Kapten Tom

Kapten Tom
Gara - Gara Sate


__ADS_3

"Jam berapa Alfa?" tanya Tomi setelah selesai membakar sate keong.


"Baru jam 12 malam." jawab Alfa sambil mengipas sate belutnya.


"Aduh jam 12 malam, sudah tidur belum ya? kalau sudah tidur bisa gawat ini." ucap Tomi langsung membawa masuk sate keong yang sudah matang.


"Yank, sate keong nya sudah matang nih." ucap Tomi.


"Yank..!"


Hooooaaaammm


Maudy menguap sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, bahkan rambutnya yang acak - acak an.


"Ini sate keongnya, makan ya. Mau sama nasi atau di gado saja?"


"Abang ini gimana, saya masih kenyang Bang. Tuh masakan Abang tak makan semua, buat Abang saja, kan belum makan."


"Kamu bagaimana sih Yank? Abang sama Om Alfa cari di sawah belakang loh. Malam - malam demi kamu, katanya makan sate keong. Eh sekarang kamu tolak, Abang sia - sia dong, bakarin keong buat kamu."


"Oh jadi nggak ikhlas nih? Abang tidak ikhlas gitu? Abang tahu nggak? kalau menuruti istrinya sedang ngidam itu, pahalanya besar, jangan suka ngeluh, istri saja durhaka kalau menentang perintah suami. Sama halnya dengan Abang, menentang permintaan istri. Ini saya kenyang Bang, mau kalau saya muntah gara - gara kekenyangan?" ucap Maudy dengan suara sedikit keras.


"Iya, Abang makan nih." ucap Tomi langsung melahap sate keongnya.


"Nah gitu, dimakan."


"Tomi, sate belutnya mau nggak?" ucap Alfa.


"Om sini mau." teriak Maudy, sambil beranjak bangun dari duduknya.


"Ini punya istri satu, gemes banget sih. Minta sate keong malah yang dimakan sate belut." ucap Tomi.


"Boleh om mau semua y." ucap Maudy.


"Boleh silahkan kalau suka, tapi sate keongnya masih ada nggak?" ucap Alfa.


"Nggak tahu Om, tanya saja sama Bang Tomi, masih nggak sate keongnya." ucap Maudy mengambil sate belut yang dibawa Alfa.


"Bro bagi sate keongnya." ucap Alfa.


"Ambil sana sendiri di atas meja makan." ucap Tomi, dan Alfa langsung masuk berjalan ke arah meja makan.


"Enak sate belutnya?" tanya Tomi.


"Enak banget Bang, coba Abang cari belut saja tadi, bakalan di makan." jawab Maudy tanpa salah.


"Gitu ya, kalau Mau Abang ambilkan kamu ular pyton yang ada di semak - semak belakang lapangan, lebih enak itu dari pada belut."


"Kalau bisa, ambil Bang." ucap Maudy sambil melahap sate belut.


"Kamu nggak makan kan? kita barter saja. Makasih ya, Maudy kalau mau sate belut lagi hubungi Om."


"Siap Om." ucap Maudy sambil mengacungkan jempolnya.

__ADS_1


"Om mau?"


"Nggak, lebih enak makan sate ular." ucap Tomi berjalan ke arah kamarnya.


"Katanya mau cari ular pyton, kok ke kamar?"


"Ular nya sebentar lagi keluar dari sarangnya, terus patok yang punya sarang laba - laba."


*****


"Yank, kamu nggak masuk kuliah?" tanya Tomi.


"Mual Bang, ijin ya." jawab Maudy.


"Yasudah, mau di buatkan apa?"


"Mau cium ketek Abang."


"Masa cium ketek sih, yang ada mau ngidam yang aneh itu minta beli motor, mobil, beli perhiasan, ini malah minta cium ketiak."


"Biar mualnya hilang."


Tomi yang terpaksa mengangkat tangan kanannya ke atas, saat Maudy mencium ketiak Tomi langsung mual.


Hoek...


"Kenapa Yank? ketiak Abang bau ya? kan sudah pakai perfume."


"Abang nggak suka sayang, kalau harus tumbuhin bulu kumis, atau bulu jenggot."


"Dosa loh Bang, menolak permintaan istri. Jaminannya neraka loh, kalau mau surga harus turuti permintaan istri."


"Iya, Abang nurut. Sudah dulu, Abang mau berangkat dinas. Kamu kalau mau makan, telepon Abang kalau mau makanan lain."


"Ok Abang sayang, muuuaaaaccch." ucap Maudy sambil mencium pipi Tomi.


"Kalau mau sarapan, Abang sudah siapkan."


"Makasih cinta."


Tomi tersenyum sambil mencium kening, hidung dan bibir. Maudy yang terlihat manja, memeluk tubuh Tomi.


"I love you Abang."


"I love you too."


****


"Suprise...!! " teriak Susanti.


"Susanti, kamu kok tahu kalau saya ada di rumah?" ucap Maudy.


"Iya dong, kan bestie sayang. Ikatan batin kita itu kuat."

__ADS_1


"Bisa saja."


"Suami kamu sudah berangkat?"


"Baru sekitar 10 menit an, tumben Tito mana?"


"Dia sedang keluar kota sama keluarganya, bete di kampus tidak ada Tito, dulu ada kamu, enak ada temannya. Sekarang, kayak ada kamu, disana paling duduk menyendiri."


"Kan masih ada teman lainnya, masa harus saya saja."


"Bedalah, bestie sama bukan."


"Eh ada berita."


"Berita apa Maudy?"


"Saya hamil."


"Serius?"


"Serius, saya sedang hamil."


"Nggak menyangka, yang tadinya ilfil sekarang malah hamil anak dia. Jadi kemakan omongan sendiri." ucap Susanti.


"Hahahaha.. karma ya." ucap Susanti.


"Gimana masalah sidang?"


"Kami di panggil nanti saat sidang, mau mereka apa kita ladenin sampai mana."


"Kalau hukum berpihak pada mereka gimana?"


"Kita harus menang dong, tetap berjuang. Kalau ada mereka, tinggal tidak di kasih." ucap Maudy.


"Intinya, jangan pernah banyak bicara kesana kemari. " ucap Tomi.


"Nggak Bang, nggak ada teman kok."


"Terus, kamu di dampingi pengacara?"


"Tidak, kami maju sendiri. Kita nggak salah, terus juga pasti menang." ucap Maudy.


"Hati - hati saja, kalau mereka itu punya berbagai cara." ucap Susanti.


"Kamu nanti datang kan sama Tito?"


"Pasti kita datang, kami hanya berdoa. Semoga Allah selalu lindungi kalian berdua, dan kebenarannya selalu berpihak pada kalian."


"Amin..!! "


.


.

__ADS_1


__ADS_2