Kapten Tom

Kapten Tom
Perkara Club Malam


__ADS_3

Maudy duduk di teras depan rumah dinas nya, beberapa Ibu - ibu menggendong anak nya, sambil menyuapi. Regina menghampiri Maudy yang sedang duduk sendirian.


"Om Tomi mana?" tanya Regina.


"Nggak tahu Tante, dia naik sepeda." jawab Maudy.


"Oh sini yuk gabung sama kita - kita, jangan diam sendirian saja." ajak Regina.


"Iya Tante." ucap Maudy langsung bangun dari duduk nya.


"Aduh manggil nya apa ya? soalnya suami nya kan, atasan saya. Secara istri nya, masih muda sekali." ucap Lina.


"Panggil saya Maudy aja Tante, saya masih 19 tahun, baru bulan depan 20 tahun nya." ucap Maudy.


"Panggil mba saja ya, kalau panggil Maudy tidak enak di ucap nya." ucap Susi.


"Terserah Tante saja." ucap Maudy sambil tersenyum.


Tomi datang bersama Alfa, mereka menaruh sepeda di rumah nya masing - masing. Alfa langsung menghampiri istri nya.


"Ayah kok keluar nggak bilang? kirain ada di dalam." ucap Regina.


"Bunda kan dari tadi, main terus. Jadi nggak tahu, kalau Ayah pergi." ucap Alfa.


"Dari mana Om?" tanya Maudy.


"Habis keliling kampung, olah raga." jawab Tomi.


"Tinggal dulu ya, mau mandi." ucap Tomi.


"Tunggu Om." ucap Maudy mengejar suami nya.


"Istri nya mau ya, nikah sama seumuran bapak nya." ucap Susi.


"Namanya di jodoh kan." ucap Regina.


"Hus.. nggak baik bicarakan rumah tangga orang." tegur Alfa.


****


"Om, malam saya jalan boleh nggak?"


"Jalan kemana?"


"Ketemuan sama Susanti dan Tito, biasa nongkrong di club."


"Nggak boleh."


"Sama Papah boleh."


"Sekarang kan, hak ijin itu sama saya. Suami kamu, bukan papah kamu."


"Om.. please, boleh ya."


"Nggak."


"Om, ini kan malam minggu, ada DJ kesayangan saya loh om, kalau nggak lihat dia perfomance rugi banget."


"Nggak!! "


"Om nggak asik."


"Memang nya kamu janjian sama mereka?"


"Ya nggak sih, tapi jadwal dia manggung itu, di minggu kedua.Nggak janjian juga, pasti kita pada datang."


"Jam berapa acara nya?"


"Jam 11 malam dia perfomance."


"Jam 11 malam!!! "


"kenapa Om? kok kaget."

__ADS_1


"Kamu pulang jam berapa? kalau dia tampil jam 11 malam?"


"Jam 3 pagi."


"Terus, Papah nggak marah? kamu pulang jam segitu?"


"Nggak? kan Papah yang antar, terus papah yang jemput."


"Terus, si Axel? "


"Papah juga masuk."


"Astaga, Papah Hadi."


"Om nggak gaul seperti Papah, walau banyak melarang, Papah itu pasti mengawasi anak nya ikut. Walau rasanya kurang asik, saya kan bilang kalau ini DJ internasional."


"Ok, Om ijin kan kamu. Nanti malam, kita kesana."


*****


"Eh... pakai apaan tuh? ganti nggak..!! " tegur Tomi, melihat Maudy memakai t-shirt yang menggantung dengan rok mini di atas lutut.


"Ini keren Om."


"Jangan bilang, Papah juga mengijinkan. Kalau nggak mau ganti, Om nggak akan ijinkan kamu pergi."


"Ah... om. nggak asik." ucap. Maudy langsung berganti pakaian.


Tomi menunggu hampir 15 menit, Maudy keluar dengan menggunakan celana jeans robek tepat di lutut nya, di padu dengan blazer dalaman kemben.


"Yuk Om." ucap Maudy.


"Nah gini kan rapi, tidak mengundang mata para pria hidung belang pada keluar." ucap Tomi.


"Yaudah buruan, keburu malam." ucap Maudy dengan wajah bete nya.


"Katanya Jam 11,ini baru jam 9 malam."


"Oh gitu ya."


****


Suara dentuman musik, begitu sangat menekankan telinga. Maudy langsung menyapa setiap orang yang ada di club, bahkan melirik ke arah Tomi.


"Maudy, bodyguard lo ganti ya?" ucap salah satu pria yang menyapa nya.


"Iya ganti, yang ini lebih galak dari yang kemarin." ucap Maudy sambil melirik ke arah Tomi.


"Pantas, tatapan nya seram." ucap nya sambil melirik ke arah Tomi.


"Happy fun ya. " ucap nya kembali.


"Tadi siapa sih?" tanya Tomi dengan suara keras.


"Dia itu, pengunjung disini sama seperti kita." ucap Maudy.


"Maudy...!!! " panggil Susanti.


"Hi....!!! " Maudy menyapa Susanti dan Tito.


"Kamu, bisa datang juga." ucap Susanti.


"Yaiyalah, ini kan DJ favorit saya." ucap Maudy.


Tito membawa minuman, dan memberikan nya Pada Tomi. Kedua pria tersebut, menyalakan rokok nya.


"Om, minum." ucap Tito.


"Makasih." ucap Tomi.


"Om, turun yuk." ajak Maudy.


"Nggak ah, Om nggak bisa joget."

__ADS_1


"Ah.. payah." ucap Maudy.


"Kita turun ya." ucap Susanti langsung menarik tangan Tito.


Maudy meliuk kan tubuh nya, saat suara musik DJ mengalun. Tomi hanya diam memperhatikan Maudy, yang menari dengan tangan nya ke atas.


"Om, turun yuk." ajak Maudy menarik tangan nya.


Tomi pun menuruti keinginan istri nya, bau alkohol begitu sangat menyengat.Maudy meliuk begitu sangat lincah bahkan Tomi, terhipnotis oleh tarian istrinya.


Tomi sengaja menempel kan tubuh nya, saat Maudy meliuk kan tubuh nyadengan sangat seksi. Tomi memeluk tubuh Maudy dari belakang, namun dengan posisi masih berjoget.


"Sudah yuk, kamu semakin panas."


"Panas gimana?"


"Kamu semakin agresif."


"Ah.. Om ini lagi asik."


"Kalau mau, nanti di kamar sama Om."


"Ih... ogah." ucap Maudy langsung kembali ke meja nya.


"Hi...!! "


Maudy dan Tomi menoleh ke arah seorang pria yang baru datang, Maudy terkejut saat Axel duduk di samping nya.


"Axel." ucap Maudy.


"Apa kabar?" sapa Axel.


"Baik, kamu kok ada disini?"


"Saya pulang, kangen negara sendiri."


Tomi mulai memasang wajah tak suka, Axel tersenyum ke arah Tomi. Dan mengajak nya bersalaman, Tomi membalas nya dengan ekspresi datar.


"Hi.. bro, kapan sampai?" sapa Tito.


"Baru tadi siang, sengaja tidak kasih tahu. Kejutan pasti kalian datang, kalau yang tampil DJ Vilan." ucap Axel.


"Kamu kok, kesini?" tanya Susanti.


"kenapa? kita kan bisa reunian."


*****


"Om, masa sih pulang!! itu DJ Vilan nya baru mulai." ucap Maudy.


"Kamu mau meliuk-liuk badan kamu, di depan mantan kamu? " ucap Tomi kesal.


"Ih... ya nggak lah, Axel juga sadar diri Om. Dia juga tahu, saya sudah menikah."


"Sadar diri apa? tadi dia melihat kamu mata nya beda."


"Beda apa sih Om? jangan mengajak ribut deh. Bikin bad mood saja, nggak tahu orang senang."


"Ya udah sana, kalau mau masuk. Om tunggu kamu di parkiran, Om tunggu kamu sampai Club ini tutup." ucap Tomi.


"Ok, tunggu di parkiran sampai karatan." ucap Maudy sambil berkacak pinggang.


"Sana pergi, saya tunggu disini."


Maudy langsung meninggal kan Tomi di parkiran, sedang kan Tomi masuk kedalam mobil nya, dengan menutup pintu mobil dengan sangat keras.


"Punya istri, kayak nggak punya istri. Di bilangin bukan nya nurut, malah melunjak. Di paksa pulang, malah ngajak ribut." ucap Tomi dengan memukul setir mobil nya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2