Kapten Tom

Kapten Tom
Malas


__ADS_3

Maudy dan Tomi, sedang berbelanja barang elektronik. Mulai dari kulkas, mesin cuci hingga kipas angin. Maudy yang meminta AC, dilarang oleh Tomi, karena alasan suatu saat pindah, akan banyak barang yang tidak akan bisa terbawa.


"Apalagi Yank?" tanya Tomi.


"Magicom Bang, blender sama microwave." jawab Maudy.


"Yank, Magicom sama blender aja. Kalau Microwave tidak usah lagi, buat apa sih?"


"Barangkali buat, menghangatkan masakan Bang, malas menghidupkan kompor kita pakai ini."


"Nggak usah, biar pakai kompor saja. Lagian banyak minta buat dapur, memangnya mau masak?"


"Ya masak Bang."


"Nggak usah masak, nanti seperti daging kepala kambing, sudah rasa tidak enak, duit tekor 2 juta."


"Abang kembali ngeluh? ingat dosa loh."


"Iya ingat, dosanya mengurangi amal baik."


"Nah tuh paham, beli saja Microwave nya."


"Iya, padahal kamu tidak menetap disini, permintaannya seperti benar - benar pindah ikut suami."


"Sudah Abang, jangan gerutu gitu. Ingat dosa dan ingan di kurangi amal baiknya."


"Iya - iya paham."


****


Maudy memasukkan semua bahan makanan kedalam kulkas, dan semua kipas menyala di setiap ruangan. Sehingga Maudy tidak merasakan kembali kepanasan, bahkan dapur mereka pun di pasang blower.

__ADS_1


"Nah begini kan enak, tuh semuanya ada stok sayuran, daging dan cemilan sehat." ucap Maudy.


"Gimana Yank? sudah nyaman kan?"


"Nyaman banget Bang, gini kan seperti di rumah sendiri."


"Nanti kalau rumah sendiri, pakai Ac."


"Iya Abang sayang."


Tomi langsung memeluk tubuh Maudy, di ciumnya bibir istrinya yang sangat di rindukan, oleh Tomi sekian lama.


"Kalau sudah ruangan dingin, boleh dong Abang minta jatahnya?"


"Gimana ya Bang, masalahnya."


Awwww


Hahahahaha


"Enakan Bang?" tanya Maudy sambil tertawa.


"Nakal ya kamu, awas ya." ucap Tomi langsung mengangkat tubuh Maudy.


"Aaaaaaa Abang turunkan." teriak Maudy saya Tomi, mengangkat tubuhnya.


****


"Berisik Yank, jangan keluarin suara keras, seperti di rumah kita. Kalau kamar kamu kan kedap suara, dan waktu disana juga kan, hanya tetangga dekat juga Alfa, sebelah kosong, seperti disana, teriak tapi pelan. Kalau disini jangan teriak."


"Tapi Bang, gerakan Abang ini nikmat banget, gimana tidak menjerit dan berteriak." ucap Maudy, yang berada di bawah tubuh Tomi, yang sedang bekerja memaju mundurkan miliknya, ke sarang laba - laba milik Maudy.

__ADS_1


"Bang... saya ingin keluar." ucap Maudy, sambil mencengkram pundak Tomi.


"Sama - sama yank, Aaaaarrrrgghhhhh." ucap Tomi, yang merasakan mantap, setelah mengeluarkan miliknya didalam.


****


Tomi mengeringkan rambutnya yang basah, setelah bertarung dengan Maudy. Tomi pun melihat Maudy, yang kini tertidur pulas Karena rasa capek, setelah melayani suaminya.


"Sayang." ucap Tomi sambil mencium kening Maudy, lalu turun ke perutnya.


"Bangun yuk, mandi besar dulu. Nanti lanjut tidur lagi, Abang sudah bangun." ucap Kembali Tomi.


"Nanti Bang, mata saya ngantuk banget." ucap Maudy, dengan suara khas orang bangun tidur.


"Tapi lengket sayang, yuk mandi dulu. Atau mau, Abang gendong kamu ke kamar mandi."


Maudy membuka kedua matanya, terlihat kedua matanya yang merah akibat masih mengantuk.


"Mandi dulu, nanti lanjut tidur lagi."


"Ngantuk Bang."


"Abang angkat kamu, sampai kamar mandi ya?" ucap Tomi, dan langsung mengangkat tubuh Maudy, ke arah kamar mandi.


Kedua mata Maudy masih terpejam, dan Tomi langsung membasuh wajah istrinya dengan air.


"Abang..!! "


"Bangun, atau Abang siram kamu."


.

__ADS_1


.


__ADS_2