Kapten Tom

Kapten Tom
Gagal Total


__ADS_3

Maudy memejamkan kedua matanya, saat merasakan sapuan lidah Tomi, terasa ingin menjerit, tapi seakan tertahan. Dengan wajah yang begitu serius, Tomi berhasil melepaskan semua yang menempel pada tubuh Maudy, bahkan dirinya.


Maudy membuka sedikit matanya, merasakan kaget saat melihat Tomi, kini sama dengan dirinya tanpa sebuah pembatas.


"A - abang!!! " ucap Maudy dengan suara pantang, sambil menarik sebuah selimut menutupi tubuhnya.


"Ke - kenapa?"


"Ma - mau apa?"


"Memenuhi nafkah batin."


"Haruskah kita begini?"


"Hah..!! " ucap Tomi, yang tiba - tiba mood nya jadi berubah.


"Kamu nggak paham? apa pura - pura nggak paham?"


"Saya, saya..!! "


"Sudahlah, dari tadi banyak drama." ucap Tomi, langsung memakai pakaiannya, dan keluar dari kamar dengan membanting pintu kamar.


"Saya salah ya?" ucap Maudy.


Sedangkan Tomi sedang mengguyur kepalanya dengan air dingin, di dalam kamar mandi Tomi, menyelesaikan semuanya. Ada rasa kurang puas, saat harus menyelesaikan sendiri.


Maudy keluar dari kamar, terdengar suara gemercik air. Maudy berdiri di depan pintu kamar mandi, Tomi tersentak kaget saat melihat Maudy berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Mau apa?"


"Mandi besar. "


"Oh." ucap Tomi langsung berlalu pergi dan masuk kamar.


****


Maudy, membuat sarapan untuk Tomi sebelum berangkat Dinas. Sebuah roti bakar gosong, dengan taburan selai cokelat yang menutupi lapisan roti yang gosong, susu kental manis di atas nya dan bertabur keju parut yang menggunung.


Kopi hitam pekat, pun sudah tersedia di atas meja makan, dengan piring berisi roti di sampingnya.


"Bang, sarapan dulu."


Tomi melihat sarapan yang penuh manis, berpadu kopi hitam yang pekat, membuat rasa kenyang terlebih dahulu.


"Kamu yang buat?"


"Iya, kita sama - sama sarapan ini. Dan sebagai tanda maaf saya sama Abang, maaf ya Bang buat yang tadi malam, saya sudah kecewakan Abang. "


"Saya maafkan, tapi ini makanan aman kan?"


"Aman kok, ini saya buat juga."


"Ok, Abang makan."


Pertama Tomi melihat penampakan roti bakar buatan istrinya, satu irisan Tomi coba. Rasa pahit bercampur manis, membuat di lidah merasakan sensasi rasa yang tidak bisa di katakan.


Tomi masih berusaha tersenyum, dengan menelan susah payah. Berlanjut minum kopi hitam pekat, Tomi merasakan pahit yang luar biasa, dan saat di aduk kembali dengan sendok ampas kopi hingga tersendok lebih dari sekali.

__ADS_1


"Kamu pakai kopi original , tidak di kasih gula?" tanya Tomi.


"Kasih Bang, memang kenapa?"


"Kamu makan sarapan roti bakarnya, terus kamu minum kopinya."


Maudy memakan roti bakar buatannya, terasa sangat pahit dan manis legit, begitu minum rasa pahit yang membuat lidahnya menjulur ke luar. Maudy langsung minum air putih, hingga satu gelas habis.


"Ini sih penyakit." ucap Intan.


"Kalau tidak bisa masak, tidak bisa buat kopi tidak usah laga - laga buat, mubazir kan? kita sarapan di jalan, cepat siap - siap."


****


Tomi dan Maudy sarapan bubur ayam di pinggir jalan, sebelum sampai di kampus. Tomi yang sudah lapar berat, menghabiskan dua mangkok. Hingga merasakan kenyang, sampai terasa sesak.


"Kenapa Bang? kenyang ya?" tanya Maudy.


"Iya, ini kenyang banget. Kamu sudah makannya?"


"Sudah Om, kenyang."


"Kita berangkat sekarang, waktu nya mepet , nanti telat lagi."


"Jam 9 Om, jadwalnya."


"Ya tetap saja buru - buru, suami kamu kan dinas juga bukan pengangguran."


Keduanya masuk kedalam mobil, Maudy kembali memainkan ponsel milik suaminya. Tomi melirik istrinya, mengingat kejadian semalam yang membuatnya kesal hingga ubun - ubun.


****


"Tanya apa?"


"Dosa nggak ya?kalau kita menolak suami saat suami, disaat suami minta melakukan hubungan suami istri? "


"Dosa lah, itu kan salah satu kebutuhan pokok yang utama." ucap Kirana.


"Oh gitu ya, jadi nggak boleh menolak."


"Boleh menolak, tapi ada sesuatu yang tidak memungkinkan kita melakukannya. Seperti contoh, menolak karena sedang datang bulan." ucap Kirana.


"By the way, kamu sering menolak?"tanya Kirana.


"Ah... nggak juga. " ucap Maudy sambil tersenyum.


*****


Tomi hadir di acara bakti sosial, pembagian sembako untuk warga tidak mampu, dan cek kesehatan gratis.


"Pak, Ibu mana?" tanya salah satu istri Anggota.


"Maaf Bu, istri saya sedang kuliah jadi tidak bisa ikut." jawab Tomi.


"Sayang sekali Pak, padahal dengan acara seperti ini, bisa saling dekat. "


"Nanti lain waktu, soalnya tidak bisa di tinggal ada kuis." ucap Tomi, yang sengaja berbohong.

__ADS_1


"Bang, istrinya mana?" tanya Regina.


"Saya lupa kalau hari ini ada kegiatan, dan Maudy juga tidak tahu kalau ada acara beginian. Kamu nggak ingat kan?" jawab Tomi kembali bertanya.


"Ih.. mana saya tahu, kan Abang suaminya."


Prita datang menghampiri Tomi, sambil memberikan minuman mineral botol. Tomi langsung membukanya, saat itu cuaca sangat begitu terik.


"Makasih."


"Sama - sama, ehm.. istri kamu mana Bang?"


"Ada jam kuliah, ada kuis di sekolah."


"Oh gitu ya."


"Bang, kita jalan yuk, lama nih kita tidak jalan."


"Jalan kemana? saya tidak ada waktu."


"Sekarang, sudah menikah beda ya. Nggak seperti dulu."


"Sekarang kan Abang sudah punya istri, beda sama yang dulu, kita selalu bisa luangkan waktu. Sekarang sih, bingung mau jalan juga, kecuali laki - laki, dan kamu kan cewek."


"Istri Abang kurang gaul, lagian dia itu masih kecil Bang, mudah di bohongin." ucap Astri.


"Kamu pikir, dia kecil masih anak - anak? walau dia jauh sama saya, tapi dia juga memiliki pikiran yang dewasa. Kamu saja, kemarin kena semprot saat bilang kangen, nggak lihat apa cara dia marahin kamu."


"Emang suka apanya sih Bang sama dia? pasti dia tidak bisa mengurus suami. Kata si Frida juga waktu di rumah sakit, nggak respon gimana- gimana."


"Kata siapa? dia bisa mengurus suami, walau dia umur di bawah saya jauh, dia tidak lupa akan kewajibannya."


****


"Yang di katakan Prita memang benar, Maudy tidak bisa apa - apa, jangankan masak atau menyiapkan sesuatu untuk suaminya, melakukan hubungan layaknya suami istri saja belum. Tapi saya, tidak akan membeberkan itu semua, orang mau bilang apa saya akan tetap membela kamu." ucap Tomi sambil duduk dibalik kemudi mobil, saat sedang menunggu Maudy keluar dari kampus.


"Abang." ucap Maudy sambil membuka pintu mobil.


"Tumben sore, ada tambahan?"


"Iya Bang, tadi ada tambahan. Makannya, baru keluar."


"Bang, di group ada acara bakti sosial, kok saya tidak tahu ya?"


"Maaf, Abang lupa kasih tahu."


"Mereka pada tanyain saya ya Bang?"


"Iya , memang di group ramai tanyain kamu?"


"Nggak sih, hanya saja ada satu orang yang senggol, istri Kapten Tom mana? acara bulanan saja nggak sering datang. Habis acaranya itu, kemarin pas banget ada kuis, terus kemarin lagi, ada acara kampus di luar, nah yang ini saya nggak tahu."


"Maaf ya Abang lupa."


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2