu"


Viona tersenyum mendengarnya, perhatian dan lembut sekali pikirnya.


Tidak tahu saja, bahwa yang ada di hadapannya kini akan sangat seram jika sudah marah.


"Papi kamu engga dateng nak?" tanya sangat daddy.


Sedikit banyak daddy Ardi sudah tahu tentang kondisi Viona, sebab tadi sebelum dirinya masuk ke ruangan Viona, daddy Ardi sempat bertemu terlebih dulu dengan dokter sesil.


Terlihat raut wajah sendu dari Viona, namun Viona langsung merubahnya dengan raut wajah yang bahagia seperti tidak ada masalah sama sekali, "papi dan mami sedang berada di luar negeri, om" jawabnya.


Daddy Ardi menganggukan kepalanya, "kamu engga apa-apa di tinggal sendiri, nak?"


"Engga apa-apa om, nanti juga ada temen Vio yang kesini"

__ADS_1


"Yaudah kalau gitu om tinggal dulu engga apa-apa?"


"Engga apa-apa om, sekali lagi terimakasih banyak ya om"


"Ya Viona" jawabnya dan daddy Ardi pun meninggalkan ruangan Viona.


"Anak yang luar biasa kuatnya" ucap daddy Ardi ketika sudah keluar dari ruangan tersebut.


"Pantau terus Viona, jaga dia" perintah daddy kepada Nicholas.


"Baik tuan"


...****************...


"Gemaaaa" teriak Viona ketika melihat sangat sahabat menyembulkan kepalanya di pintu ruang rawat Viona.


"Onaa" panggil Gema.


"Gimana kabarmu cantik? Masih sakit? Gimana tadinya bisa masuk rumah sakit sih, Na? Lo tau engga sih gue tuh nyariin lo banget di sekolah, gue kan engga punya temen selain elo!" rentetan pertanyaan dari Gema kepada Viona.


Viona tersenyum, "udah baik dong, kan udah di jenguk sama Gema"


"Ulu ulu Gemes banget deh sama Gema" lanjutnya.


Viona dan Gema terkekeh, "Udah boleh pulang?"


Viona mengangguk, "udah dong, ini udah di lepas juga infusnya"


"Oke, mari kita pulang" ajak Gema dengan sangat antusias.


"Mari kita pulang" ucap Viona.


"Ini tasnya Ona, tadi Gema yang cariin ke kelas Ona"


"Makasih Gema"


"Gema"


"Takbir" katanya membuat keduanya terbahak-bahak.


"Besok kita udah masuk kelas, Na. Tadi udah pembagian kelas"


"Satu kelas dong pastinya, kita masuk kelas VII IPS 3"


Berbeda dengan sekolah lain, di SMP Satya sejak kelas VII sudah harus memilih kelas, ingin masuk ke kelas apa. Jadi untuk masuk ke SMA para siswa dan siswi tinggal meneruskan saja.


"Wih kok kita pinter ya?"


"Kita emang pinter, tapi bandel aja" jawab Gema membuat keduanya kembali terkekeh.


"Iya bener"


"Oya Vi" ucap Gema, kini keduanya sudah menaiki bus untuk pulang.


"Kenapa Gem? Oh ya mana nomornya Kalan lo ketemu engga sama dia? Soalnya gue tadi DM dia cuma di read doang tuh"


"Nah itu yang mau gue omongin ke elo"


"Apa?"


"Asal lo tau, yang namanya Kalan itu cuek sama dingin banget Vi kaya es"


"Really?"


Gema mengangguk, "iya Vi, gue kan bilang ya kalau gue temen lo eh dia engga ngomong apa-apa Vi, yang ada gue di tinggalin sama dia"


"Hahaha"


"Dih malah di ketawain"


"Lagian itu cowo keren banget, seorang Gema bisa di cuekin"


"Ngeledek" kata Gema namun Viona mentertawakan Gema.


"Eh tapi kita sekelas lo sama dia, Vi"

__ADS_1


"Oya?"


"Iya"


"Yes"


"Ko yes?"


"Ya gue bisa bilang terimakasih sama dia, dan pastinya gue punya nomor dia"


"Geer banget lo bakal punya nomor dia"


"Yakin gue mah"


"Udah ah gue mau turun duluan ya, dah Gema"


"Oek hati-hati, dah Ona"


...****************...


Whatsapp grup - Rahasia Pria


Daddy


@Miko apa papa mu sudah berbicara kepadamu?


Miko Maspura


@Daddy sudah dad


Daddy Ardi


Jadi kapan kamu akan kembali nak?


Papa Nicholas


Secepatnya bos


^^^Kalandra^^^


^^^Waduh ada apa nih? ^^^


^^^@Miko mau pindah kesini @daddy? ^^^


Daddy


Ya


Ardan Farijal


Wah wah ada apa nih? Kok Ardan engga di ajakin sih daddy?


@daddy Ardan juga mau pindah!


Mau bilang sama papi!


^^^Kalandra^^^


^^^Si kepo mulai keluar^^^


Ardan Farijal


@daddy Ardan udah bilang, bulan depan Ardan pindah kesana!


Daddy


🤦‍♀️


Miko Maspura


😭


Papa Nicholas


👋

__ADS_1


^^^Kalandra^^^


^^^😫^^^


__ADS_2