
Dian tersenyum melihat istrinya tampak menikmati permainannya. Meskipun ini yang pertama bagi Dian dan juga Raya, namun Dian yakin dia pasti mampu memuaskan istrinya.
"Raya menyukainya! Dan aku juga!" sorak Dian girang dalam hati. Dan Dian pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini.
"Aku yakin, setelah ini aku pasti akan makin tumbuh tinggi dan sehat karena ini." batin Dian, mesum, saat menikmati dua squishy milik Raya.
"Haissh!" desis Raya tertahan.
"Jangan di tahan, Yank. Ntar gondok." masih sempat-sempatnya Dian menggoda Raya yang terus menahan rasa nikmat yang Dian berikan padanya.
"Ish! Aku udahin nih?!" ancam Raya kesal sambil memukul pelan dada suaminya.
Dian terkekeh.
"Maaf deh!" ucapnya dengan mata mengerling jahil pada sang istri. "Aku lanjutin ya?"
Raya mengangguk malu-malu. (ketagihan ya, Ray?) π€
Dian pun langsung tancap gas. Bibirnya kembali ******* bibir Raya dan tangan jahilnya terus bergerilya, menyusuri tubuh istri gadisnya yang sebentar lagi tidak gadis lagi. Dan hasilnya, tubuh mulus Raya sudah polos tanpa sehelai benang pun. (entah kapan Dian meretelin baju Raya, taunya udah polos aja. Gesit bener tuh tangan.) π
Entah bakat atau emang belajar lebih dulu, Dian melakukannya seolah-olah sudah sangat berpengalaman. Raya dibuat terbang melayang di atas awan. (lebayπ)
"Enak ya, Yank?"
Pletakk!
"Aduh! Sakit, Yank!" Dian mengaduh sambil mengusap-usap kepalanya. "Sadis amat ama lakinya?!" sungutnya pelan.
Raya melotot kesal. Ia yang hampir meraih puncak kenikmatan pertamanya buyar gara-gara ulah jahil Dian yang terus saja menggodanya.
"Gak usah dilanjutin lagi. Aku udah gak mood!" Raya mendorong dada Dian hingga pria itu terjerengkang.
>>>
Otor imut : "Sukurin lu, Yan. Makanya jangan jahil. Game over kan lu?"
(otor tersenyum jahat.) πππ
Dian : "Awas lu kalo Mumu gak bisa menyelesaikan tugasnya malam ini, gue bungkus lu jadi dodol, thor." π€π€
Otor imut : "Serah gue dong. Suka-suka gue. Ape lo?!" πΊπ
Dian : "Waahhh, emang minta dibikin jadi remahan rengginang nih si otor." π π
Otor imut : "Kaburrrrr!!!!!" πββοΈπ¨πββοΈπ¨πββοΈπ¨
>>>
Dian buru-buru memeluk Raya yang hendak bangun, dan menindihnya kembali.
"Belum juga mulai, Yank. Masak udahan? Sesak nih!" mata Dian mengarah ke anunya yang semakin berotot keras.
Raya paham maksud Dian. Ia juga merasakan sesuatu yang keras menekan di pahanya. Tapi ia sengaja memberi suami tengilnya itu pelajaran karena sudah mempermainkan perasaannya.
__ADS_1
"Ogah. Aku udah mati *****. Gak mood lagi!"
"Gawat! Alamat gak jadi belah duren gue kalo Raya ngambek." Dian memutar otaknya untuk membujuk sang istri.
"Jangan gitu dong, sayang. Tanggung nih. Apa kamu gak mau nyobain sampe selesai?" rayu Dian, sok profesional. (padahal amatir juga.π)
Raya melengos, membuang muka, cuek. Wajahnya yang imut lucu membuat Dian makin geregetan.
Tanpa ba bi bu Dian kembali melancarkan aksinya. Tangan dan mulutnya kembali beraksi di dua squisy favoritnya. Dan Raya pun kembali di buat kejang-kejang olehnya. (untung aja Raya gak sawan.π€)
Setelah berhasil membuat lembah Raya basah kembali dan mencapai puncaknya yang pertama, Dian pun memposisikan Mumu masuk ke dalam huniannya dan mulai melaksanakan tugasnya.
>>>
Otor imut : "Lu udah mau ngejebol aja, Yan? Kapan lu buka celana?"
Dian : "Di skip aja napa sih, thor? Udah ngebul nih?!" π΅
Otor imut : π€π€π
>>>
"Ish. Sa...kit, Bib..." Raya menahan dada Dian agar tidak memaksa Mumu masuk lebih dalam kemiliknya.
Dian pun diam sejenak. Setelah Raya sedikit tenang, Dian kembali mengulang aksinya dengan perlahan.
"Sa...mmfh."
"Tahan, Yank. Percayalah Mumu pasti bisa memuaskanmu." Dian ******* lembut lagi bibir Raya, mencoba meminimalisir rasa nyeri stroberi yang sebentar lagi berganti rasa seri blueberry yang dirasakan sang istri.
Pertanyaan ambigu Raya belum sempat terucap saat ia terperangah dengan mata terbelalak.
"Akhh! Mm..."
Dengan wajah merona sambil menggigit bibir bawahnya dan mata yang terpejam, Raya menikmati sensasi rasa yang baru kali ini ia rasakan di setiap hentakan Dian. Entah kemana pergi rasa sakit yang tadi. π€¦ββοΈ
Seolah mengikuti instingnya, kedua tangan Raya memeluk pinggul polos Dian seakan ikut membantu pria itu bergoyang dumang. π€
Dian merasa Mumu menghangat di dalam goa Raya.
"Good job, Mumu. Kecebongmu siap meluncur. Firdiansyah junior otw, guys!!!"
Dian mempercepat hentakannya.
5
4
3
2
1
__ADS_1
"Akhhh! Aku cinta kamu, Raya Aulia!!!" jerit Dian saat mencapai puncaknya.
"Berhasil. Berhasil. Berhasil. Hore!" batin Dian bersorak menggunakan hymne Dora. π
Setelah Mumu berhasil melepaskan ribuan kecebongnya ke rahim Raya, Dian menjatuhkan tubuh kekarnya, lemas, di atas tubuh mungil sang istri yang sudah nge-fly lebih dulu.
Keduanya pun saling berpelukan.
"Makasih ya, sayang. Kamu sudah memberikan semuanya, utuh buat aku.
I love you, Yank!" Dian mengecup lembut kening sang istri, lalu memeluknya.
"Hm. Tapi, bisa bangun dulu gak? Berat nih!" Raya menepuk pelan punggung pak suami. Ia pun masih risih dengan Mumu yang tampaknya nyaman nangkring di goanya.
"Eh, maaf!" Dian buru-buru bangun dan berbaring di samping Raya sambil memeluk gadis eh bukan gadis lagi, tapi wanitanya. Diraihnya selimut untuk menutupi tubuh polos mereka.
"Mudah-mudahan Mumu dan Juju berhasil membuat Dian dan Raya junior ya, Yank?" ujar Dian sambil mengecupnya pipi istrinya.
"Hah? Mumu? Juju? Siapa mereka?" tanya Raya dengan mata menatap suaminya, bingung.
Dian terkekeh.
"Ini Mumu." Dian menaruh tangan Raya dimiliknya. "Dan ini Juju!" Dian pun membelai punya Raya.
"Iih! Dasar sableng!" Raya menepuk kesal lengan Dian yang ngakak karena berhasil menggoda sang istri.
"Biar sableng, tapi tetap cinta kan, Yank?" godanya lagi.
"Auk ah!!" Raya melengos, merajuk.
Dian tertawa terbahak-bahak melihat istrinya merajuk. Dan itu membuatnya gemas dan kembali bergairah.
"Yank! Lagi ya?"
"Eh?!" Raya melotot kaget. "Juju aja masih nyeri, Mumu mau beraksi lagi?!" tanyanya setengah tak percaya.
Dian nyengir dengan wajah sok polos. Dan tanpa menunggu persetujuan Raya, Dian kembali melancarkan jurus Mumu menyerang Juju.
>>>
Raya : "Alamat lembur terus deh aku mulai malam ini." π©π©
Otor imut : "Kayaknya laki lu ketagihan tuh, Ray?!"
Raya : "Ketagihan? Ketagihan apaan?"
π€π€π€
Otor imut : "Ketagihan mempertemukan Mumu dan Juju." π€£π€£π€£π€£
Raya : "Kalo itu sih aku juga mau, tor."
π€π€
__ADS_1
Otor imut : ππππ€¦ββοΈ