Kalandra Elvano

Kalandra Elvano
Nasehat Mommy


__ADS_3

tok.... tok... tok.... pintu kamar terketuk dari luar.


"Boy" suara lembut dari seorang wanita yang selalu cantik hingga saat ini.


Pria yang di panggil noy itu pun memutar poros tubuhnya menjadi menghadap ke arah pintu kamar yang sudah terbuka sedikit.


"Yes mom?"


"Are you okey sayang?"


Pria tersebut menggeleng lemah, "engga mom"


Sang mommy mendekat, yang kemudian langsung memeluk anak laki-laki terkuat dan garda terdepan keluarganya. Mengusap lembut pucuk kepala sangat anak yang kini sudah berada di dekapannya.


"Mommy dengar dari Ardan dan Miko katanya dia kembali, apa itu benar sayang?" tanya mommy dan Kalan mengangguk.


Mengetahui bahwa sang anak kini tidak baik-baik saja mommy Adin tidak sekali mencium pucuk kepala sang anak hanya untuk sekedar menenangkan hatinya saja.


Setelah pulang dari kantor tadi, Kalan memang langsung memasuki kamarnya dan sampai waktu makan malam selesai pun Kalan tidak ku Jung keluar dari kamarnya. Maka dari itu sang mommy memutuskan untuk menghampiri sang anak di kamarnya.

__ADS_1


Memang tadi Ardan dan Miko sempat bercerita sedikit kepada Adin, bahwa hari ini Gema telah kembali dari negara yang selama ini tidak mereka ketahui keberadaannya.


Kata Ardan, sejak tadi Kalan tidak fokus dengan sekolah dan pekerjaanya selama di kantor. Kalan lebih banyak diam dan melamun, Ardan tahu bahwa pikiran Kalan kini sedang kacau dengan kehadiran Gema yang secara mendadak muncul.


"Motif apa Gema kembali?" tanya mommy kepada Ardan dan juga Miko.


Keduanya menggeleng, "tidak ada motif apapun mom, Gema memang kembali ke sini karena memang disinilah Gema dilahirkan" jelas Miko dan mommy hanya mengangguk.


Setelah kepulangan Ardan dan juga Miko, tak lama sang suami datang dan langsung membicarakannya kepada Ardi.


"Mommy tau, pasti akan sulit bang untuk melupakan semuanya" ucap mommy dengan lembut.


"Mommy sudah pernah bilang bukan ke kamu, kamu engga perlu cape-cape untuk lupain semua kenangannya, kamu cukup berdamai dengan semuanya bang, maafin semuanya, semua yang udah terjadi"


"Jadi mommy harap kamu bisa maafin semuanya, maafin semua yang udah terjadi bang"


"Susah mom, abang gak bisa. Abang gak bisa terima itu semua, terima yang terjadi sama Viona mom, abang gak bisa"


"Iya sayang, mommy ngerti, ngerti banget perasaan kamu saat ini. Tapi kamu juga harus inget kamu masih punya mommy, daddy, ketiga adik kamu"

__ADS_1


"Kalau kamu kaya gini terus kasian adik-adik kamu yang lagi nunggu kamu ajak main mereka, jailin mereka"


"Mommy yakin, anak mommy yang ganteng ini pasti bisa lewatin ini semua. Jujur bang, mommy takut, takut banget"


"Takut kamu kaya enam bulan yang lalu, yang gak mau makan, gak mau ketemu orang, yang ga mau apa-apa. Kamu tau? mommy hancur banget saat itu, waktu tau kamu seperti itu, seperti orang yang tidak waras"


"Plis bang, bangkit. Masih ada mommy disini. Kalau ada apa-apa cerita aja ke mommy, mommy selalu ada 24 jam buat kamu, buat anak-anak mommy. Jangan bikin mommy, daddy dan yang lainnya khawatir sama kondisi kamu bang"


"Maaf mom"


Mommy mengangguk, "mommy selalu maafin semua kesalahan yang dilakukan sama anak-anak mommy, tapi mommy berharap jangan pernah dilakukan lagi. Jangan bikin mommy sedih"


"Kamu harus tau betapa hancur hati kami saat kami tau kamu se terpuruk itu, bang"


"Jadi mommy harap, kamu belajarlah untuk menerima keadaan, belajar untuk memaafkan semua orang-orang di masa lalu, berdamailah sama masa lalu. Inget kata-kata mommy, semua akan ada waktunya untuk terbongkar"


"Kamu boleh mencari tahu tentang masalalu Viona dulu, tapi mommy mohon jangan terlalu di pikirkan. Sekuat apapun kamu kalau alam tidak mengizinkan kamu tidak akan mendapatkan apapun bang. Kamu ngerti kan maksud mommy?"


Kalan mengangguk "iya mom" jawabnya yang kemudian mencium pipi sang mommy.

__ADS_1


"Terima kasih mom, mommy adalah wanita terbaik dan mommy satu-satunya yang abang sayang"


"Abang juga anak laki-laki terhebat mommy"


__ADS_2