Kalandra Elvano

Kalandra Elvano
Amarah Varo


__ADS_3

Kediaman Alexander


“Loh loh ada apa ini?” ketika melihat rumah yang sudah tidak karuan.


Varo baru saja datang ke rumahnya, dirinya ingin mencari angina segar tentunya bersama dengan Tania. Varo yang baru saja tiba di kejutkan dengan ruang tamu yang sudah acak-acakan seperti kapal pecah.


“Mbo ada apa?” tanya Varo kepada asisiten rumah tangganya.


“Eh den Varo sudah pulang den?”


Varo mengangguk, “ini ada apa mbo?” tanya Varo lagi.


“Tadi tuan besar marah den”


“Kenapa?”


“Non Viona pulang dalam keadaan kacau den, terus non Viona di usir dari rumah”


Varo membulatkan matanya, “apa mbo? Di usir?”


“Iya den di usir”


“Laki-laki itu memang tidak punya hati!” marah Varo dengan mengepalkan tangannya.


“Mbo tau Viona pergi kemana?” tanya Varo lagi.


Mbo menggeleng, “aduh maaf den, mba engga tau” jawabnya.


Setelah mendengar jawaban dari mbo, Varo melangkahkan kakinya lebar-lebar untuk bertemu dengan sang papi.


Menggedor-gedor pintu kamar milik kedua orang tuanya.


Ceklek.. pintu terbuka


Dan


Bugh…


Varo melayangkan bogeman mentah kepada papinya. Entah Varo sadar atau tidak atas perlakuannya kini.


“Varo! Kamu apa-apaan sih” teriak mami yang melihat kejadian itu.


“Anda benar-benar kejam terhadap anak anda sendiri, tuan Alexander” sarkas Varo kepada sang papi tanpa menghiraukan tatapan nyalang dari maminya.


“Kamu membela wanita murahan itu, hah?!”


“Dia bukan wanita murahan!”


“Sudah di berikan apa kamu olehnya sampai kamu membela dia mati-matian?”


Varo semakin di buat tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh papinya, Varo semakin di buat geram dengan sang papi, “anda akan menyesalinya nanti” ujarnya dan meninggalkan kedua orang tua yang memperhatikan punggung lebar Varo yang semakin menjauh.


Dengan segera, setelah sampai di balkon kamarnya, Varo mengambil ponselnya untuk menghubungi Viona.


Sudah 3 kali Varo menghubungi Viona namun Viona tak kunjung mengangkatnya. Dan Varo berinisiatif untuk mengirimkan pesan kepada sanga dik.


Varo Alexander


Vi, kamu dimana?


Kamu engga apa-apa kan?


Engga ada yang luka?

__ADS_1


Apa yang terjadi sama kamu?


Varo kembali mengingat perkataan si mbo dan papinya.


“Non Viona pulang dalam keadaan kacau den, terus non Viona di usir dari rumah”


“Kamu membela wanita murahan itu, hah?!”


“Dia bukan wanita murahan!”


“Sudah di berikan apa kamu olehnya sampai kamu membela dia mati-matian?”


“Maksud dari perkataan mbo dan papi apa ya?” gumam Varo menimang.


Seakan teringat, “Dafa” ujarnya dengan mengucap satu nama.


Varo mencari nama Daffa di ponselnya.


Varo Alexander


Lo apain adik gue?!


Kenapa dia pulang dalam keadaan kacau?!


Daffa Narendra


Enggak gue apa-apain Var


Varo Alexander


Jangan sok belaga bego lo Daf!


Adik gue pulang tanpa diantar lo dan pulang dalam keadaan kacau


Daffa Narendra


Tadinya emang mau gue apa-apain


Tapi dia keburu kabur, jadinya engga gue apa-apain


Varo Alexander


Bgst!


Dimana lo sekarang?


Namun tak ada balasan dari Daffa.


Varo semakin mengepalkan tangannya membaca pesan yang dikirimkan oleh Daffa, “ternyata lo brengsek Fa, gue kira lo laki-laki baik, gue udah salah nilai lo!” gerutu Varo dan meninggalkan kamarnya untuk bertemu dengan Daffa.


“Kamu dimana Vi?” gumam Varo lagi.


***


Kediaman Wijaya


“Abang!” teriak Tikha ketika sudah sampai di rumahnya.


“Loh loh, ko teriak-teriak gitu? Ada apa sih Kha? Kalau masuk rumah itu assallamualaikum dulu” tergur mommy ketika melihat anak gadisnya mencari keberadaan sang kakak.


“Ehhehe maaf mom, assallamualaikum mommy, daddy” ucap Tikha dengan menyalami kedua orang tuanya.


“Wa’allaikum salam”

__ADS_1


“Abang mana mom?” tanya Tikha to the point.


“Ada di kamarya, sama bang Miko dan juga bang Ardan” jawab mommy dan diangguki oleh Tikha.


“Tikha pamit ke kamar bang Kalan dulu ya mom” pamit Tikha yang kemudian mencium pipi kedua orang tuanya.


“Iya sayang” jawab mommy.


“Ada apa sama Tikha?” tanya mommy.


“Tadi kami bertemu dengan Viona, Din” jawab Rey yang mendengar pertanyaan dari Adin.


“Duduk dulu” kata mommy mempersilahkan ketiga tamunya untuk duduk, Rey dan keluarga mengangguk yang kemudian duduk di sofa keluarga.


“Ketemu dimana?” tanya daddy sambil mengerutkan keningnya.


“Apartemen Reyka dadd” jawab Reyka.


“Kok bisa?” tanya daddy namun ketiganya mengangkat bahunya.


“Tiba-tiba aja ketemu pas kita mau pulang” jawab Keysha dan daddy menganggukkan kepalanya.


***


Tok… Tok… Tok…


“Abang”


Ceklek..


“Kenapa?”


“Bang Kalan mana?” tanya Tikha ketika yang keluar dari kamar sang kakak ialah Ardan.


“Ada”


“Awas Tikha mau masuk” ucapnya.


Sebelum membuka pintunya lebar-lebar Ardan sempat melihat dulu ke arah Kalan, Kalan mengangguk baru Ardan membuka pintunya lebar-lebar.


“Ada apa hem?” tanya Kalan dengan nada lembut kepada Tikha.


“Aku tadi ketemu kak Viona di apartemennya bang Reyka” ucap Tikha to the point.


Kalan yang mendengarnya mengerutkan kening, “dimana de?”


“Apartemennya bang Reyka, bang”


“Kamu salah liat kali” timpal Ardan.


Tikha menggeleng, “engga kok, orang Tikha panggil kak Viona, kak Vionanya nengok” jelas Tikha.


“Coba sebentar ya abang chat dulu” katanya dan diangguki oleh Tikha.


“Tau engga sih bang, kak Viona itu tadi ya keliatannya kacau banget, mukanya kusut, rambut basah, bajunya udah compang camping kotor gitu” cerocos Tikha.


Kalan memberhentikan ketikan jarinya ketika mendengar penuturan dari sang adik, “compang camping?” tanyanya dengan salah satu alis naik ke atas.


Tikha mengangguk, “iya bang”


“Coba deh abang samperin aja sana ke apartemennya, yang Tikha tau Cuma lantainya aja bang kalau kamarnya Tikha engga tau. Lantai nomor 10” jelas Tikha.


Kalan menganggukkan kepalanya, “makasih ya de informasinya”

__ADS_1


“Iya bang sama-sama, kalau gitu Tikha mau tidur dulu deh besok ‘kan sekolah” pamitnya dan diangguki oleh Kalan.


__ADS_2