
Usia kehamilan Maudy memasuki 7 bulan, dengan perut besar Maudy tengah sibuk mengerjakan tugas kuliahnya yang lumayan menguras tenaganya.
"Kamu sudah selesai?" tanya Kirana.
"Tanggung, tinggal tugas yang cari di internet saya belum satu pun." jawab Maudy.
"Tugas dosen siapa?"
"Ibu Marta sama Pak Santos."
"Belum satupun?"
"Belum Kirana."
"Tugasnya besok, dan harus kirim via email jam 12 malam, harus sudah masuk."
"Aduh gimana dong, saya mager banget bener. Pas hamil besar, sering capek dan boro - boro bisa mikir."
"Gimana dong, tugas saya aja masih satu lagi." ucap Kirana.
"Ahay.. ada ide." ucap Maudy, dan langsung menghubungi suaminya.
"Hallo Abang sayang."
"Assalamu'alaikum."Sapa Tomi dari seberang.
"Walaikumsalam, Abang."
"Iya sayang."
"Lagi ngapain?"
"Lagi di rumah mau keluar ke balai desa."
"Tolongin Maudy dong."
"Tolong apa?"
"Bantuin searching tugas kuliah Maudy, ada dua mata kuliah yang harus di kirim via email, nanti malam jam 12 harus sudah masuk ke email Dosen."
"Yang kuliah Abang atau kamu? mana Abang mengerti, cari bahan tugas kamu."
"Saya nanti kirim tugasnya, Abang cariin ya. Lalu kirim dalam bentuk pdf."
"Yank, Abang ada acara di Balai Desa. Harus bertemu dengan kepala desa, dan perangkat desa lainnya. Belum juga, Abang di tunggu sama Bhabinkamtibmas, camat juga."
__ADS_1
"Abang mau, kalau nilai tugas Maudy jelek dapat nilai D?"
"Yank, bukan gitu. "
Maudy langsung mematikan ponselnya, dan mengirim tugas apa saja yang harus dia kerjakan.
Sedangkan di tempat lain, Tomi hanya bisa mengusap dadanya saat membaca chat kiriman dari istrinya.
"Astagfirullah, Maudy."
****
Disela - sela rapat, Tomi mencari bahan tugas untuk istrinya. Hingga Tomi menyerah, lantas seorang Sekdes menoleh ke arah Tomi.
"Pak Kapten sedang apa?"
"Ini istri saya minta bantuan, buat tugas kuliah. Masalahnya saya kan tidak mengerti, bagaimana cara memilihnya."
"Ambil jurusan apa?"
"Hubungan Internasional."
"Boleh saya bantu."
"Memangnya kamu bisa Budi?"
"Saya kirim saja ya, dari tadi saja begini. Saya fokus nih rapat."
Budi sang Sekdes membantu tugas milik istrinya Tomi, sedangkan Tomi kembali fokus pada rapat yang sedang di hadiri nya.
****
"Nah ini baru aman." ucap Maudy saat menerima pesan dari suaminya.
Maudy pun langsung mengirimkan tugas kuliahnya, melalui email. Saat itu ponsel Maudy berdering, nama suaminya yang tercantum di layar ponsel.
"Assalamu'alaikum Abang."
"Walaikumsalam."
"Abang makasih ya, sudah bantu tugasnya."
"Iya sama - sama, itu juga untung di bantu sama Sekdes sini, kalau tidak ada dia, tugas kamu belum juga selesai."
"Dia kuliah sama seperti saya?"
__ADS_1
"Tapi dia sudah lulus, tadinya kuliah ambil. jurusan Hubungan Internasional."
"Kalau begini enak dong, kalau ada tugas lagi suruh dia."
"Berhenti saja kuliahnya.'
" Kok berhenti?"
"Jangan suka, mengandalkan orang lain. Kehamilan jangan jadikan alasan, Abang ingin kamu berusaha dulu. Kalau tidak bisa tapi sudah usaha baru minta tolong."
"Ya Bang, maaf."
"Kapan kamu ambil cuti?"
"Nanti Bang, setelah ujian semester 5."
"Nanti mau cuti satu semester atau dua semester?"
"Satu semester Bang, tapi Abang pulang kan nanti?"
"Insya Allah, nanti Abang akan pulang."
"Saya sudah kangen sama Abang."
"Sama sayang, Abang juga kangen sama kamu."
"Ingat jangan nakal, awas saja kalau nakal."
"Iya sayang, tenang saja. Abang tidak akan macam - macam, kamu juga ingat jangan sering minta yang aneh - aneh."
"Bawaan orok Abang, masa kagak di turuti. Kalau anak kita ileran gimana? nggak mau kan?"
"Bukan begitu sayang, pokoknya jangan minta hal yang aneh - aneh." ucap Tomi mengingatkan.
****
"Budi, makasih ya. Kalau tidak ada kamu, mungkin istri saya dapat nilai D." ucap Tomi.
"Sama - sama Pak Kapten, saya tadi mengerjakan soal milik istri Pak Kapten, berasa flashback saat masa kuliah, masa yang penuh sejuta kenangan hingga saat ini, seperti baru kemarin lulus. Padahal sudah 10 tahun yang lalu."
"Kalau istri saya disini, pasti dia sering tanya masalah pelajaran sama kamu."
"Saya siap, untuk membantu.
.
__ADS_1
.