
"Ini uang buat jajan kamu, nanti Abang jemput di tempat Nenek." ucap Tomi.
"Makasih Bang Tomi sayang." ucap Maudy, sambil mengecup pipi Tomi.
"Jangan pipinya saja dong, bibirnya juga." ucap Tomi sambil menunjukkan bibirnya.
CUP
"Kok, kecup saja. Dimainkan dong."
"Ih... aki - aki nakal deh."
"Enak saja, bilangnya Aki - aki." ucap Tomi langsung menarik tengkuk leher Maudy.
Tomi mencium bibir Maudy, tangan Maudy di kalungkan pada leher Tomi. Keduanya saling berbalas, hingga Maudy mendorong tubuh Tomi pelan, saat tangan suaminya bermain di salah satu gunung milik Maudy.
"Ini mobil sayang, saya mau kuliah."
"Kamu itu, kenapa sih? suka banget menggoda Abang, sudah tahu puasanya lama, nggak buka puasa - puasa."
"Sabar dong, masa mau menyerahkan diri begitu saja. Nggak juga dong, jadi sabar." ucap Maudy dengan jemarinya bermain di sekitar dagu Tomi.
"Sampai kapan? kamu tidak merasakan, si jojon yang sudah keras seperti batang kayu."
"Tapi nggak di mobil Bang!! "
"Ok, nanti malam."
"Nanti ma - malam?"
__ADS_1
"Iya nanti malam, terus kapan lagi?"
"Ta - tapi Bang, saya takut."
"Tenang saja, katanya pertama sakit, tapi kesana nya enak."
Maudy tersenyum, sambil membayangkan apa yang terjadi nanti malam."
"Ya sudah, sana masuk. Kalau disini terus, yang ada bahasa nya semakin panas."
"Saya masuk kelas dulu ya Bang, Assalamu'alaikum." ucap Maudy sambil mencium punggung tangannya.
****
"Kenapa muka kamu?" tanya Kirana.
"Nggak apa - apa, ehm.. hari ini ada jadwal tugas kelompok nggak? biar di kerjakan hari ini semua, sampai malam juga nggak apa - apa." Jawab Maudy.
"Kan tugas kuliah sudah semua, nggak ada tugas lagi tuh."
"Ehm... kita ke Mall yuk, nonton, makan shopping. Itu ide yang bagus, dari pada nggak ada kerjaan." ajak Maudy.
"Aduh maaf banget deh, saya malas untuk ke Mall. Kalau ingin apa - apa, masih suka minta sama nenek, beli baju juga sama Nenek."
"Ah kamu mah, nggak mau. Saya itu sedang bete dan ingin menghindari sesuatu. Kira - kira ada kegiatan, sampai rumah malam gitu."
"Ajak suami kamu napa, kenapa harus ajak saya. Kalau memang ingin di ajak. Ajaklah suami, malah lebih enak ajak suami, kan nggak keluar duit." ucap Kirana.
"Justru itu, sibuk." ucap Maudy.
__ADS_1
****
"Suami kamu datang tuh." ucap Ibu Rita.
"Bilang nek, saya ngantuk banget."
"Kamu itu, tidur sejak pulang kuliah. Apa kamu tidak capek apa, tidur sampai habis Ashar."
"Nenek, masih ngantuk. Suruh tungguin saja. Kalau nggak nenek yang ajak ngobrol, atau apa kek." ucap Maudy dengan kedua mata terpejam.
"Kamu itu, masa nenek. Sudah sana temui dulu, kalau mau pulang ya pulang, kalau mau tidur disini ya bangun sebentar, layani dulu suami kamu."
"Ah.. Nenek, jangan bicara terus, saya capek nek dan mengantuk."
****
"Maaf ya, Maudy tidur. Itu anak susah banget kalau sudah tidur. " ucap Ibu Rita.
"Nggak apa - apa nek, saya sekalian main. Maaf Nek, merepotkan." ucap Tomi.
"Nggak kok, nggak merepotkan. Tunggu saja, kalau tidak bangun - bangun, nanti sama Nenek di siram pakai air bak mandi."
"Hahahah.. nenek bisa saja, nanti kena marah Maudy loh, dia kalau marah melebihi singa." ucap Tomi sambil terkekeh.
"Kamu bisa saja bilang, seperti singa. Nanti kamu di lahap gimana?"
.
.
__ADS_1
.