Kapten Tom

Kapten Tom
Gara - gara Pengacara


__ADS_3

"Papah bawakan kalian pengacara." ucap Papah Hadi.


"Pengacara? buat apa?" tanya Maudy.


"Kalian mau maju tanpa pengacara? bisa saja mereka mempermainkan hukum." ucap Papah Hadi.


"Mau dipermainkan gimana? sudah jelas salah masih saja ngeles. Lagian datang kesini itu buang - buang waktu, tapi biarlah lagian mereka yang mengeluarkan tenaga banyak." ucap Tomi.


"Bang, benar kata Papah. Kita pakai pengacara, masa kita tanpa dampingi pengacara." ucap Maudy.


"Ok lah, kalau memang maunya begitu."


"Papah sudah hubungi pengacaranya, nanti akan datang sama Alfa." ucap Papah Hadi.


"Jadi Papah sudah siapkan?" ucap Tomi.


"Iya, nah itu mereka datang." ucap Papah Hadi.


"Assalamu'alaikum." ucap Alfa memberikan salam.


"Walaikumsalam." balas ketiganya.


"Mana pengacara kenalan kamu?" tanya Papah Hadi.


"Hi... semuanya." sapa seorang wanita cantik masuk.


Papah Hadi dan Tomi, terbelalak kaget siapa yang masuk. Alfa hanya bisa menunjukkan wajah takutnya, dan langsung mendapatkan tatapan dari Tomi dan Papah Hadi.


"Gimana kabarnya Bang Tomi?"


"Baik." ucap Tomi.


"Kamu kenapa bawa Mona? saya minta pengacara kenalan kamu."bisik Papah Hadi.


" Dia sedang ke luar negeri, ini juga Mona teamnya." bisik Alfa.


"Saya sudah pelajari kasus Abang, masalah percintaan ya?" ucap Mona sambil melirik ke arah Maudy.


"Iya." ucap Tomi memalingkan wajahnya.


"Saya menggantikan Pak Bobi, karena beliau sedang di luar negeri.Saya juga berpengalaman, pernah memenangkan kasus pembunuhan berantai."


"Iya, saya juga tahu." celetuk Tomi.


"Syukurlah kalau Abang ingat." ucap Mona.


"Abang kenal dengan Tante ini?" tanya Tomi.


"Kenal dong sayang, kita kan mantan tunangan." jawab Mona, dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Tomi, Alfa dan Papah Hadi.


"Maksudnya apa ini? Papah sengaja ya, mau buat saya marah. Kasih pengacara malah mantannya Bang Tomi, om Alfa juga. Sudah tahu mantannya, jangan mau dong. Dari pada mantan, lebih baik tanpa pengacara." ucap Maudy kesal.


"Papah tidak tahu sayang." ucap Papah Hadi.


"Sama, Om juga tidak tahu." ucap Alfa.


"Mona, maaf ya. Dari pada kita pakai jasa kamu, lebih baik saya tidak pakai jasa pengacara lagi." ucap Tomi, sambil menatap wajah Maudy yang terlihat kesal.


"Kenapa? kalian mau pakai pengacara lain mahal loh? kalau saya bisa gratis."ucap Mona.


"Gratis? memangnya kamu kerja tidak berteam? saya tidak bodoh, gratis dalam arti tanda kutip."ucap Maudy.


" Bang Hadi, bukannya dia itu anak Abang ya? nggak salah, Abang nikahi anaknya sama pria lebih tua." ucap Mona.


"Mona, jangan perpanjang lagi ya. Tomi dan anak saya memang sudah Jodohnya, maaf ya kami tidak jadi pakai jasa kamu." ucap Papah Hadi.

__ADS_1


"Bang Alfa, kalau tidak jelas begini tidak usah suruh saya datang kesini." ucap Mona.


"Saya kan tidak tahu, saya kira Mona itu bukan kamu, eh ternyata itu kamu." ucap Alfa.


"Ok, saya pamit. Saya pamit, sebagai wanita yang pernah di kecewakan sama pria lemah seperti Tomi." ucap Mona berdiri.


"Eh Tante, lemah apanya? buktinya di atas ranjang dia kuat loh, lemah apanya? Tante pasti iri ya? karena mantan Tante dapat daun muda, lagian wajah keriput gitu masih saja di pake. Operasi plastik, katanya pengacara hebat, masa banyak uang kagak sanggup operasi plastik, jangan - jangan duit nya habis buat bayar pinjaman online ya, buat beli skin care aduh kasihan banget."


"Hadi , Tomi...!! ajarkan itu mulut." ucap Mona langsung pergi.


"Kamu sih Alfa, bikin singa mengamuk." ucap Tomi.


"Abang bilang apa tadi? singa mengamuk? coba katakan lagi!! "


"Iya singa mengamuk." ucap Tomi.


Aaaaaaaaaa


"Sakit...!!! " teriak Tomi.


"Kalau saya singa mengamuk, Abang gorila mengamuk." ucap Maudy langsung pergi dan membanting pintu kamarnya.


"Kamu Alfa, gara - gara kamu bawa si Mona. Untung dia tidak ngomong yang kagak - kagak. Kalau sampai dia bicara yang lain - lain, bisa gawat." ucap Tomi.


"Papah nggak ikut - ikut." ucap Papah langsung berdiri.


"Mau kemana?"


"Pulang, sambil cari pengacara lagi." ucap Papah Hadi.


Alfa tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Tomi beranjak bangun tapi di cegah oleh Alfa."


"Apa?"


"Rayu istrilah, gara - gara kamu, saya nanti tidurnya di luar. Sana pulang, saya mau rayu Maudy."


****


"Yank, sudah dong. Yang salah kan Om Alfa, masa Abang di cuekin." ucap Tomi.


"Maaf ya Bang, saya masih kesal lihat wajahnya mantan Abang, itu baru Mona, belum mantan lainnya."


"Ngapain sih, bahas dia. Itu si Alfa bikin masalah saja."


Hoek.. hoek..


"Yank, mual ya?"


"Anak Abang marah nih, jadi mual dekat sama Ayahnya."


"Masa sih Yank?"


Hoek.. hoek...


"Tuh, jadi menyiksa gini. Sana ah, dari pada tambah mual, mending Abang keluar kamar deh."


"Iya Abang keluar."


*****


"Yank, makan." ucap Tomi yang sedang menyiapkan makan malam.


Maudy datang melihat, meja makan terdapat cumi asam manis, telor asin, dan kerupuk. Maudy duduk, dan hanya menatap saja.


"Kenapa?"

__ADS_1


"Abang masak atau beli?"


"Masak, masih ada stok."


"Mau sate keong."


"Jangan macam - macam."


"Enak banget Bang sate keong, kalau Abang mau carikan dan masakin."


"Cari dimana?"


"Sawah belakang tuh."


"Malam - malam gini?"


Hoek.. hoek..


"Tuh, kalau bantah saya mual Bang. Anak Abang marah tandanya, buruan dari pada saya muntah - muntah terus."


"Besok lagi, kagak kelihatan."


Hoek.. hoek..


"Ah... iya, anak sama ibu nya ngerjain terus." ucap Tomi, sedangkan Maudy tertawa terkekeh.


****


"Tomi, kagak kelihatan. Mesti siang cari keong sawah." ucap Alfa yang ikut membantu mencari.


"Sudah jangan banyak protes, hitung - hitung tebus kesalahan kamu." ucap Tomi.


"Yang ada juga kodok, kalau mau nih saya sudah dapat 3 kodok."


"Sana buat makan kamu, buruan cari."


"Iya ini sedang cari. " ucap Alfa.


Sedangkan di rumah, Maudy makan dengan lahap cumi asam manis dan telur asin. Hingga semuanya habis tak tersisa, tanpa rasa berdosa Maudy langsung naik ke atas tempat tidur.


"Hoooaaaaammmm nikmat banget masakannya, soal selera Bang Tomi jagonya. Kagak nyesel punya suami seperti dia, serba bisa. Kenapa tidak dari dulu saja ya, nikah sama Bang Tomi." ucap Maudy sambil tersenyum.


****


"Lumayan lah, dapat setengah ember." ucap Tomi.


"Ada belut juga nih, sekalian olah." ucap Alfa.


"Kagak ah, geli saya lihat belut. Sudah di potong malah, masih gerak - gerak, apalagi saat di kasih perasaan air jeruk biar nggak bau." ucap Tomi.


"Tapi enak loh, apalagi di bumbu balado. Makannya sama nasi hangat, ehm... yummy." ucap Alfa sambil mengkhayal.


"Mending olah ini keong, bantu bersihin."


"Iya deh, nurut saja. istri siapa yang hamil, yang repot tetangga."


"Ngomong apa kamu?"


"Kagak, ini belut enak kali ya di sate."


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2