
Tomi sudah di perbolehkan pulang, dirinya masih belum boleh untuk beraktivitas lebih. Maudy membantu Tomi, untuk duduk di sofa panjang dengan bersandar bantal agar nyaman.
"Abang, perbannya sekalian di ganti ya." ucap Maudy.
"Memangnya kamu bisa?" ucap Tomi.
"Ih.. kalau bicara itu suka sembarangan saja kalau ngomong, ya bisa lah Bang." ucap Maudy membawa kotak obat.
Maudy membuka perban, yang menutupi luka tusuk suaminya. Dengan hati - hati, Maudy melepasnya dan membersihkan lukanya terlebih dahulu.
"Pasti saat ditusuk berkali-kali sakit ya Bang?"
"Ini tidak seberapa, coba kamu lihat luka di punggung dan depan ini. Banyak kisah dibalik luka yang sudah mengering."
"Luka mana yang paling dramatis?"
"Luka di dada, saat itu Abang di tugaskan di salah satu daerah, disana daerah rawan konflik. Di hutan waktu itu, sedang berpatroli tiba - tiba mendapatkan serangan, sebuah panah mengarah pada Abang dan Anggota, selain panah, hujanan peluru mengarah pada kami. Beberapa Anggota tewas, Abang dan tiga anak buah Abang lari, tapi nasib sial menimpa kami."
"Terus, kalian di bawa mereka?"
"Iya, Abang dibawa mereka begitu juga keduanya. Kami disiksa, di depan mata Abang, mereka menembak berkali-kali bahkan, tubuh mereka di depan mata, tidak berbentuk lagi, seperti hewan kelaparan bagaimana mereka melakukannya. Tepat di bagian dada, mereka menembak dan menusuk, tak hanya itu, sebuah bensin di siramkan pada luka."
"Abang, pasti sakit."
"Itu terjadi waktu kamu masih SMP, dan saat itu bertugas dengan Papah. Pasukan diturunkan, untuk mencari kami. Hanya Abang yang tersisa, satu bulan Abang sekarat, antara hidup dan mati. Saat itu Abang, sudah tidak kuat. Abang pasrah, sayup - sayup terdengar suara tembakan, entah siapa membuka pintu penjara dan membawa Abang keluar. Yang Abang ingat, hanya bau wangi perfume bunga Mawar, wajahnya hitam manis, dia sepertinya perempuan."
"Stop, jangan di lanjutkan. Saya tahu, Abang mencari dia kan?"
"Kok tahu?"
"Ya tahu lah, seperti di film - film itu kan, pasti cari tahu dia."
"Mau tahu nggak siapa dia?"
"Nggak mau tahu."
"Benar nggak mau tahu?"
"Nggak."
"Ya sudah kalau nggak mau tahu, padahal dia cantik banget. Abang bertemu dia sekali, jadi kangen dia."
Aaawwwwww
"Sakit Yank."
Saat tangan Maudy mencubit pinggang Tomi, tepat di samping lukanya. Bahkan Tomi, merasakan sakit yang sangat luar biasa.
"Sumpah Yank, kamu keterlaluan banget."
"Habis, cerita tentang perempuan itu, menghayati sekali. Seolah menceritakan mantan, jadi kesel."
"Oh cemburu ya."
"Yaiyalah cemburu, gimana tidak cemburu."
Hahahaha
"Dia di penjara sekarang, dia kan salah satu komplotan penjahat. Hanya saja, dia yang memiliki rasa empati."
"Di penjara?"
"Iya, tapi dia di hukum seumur hidup. Sudah lama Abang tidak berkunjung kesana, hampir 4 tahun, karena mereka tidak boleh ada yang mengunjungi bahkan mereka di asingkan."
"Namanya siapa Bang?"
"Tuh penasaran kan."
"Ih.. tanya lagi, namanya siapa?"
"Namanya Kemuning, Sekar Arum Kemuning."
"Hafal ya."
"Katanya nama lengkap, kamu gimana sih Yank, ah bikin gemes saja kamu."
"Nggak tahu, nggak suka saja melihat Abang itu, menyebutkan wanita seperti dia."
*****
"Apa kabar Bro, lama tidak berkunjung kesini." ucap Alfa saat bertemu Hadi di depan rumah Tomi.
__ADS_1
"Lama apanya, kamu nya saja tidak tahu kalau saya kesini." ucap Papah Hadi.
"Masih betah sendiri ya, carilah seperti Tomi, dapat daun muda. Jangan kalah sama mantu, mertuanya harus cari yang lebih."
"Sudah nggak ingin."
"Dulu di jodohkan kamu tidak mau, padahal cantik."
"Maaf, cinta saya cukup satu sama Mamahnya Maudy. Jadi tidak bisa, wanita lain masuk ke hati saya." ucap Papah Hadi.
"Ahay... gitu ya."
"Alfa, kamu masih ingat wanita yang menolong Tomi, kejadian beberapa tahun silam."
"Yang mana?"
"Tragedi hutan pinus."
"Iya kenapa?"
"Dia kan tahanan seumur hidup, termasuk tahanan yang di asingkan. Ada kabar dari kepala tahanan, dia sekarang sakit."
"Terus, hubungannya sama Tomi?"
"Ingin bertemu dengan dia."
"Lah buat apa?"
"Kagak tahu, makannya ini mau di sampaikan sama Tomi. Sebenernya tidak di setujui, tapi karena kondisi semakin kritis jadi dengan berbagai macam keputusan akhirnya di kabulkan."
"Coba deh, sampaikan saja."
"Ya sudah saya mau masuk dulu."
*****
"Papah tumben kesini?"ucap Maudy.
" Ini pada kenapa sih? pada bilang tumben Papah kesini. Tadi Alfa sekarang anak sendiri."
"Ya kan tiba - tiba datang."
"Kesini, masa janjian dulu seperti orang mau pacaran saja."
"Iya nanti buatkan, kopi susu." ucap Maudy langsung pergi ke dapur.
"Tomi, ada kabar dari Lapas Pengasingan."
"Kabar apa?"
"Kemuning sakit, dia ingin bertemu sama kamu."
"Apa...!! " ucap Maudy langsung menaruh cangkir berisi kopi dengan kasar hingga tumpah.
"Wanita yang barusan Abang cerita tadi? minta ketemu sama Abang? tidak salah dengar saya." Ucap Maudy.
"Iya, dia ingin ketemu sama Tomi."ucap Papah Hadi.
"Nggak bisa, pasti ada maunya."
"Yank, dia lagi sakit. Mungkin ada yang ingin di sampaikan, apa salahnya sih memenuhi keinginannya."ucap Tomi.
"Memangnya sakit apa dia?" tanya Maudy.
"Papah tidak tahu, yang jelas sakit parah." jawab Papah Hadi.
"Napi kok permintaannya aneh, ingin ketemu sama suami orang. Jaminan keamanannya gimana? bisa di andalkan tidak? kalau saat keluar tinggal nama gimana?" ucap Maudy.
"Kamu itu lebay, ya nggak lah. Keamanan pasti terjaga ketat, terus Pah itu tumben ingin ketemu saya, dia masih ingat sama saya padahal sudah 4 tahun atau 6 tahun lebih lah hampir 7 tahun kayaknya." ucap Tomi.
"Tadi bilang 4 tahun yang lalu ketemu?" ucap Maudy.
"Salah ternyata, terakhir sebelum pengadilan memutuskan." ucap Tomi.
"Terakhir kamu bertemu dia, bicara apa?" tanya Papah Hadi.
"Tidak bicara apa - apa, hanya saya mengucapkan terima kasih saja. Nggak ada yang lebih dari itu."jawab Tomi.
*****
"Abang besok mau temui dia kan?" tanya Maudy.
__ADS_1
"Kalau iya kenapa?" tanya kembali Tomi.
"Kalau saya tidak suka gimana?"
"Jangan cemburu sama dia, lagian tidak mungkin akan merebut Abang dari kamu. Dia kan narapidana, bahkan diasingkan lagi."
"Tetap saja, takutnya ini akal liciknya ingin keluar, terus dia mengobrak-abrik rumah tangga kita."
"Jangan lebay lah, Abang tahu siapa dia."
"Iya dia adalah musuh negara kita, lagian kenapa tidak di hukum mati saja sih? malah hukuman seumur hidup."
"Kan yang lainnya hukuman mati, hanya dia saja yang seumur hidup. Karena dia tidak banyak bertindak, tapi hanya sebagai suruhan Ayahnya."
"Kalau Abang kesana, saya ingin ikut."
"Boleh, tapi kalau kamu tidak boleh ikut masuk ya maaf."
"Saya culik itu kepala lapas."
******
Tomi, Papah Hadi, dan Maudy sampai di sebuah lembaga Pemasyarakatan. Tomi, Papah Hadi, dan Maudy di bawa ke salah rumah sakit khusus untuk para tahanan.
Sebuah ruangan terpisah, dengan penjagaan yang ketat. Ketiga nya di periksa kembali, dan di perbolehkan masuk.
Di dalam pun, terdapat anggota bersenjatakan lengkap, dan kembali memeriksa ketiganya. Saat itu seorang dokter datang, menghampiri Tomi, Papah Hadi dan Maudy.
"Pak Tomi, pasien ada di ruangan, dia sudah 3 hari disini." ucap dokter Imanuel.
"Sebenarnya sakit apa?" tanya Tomi.
"Kanker otak, stadium 4.Dia dari kemarin, terus panggil nama Pak Tomi." jawabnya.
"Apa boleh masuk semua?"
"Maaf Pak, satu orang saja."
"Apa - apaan hanya suami saya yang boleh masuk, tidak boleh begitu dong dok? saya istrinya, masa suami saya harus bertemu dengan seorang wanita sendirian." ucap Maudy.
"Maaf mba, ini sudah prosedurnya."
"Prosedur apa." ucap Maudy.
"Nak, kamu ikuti apa kata dokter." ucap Papah Hadi.
"Nggak mau Papah." ucap Maudy.
"Yank, please jangan buat keributan." ucap Tomi.
"Tomi kamu masuk, biar Maudy sama Papah." ucap Papah Hadi.
Tomi dan dokter Imanuel masuk, kedalam kamar rawat Kemuning. Sedangkan Maudy memasang wajah kesal, dan langsung menjatuhkan pantatnya dengan kasar di salah satu kursi.
"Kalau tidak boleh masuk, kenapa harus ikut." ucap Maudy kesal.
"Kan aturan sayang, kita tidak boleh membantah aturan. Kamu ikuti saja lah, mungkin setelah ini kalau kamu ingin bertemu, nanti setelah Tomi."
"Lagian itu cewek ganjen banget sih, ingin ketemu sama suami orang."
"Sudah kamu jangan lebay."
"Lebay gimana sih Pah? wajar dong seorang istri cemburu di saat suaminya datangi perempuan yang ingin ketemu suami saya. Dengan alasan sakit, sakit parah. Siapa tahu tuh orang, kibulin dokter sini."
"Dokter lebih pintar dari pada pasiennya, jadi kamu tenang saja, percaya sama suami kamu. Hilangkan rasa cemburu kamu, ok sayang anak Papah." ucap Papah Hadi.
*****
"Kapten Tom." sapa Kemuning saat Tomi datang.
"Apa kabar? lama kita tidak bertemu." ucap Tomi.
"Kapten lihat kan? kondisi saya sekarang. Hanya tinggal menunggu waktu saja."ucap Kemuning.
" Kamu pasti sembuh."
"Tidak Kapten, ini adalah waktunya. Sudah cukup saya di hukum di dunia, tinggal pertanggung jawaban di akhirat nanti. Saya hanya ingin Kapten mendoakan saya, dan saat saya menghembuskan nafas terakhir, Kapten ada disamping saya." ucap Kemuning pelan.
.
.
__ADS_1
.