Kamulah Takdirku, Suami Brondongku

Kamulah Takdirku, Suami Brondongku
Hari Kelulusan 1


__ADS_3

Kamis pagi, Raya yang sudah selesai memasak sarapan dan langsung mandi. Saat masuk ke kamar, dilihatnya sang suami masih asik tidur sambil memeluk guling.


"Bib! Bangun! Udah siang." Raya menepuk-nepuk kaki Dian.


"Hm." Dian hanya menggeliat sebentar, lalu kembali tidur.


"Bangun, Bib. Katanya hari ini pengumuman kelulusan. Ntar kesiangan loh." Raya menarik selimut yang menutupi tubuh suaminya.


"Ups! Lupa aku kalo bibibku masih polos, alias belum pake baju." Raya terkekeh sambil menutupi kembali tubuh polos sang suami. Wajahnya pun merona mengingat pergelutan mereka semalam.


"Gak nyangka gue yang udah dewasa ini diajari sama bocah soal Mumu dan Juju. Ternyata berudu lebih pandai dari katak berenangnya. Wkwkwkw." Raya tergelak karena pikirannya sendiri.


"Kenapa ketawa-ketawa sendiri, Yank? Pasti inget semalem ya?!" goda Dian yang rupanya sudah bangun dari tidurnya.


Raya nyengir lucu, bikin Dian mesem-mesem, mesum.


"Pengen lagi ya?" godanya lagi. "Yuk! Mumu selalu siap sedia, kapan saja dan dimana saja kalo buat Juju mah." sahutnya lagi, gokil. Alisnya yang turun-naik sengaja dimainkannya untuk menggoda sang istri.


"Apaan sih, Bib?! Bangun cepetan. Mandi." dengan usil Raya mencabut bulu kaki Dian.


"Aww! Sakit, Yank. Ihh!" Dian pun terbangun dan duduk sambil mengusap-usap betisnya yang nyeri.


"Cepetan, Bib. Aku mau berangkat kuliah ini." Raya menarik tubuh sexy sang suami secara paksa.


Tap. Brukk!


"Adduhh!"


Cup.


Raya mendelik sewot saat Dian menariknya balik hingga tubuhnya oleng dan terjatuh menimpa sang suami yang langsung memeluknya dan mengecup bibirnya.


Cup.


Kecupan kedua Raya dapatkan lagi. Ia pun berusaha bangun. Tapi Dian malah mempererat pelukannya.


"Mumu masih pengen lagi. Juju mau ya sparing lagi sama Mumu? Dua ronde aja." rayu Dian. Tangannya membelai nakal tubuh sang istri.


"Mesum, ihh!" Raya menepis pelan tangan jahil sang suami.


"Ayolah, Yank. Sebentar aja." rayuan maut pun Dian kerahkan demi kesejahteraan Mumunya. Diciumnya gemas seluruh wajah Raya sambil menggelitiknya.


"Hahahaha. Geli, Bib. Udah, ah. Nanti kamu terlambat ke sekolah. Hahahaha." seru Raya sembari tertawa dan menggeliat geli.


"Mau ya?" Dian menatap istrinya penuh harap dengan wajah polosnya.


Hufh.


"Iya, deh. Ayo." mau gak mau Raya pun menuruti kemauan suami brondongnya.


"Bisa ngambek gak mau ke sekolah nih bocah kalo gak dituruti maunya. Nasib gue gini amat yak punya laki bocah!" Raya menggumam pasrah.


Dian langsung memberi luma*an lembut di bibir sang istri. Dan ciuman itu pun semakin dalam dan menggairahkan hingga Raya tanpa sadar mendesah saat lidah Dian bermain di leher mulusnya.


"Aku mau kamu yang di atas." bisik Dian dengan suara serak yang menambah point sexy dalam dirinya.


Dengan wajah merah merona Raya pun melaksanakan tugasnya. Malu ia rasakan saat melihat senyum tampan sang suami ketika keduanya bertatapan penuh gairah.


Dian membelai lembut wajah sang istri, kemudian menciumnya lagi. Bibir yang membuatnya candu itu terasa manis dan ingin terus ia nikmati.


Tangan nakal Dian sudah menyusuri tubuh sang istri, dan berakhir di dua squishy kembar milik Raya.


Tiba-tiba Raya bangun dari atas tubuh Dian, membuat pria tampan itu mengernyitkan dahinya.


"Loh, Yank..."


"Udah siang, Bib. Ntar malem lagi aja sparingnya. Gak enak sama mama-papa kalo kita terlambat." Raya berkata sambil menarik handuknya dan masuk ke kamar mandi.


Dian pun melompat dari tempat tidur dan berlari mengejar sang istri.


"Yaaaankkk! Ikuuuuutttt!!!" Dian menghambur masuk ke kamar mandi sebelum Raya sempat mengunci pintunya.


Dan sudah bisa dipastikan, mandi mereka bukanlah mandi biasa. Dian takkan pernah melepaskan sang istri sebelum misinya tercapai.


>>>


otor imut : "Dasar laki mesum. Gak bisa liat bininya anteng dikit. Kasian tuh bini lo!"


Raya : πŸ€ͺπŸ€ͺπŸ€ͺ


Dian : 🀭🀭


otor imut : "Emang dasar mesum. Siapa sih yang ngajarin?"πŸ€¦β€β™€οΈπŸ˜€πŸ˜€


Raya : "Pura-pura gak tau lagi lu, thor?!" 😠😠😠


otor imut : "Please jangan liat otor kayak gitu. Jadi serem otor liatnya. πŸ₯ΆπŸ₯Ά


Kasihanilah otor yang polos ini, Ray!"


πŸ™πŸ™βœŒοΈ


Dian : 🀣🀣🀣🀣🀣


otor imut : "Bahagia lu yee!!!" πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’


Dian : "Of course, dong." πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ•ΊπŸ•ΊπŸ•Ί


otor imut : πŸ€­πŸ€­πŸ€¦β€β™€οΈ


>>>


Dengan langkah mantap dan tangan menggenggam erat tangan sang istri, Dian berjalan dengan wajah angkuh dan dingin.


Tak peduli dengan tatapan penuh kekaguman, mendamba dan penuh tanya dari siswa-siswi yang berpapasan dengan mereka di koridor sekolah, Dian terus melangkah mantap.


"Bib, bisa pelan-pelan gak jalannya. Aku capek kamu seret-seret kayak gini." ujar Raya dengan napas ngos-ngosan. Dian menghentikan langkahnya, memberi jeda untuk istrinya istirahat.


"Kita udah telat, Yank. Bentar lagi perform bandnya Firman." kata Dian. Diliriknya jam di tangannya dengan tak sabar.


"Telat juga gara-gara siapa?!" tatapan tajam plus bibir yang mengerucut, manyun, Raya berikan pada mas suami. (mas? πŸ™„πŸ˜³ eh?! dek!!! πŸ€¦β€β™€οΈπŸ€­)


Dian meringis sambil mengusap-usap tengkuknya. "Maaf, Yank." katanya seraya cengar-cengir.

__ADS_1


"Bibirnya biasa aja dong, Yank.


Abang kan jadi pengen cium ayank lagi. Jangan pancing-pancing Mumu, deh. Ini tempat umum, Yank." sahut Dian yang kumat lagi mesumnya. πŸ€¦β€β™€οΈ


Raya mencibir kesal. "Itu sih emang maunya kamu, Bib!" dengus Raya ketus.


Dian nyengir kuda.


"Aah, udah ah! Buruan masuk. Band Firman udah mau tampil tuh!" kata Raya saat terdengar nama band Firman dkk disebut.


Dian dan Raya pun bergegas masuk ke gedung tempat pertemuan.


"Baru datang, Ray?" tanya mama saat Raya dan Dian menghampiri, lalu salim, dan duduk di dekat mama dan papa yang juga datang ke sekolah untuk menghadiri kelulusan Dian dan Firman.


"Iya, ma. Tadi ke kampusnya Raya dulu, makanya telat." Dian yang menjawab sebelum Raya mengatakan bahwa Dian lah penyebab mereka terlambat datang.


Mereka pun kembali fokus ke atas panggung dimana Firman dan teman-teman bandnya sudah berdiri di posisinya masing-masing.


"Selamat siang semua. Sebagai band pembuka, izinkan saya memperkenalkan diri. Saya Firman, sebagai lead vokal dan gitar. Basist Joe, drummer Zio dan di keyboard Sammy. Kami akan mempersembahkan satu dua buah lagu. Semoga anda semua terhibur." Firman sebagai leader band memberikan sepatah dua patah kata.


Tepuk tangan pun bergemuruh menyambutnya.


jreeennggg


>>>


🎡 Mungkin sekarang aku mulai merasa


Merasa salah aku putuskan cintamu


Kini aku sepi sendiri


Tak pernah kau di sisiku lagi


Tak pernah aku temui


Seseorang yang bisa gantikan dirimu


Lelah aku mencari-cari


Tak pernah kau kutemui lagi


Andai ku bisa 'tuk memutar waktu


Takkan pernah kuputuskan cintamu


Tak ada yang lain


Andai ku bisa 'tuk memutar waktu


Takkan pernah kuputuskan cintamu


Tak ada yang lain


Oh, tak pernah aku temui


Seseorang yang bisa gantikan dirimu


Lelah aku mencari-cari


Tak pernah kau kutemui lagi


Andai ku bisa 'tuk memutar waktu


Takkan pernah kuputuskan cintamu


Tak ada yang lain


Andai ku bisa 'tuk memutar waktu


Takkan pernah kuputuskan cintamu


Tak ada yang lain, oh-oh


(Tiba-tiba Lena muncul dari balik panggung dan ikut bernyanyi. Tepuk tangan pun makin bergemuruh riuh, bercampur siulan dan sorakan mendukung dari para siswa.)


🎀 Lena


Jangan kau sesali keputusanmu


Aku takkan kembali kepadamu


Kau sakiti aku, kau lukai aku


Hancurnya hatiku


Jangan pernah kembali kepadaku


Aku tak ingin bertemu denganmu


Kau sakiti aku, kau lukai aku


Sakitnya hatiku...


back to 🎀 Firman


Andai ku bisa 'tuk memutar waktu


Takkan pernah kuputuskan cintamu


Tak ada yang lain


Andai ku bisa 'tuk memutar waktu


Takkan pernah kuputuskan cintamu


Tak ada yang lain, ho-oh🎢


>>>


Applaus heboh diterima Firman dan teman-teman dengan senang hati dan wajah berbinar-binar. Lena hanya tersenyum malu-malu, tak menyangka bahwa niatnya membantu Firman mengisi acara di kelulusan cowok itu diterima dengan baik oleh semua orang.


"Sekarang kami akan menyajikan lagu yang kedua. Semoga anda semua suka."

__ADS_1


🎡 🎀Lena


Kasih mengapa aku di cinta


Mengapa aku di manja


Bila untuk di sakiti


🎀Firman


Maafkanlah diriku ini


Yang tak mampu melawan Rayuan menggoda


Hingga membuatmu tersakiti


Kerana sikapku yang masih meragu


🎀 Lena


Jika ku tak di inginkan lagi


Biarlah aku mengalah


Walaupun harus kecewa


🎀 Firman


Sayang tetaplah di sini


Tuk selalu bersamaku


Jangan pergi


Ku berjanji Berjanji padamu


Ku mohon jangan pergi


🎀Lena


Hatiku menangis batinku merintih


Di saat dirimu tiada peduli


🎀 Firman


Ku mohon padamu


Maafkan khilafku


Takkan ku ulangi lagi


🎀Lena


Untuk apa lagi Ku harus bertahan


Cintamu di sini Sayangmu di sana


🎀 Firman


Percayalah kasih Yakinlah padaku


Cintaku sayangku hanya kamu


Cintaku sayangku hanya kamu


🎀 Lena


Jika ku tak di inginkan lagi


Biarlah aku mengalah


Walaupun harus kecewa


🎀 Firman


Sayang tetaplah di sini


Tuk selalu bersamaku


Jangan pergi


Ku berjanji Berjanji padamu


Ku mohon jangan pergi


🎀Lena


Hatiku menangis Batinku merintih


Di saat dirimu tiada peduli


🎀 Firman


Ku mohon padamu Maafkan khilafku


Takkan ku ulangi lagi


🎀 Lena


Untuk apa lagi Ku harus bertahan


Cintamu di sini Sayangmu di sana


🎀 Firman


Percayalah kasih Yakinlah padaku


Cintaku sayangku hanya kamu


Cintaku sayangku hanya kamu


🎢

__ADS_1


>>>


"Maafkan aku, honey!"


__ADS_2