
Maudy mengerjakan soal ulangan semester ke empat nya. Dengan kehamilan usia memasuki 3 bulan, Maudy sudah mulai merasakan tidak nyaman pakaian yang dikenakannya.
"Kirana kamu sudah belum?" tanya Maudy.
"Sebentar lagi." jawab Kirana.
"Saya keluar duluan ya."
"Ok."
Maudy langsung mencari tempat duduk, dirinya lalu duduk di kursi tak jauh dari kelasnya. Saat baru saja duduk, ponsel Maudy berdering.
"Bantu Tomi." ucap Maudy, saat melihat layar ponsel tercantum nama suaminya yang menelpon.
"Assalamu'alaikum Bang."
"Walaikumsalam Yank, gimana ujiannya?"
"Alhamdulillah Bang, hari terakhir sekarang."
"Kapan kamu mulai libur?"
"Mungkin minggu depan, kenapa?"
"Kamu katanya ingin liburan kesini, kalau berangkat minggu depan, berapa hari liburnya?"
"Satu bulan sih Bang."
"Jangan tunggu minggu depan lah, lusa berangkat ya. "
"Hah.. lusa berangkat!! "
"Iya, Abang pesankan tiket pesawat sekarang. Kamu sudah selesai kan, kamu pulang siap - siap. "
"Tunggu dulu Bang, kok mendadak. Abang tidak lupa ya, saya sedang hamil naik pesawat."
"Oh iya, kamu masih muda banget ya. Pakai kapal laut dong, gimana?"
"Berapa hari Bang?"
"Bentar sayang, nyebrang saja 4 jam."
"Kenapa Abang tidak jemput di pelabuhan, kita nanti menyebrang sama - sama. Saya tidak biasa pergi jauh sendiri, ya Abang tunggu di pelabuhan nyebrang dulu kesini."
"Ya udah nggak apa - apa, nanti Abang atur waktu dari sini."
*****
__ADS_1
"Jadi kamu mau berangkat lusa?" tanya Ibu Rika.
"Iya Nek, nanti Abang tunggu di pelabuhan. Kan kalau dari sana kesini lumayan 3 jam, nanti Papah suruh antar Maudy." jawab Maudy.
"Kamu nanti kabari saja, kalau pulang lagi kesini, syukur - syukur Papah nanti jemput kamu kesana." ucap Papah Hadi.
"Om, Kirana ikut ya."
"Iya, tapi kamu mabukan nggak? kalau mabukan Om nggak mau ajak kamu."
"Nggak lah Om, masa mabuk. Kan Kirana sudah gede, ya ikut ya."
"Iya, lagian Tomi pasti nggak bisa antar kamu pulang, buktinya saja dia jemput kamu nya di pelabuhan."
"Yaudah, nanti pulang sih Papah jemput ya."
"Iya, nanti berangkat jam berapa?"
"Jam 10 kapalnya akan berangkat."
"Sudah pesan tiketnya?"
"Sudah di pesankan sama Abang."
"Tapi ingat, kandungan kamu jangan sampai kenapa - napa. Papah khawatir, tapi ada untungnya Tomi nanti sama kamu menyebrang menaiki kapal, bisa jaga kamu."
*****
Maudy di antar Papah Hadi ke pelabuhan, dengan jarak tempuh 3 jam perjalanan. Kirana pun ikut, yang duduk di belakang dengan terus mencium aroma minyak kayu putih, karena pusing dan mual.
"Gayanya, nanti ikut jemput Maudy, antar ke pelabuhan saja kamu sudah teler." ucap Papah Hadi."
"Pusing Om." ucap Kirana.
"Pah, nanti kalau muntah turunin saja di jalan, biar pulang sendiri." ucap Maudy tersenyum.
"Jahat kamu Maudy."
"Sudah kamu tidur, nanti setelah dari pelabuhan kamu minum obat anti mabuk, kita istirahat dulu." ucap Papah Hadi.
*****
"Abang...!!! " panggil Maudy, saat melihat Tomi
"Yank, jangan lari." ucap Tomi, langsung menghampiri istrinya.
"Aduh, kalau kamu jatuh gimana? jangan lari dong."
__ADS_1
"Kangen."ucap Maudy manja, langsung memeluk tubuh Tomi.
" Cieeee, kita jadi obat nyamuk." ucap Kirana.
"Pah." ucap Tomi langsung bersalaman dengan Papah Hadi, dan mencium punggung tangannya.
"Gimana di tempat baru?"
"Nyaman Pah, tapi nggak enak saja jauh sama istri."
"Kan, ada waktu satu bulan Bang kita kumpul lagi." ucap Maudy.
"Iya, kita manfaat kan waktu." ucap Tomi.
"Tomi, nanti Papah akan jemput Maudy kalau dia mau pulang nanti. Papah khawatir, dia kan sedang hamil."
"Baik Pah, nanti saya kabari kalau Maudy mau pulang."
"Om, dari pelabuhan ke tempat Om itu berapa lama?" tanya Kirana.
"Sebentar, hanya satu jam. Kalau menyebrang hanya 4 jam." jawab Tomi.
"Nanti dia mau ikut Bang, kalau papah jemput." ucap Maudy.
"Wah asik tuh, nanti saya ajak jalan - jalan, ada pantai yang indah banget."
"Serius Om, asik jadi ingin cepat kesana"
"Tadi sekalian saja, kamu tidak bawa pakaian ya?"
"Jangan, nanti mengganggu. Kalau sama Papah saja, kalau mau main." ucap Maudy.
"Iya, lagian juga saya tidak mau, disana jadi obat nyamuk."
"Ya sudah, kita naik ke kapal yuk." ucap Tomi.
"Hati - hati." ucap Papah Hadi.
Tomi dan Maudy, berjalan ke arah Kapal. Sedangkan Papah Hadi dan Kirana langsung kembali ke dalam mobil.
.
.
.
.
__ADS_1