Kapten Tom

Kapten Tom
Rencana LDR


__ADS_3

"Tomi makan dulu, itu Nenek masak sayur asem, tempe dan sambel."ucap Ibu Rina.


" Makasih nek, masih kenyang." ucap Tomi.


"Abang makan yuk, tadi saya sudah makan." ucap Maudy.


"Makan di rumah saja." bisik Tomi.


"Nenek sudah masak banyak, kasihan."


"Iya makan dulu, sana Maudy. Nanti kamu mampir ke papah kamu, kasih itu sayur asem, tempe sama sambal."


"Iya Nek."


Maudy menuangkan nasi ke piring, dan sayur ke mangkuk. Tomi pun makan dengan lahap, Maudy hanya tersenyum melihat tingkah suaminya.


"katanya kenyang, eh makan juga."


"Lapar Yank, perjalanan dari sana kesini itu lama."


"Satu jam doang."


"Satu jam juga Bang lumayan kan, sekarang bawa motor ya?"


"Kenapa?"


"Nggak apa - apa sih."


"Lagi ingin bawa motor, biar bisa salip sana salip sini."


"Eh.. Om Tomi." ucap Kirana langsung bergelayut di lengan Tomi.


"Ih.. ini tangan nggak sopan." ucap Maudy, sambil menyingkirkan tangan Kirana.


"Idih.. pelitnya."


"Biarin, suami saya bukan suami kamu. Tuh sana, Nenek suruh kamu ambil jahitan baju."


"Ah mager, malas sama anaknya tukang jahitnya."


"Memang anak tukang jahitnya kenapa?" tanya Tomi.


"Musuh bebuyutan." jawab Kirana.


"Musuh sejak kapan?" tanya Maudy.


"Sejak SD, dia itu saingan terberat saya."


"Saingan apa?"


"Rangking lah."


"Kan, kamu sudah kuliah."


"Sekarang, sedang saingan perebutan cowok. Jadi sekarang ini, sedang menunggu keputusan dia pilih saya atau dia."


"Cowoknya seganteng apa sih? sampai segitunya."


"Ya seganteng siapa ya? pokoknya ganteng an dia dari pada Om Tomi."


"Oh iya, masa?"


"Ya sudah kalau tidak percaya."


"Emang kagak percaya." ucap Maudy.


"Om, tadi siang di kampus ada yang ngajak jalan tuh." ucap Kirana.


"Oh iya, siapa?" tanya Tomi.


"Orang seganteng sekampus, tapi sayang playboy cap kadal." jawab Kirana.


"Waduh sayang tuh, bukan saingan Om."


"Mulai deh." ucap Maudy.

__ADS_1


"Terus, istri saya gimana reaksinya?" tanya Tomi.


"Bilang sudah punya suami, tapi dia kagak percaya kalau Om itu suaminya. Baru percaya waktu, di tunjukkin photo pernikahan Om sama Maudy."


"Sudah laporannya?" ucap Maudy.


"Sudah." ucap Kirana.


"Kirana, kamu ambil jahitan dong. Buat lusa kondangan." ucap Ibu Rina.


"Nggak mau Nek, nanti ketemu sama Laura."


"Kamu kan ketemunya sama Ayahnya, bukan Laura."


"Ya tetap saja Nek, pasti ketemu."


"Om antar kamu yuk." ucap Tomi.


"Nggak mau, kalau mau Om yang ambil Nenek saja sekalian ikut."


"Ini anak ya." ucap Ibu Rina kesal.


"Maaf Nek, ambil sendiri saja." ucap Kirana langsung bangun dari duduknya dan pergi.


****


"Dari Nenek." ucap Maudy sambil meletakkan di atas meja makan.


"Kamu bawa buah tuh, tadi si bibi belinya banyak." ucap Papah Hadi.


"Buah apa?"


"Lihat saja di kulkas."


Papah Hadi berjalan ke arah Tomi, yang sedang duduk di sofa depan televisi. Papah Hadi duduk di samping Tomi.


"Pah, saya tuh dapat info mau di pindah tugasnya."


"Kemana?"


"Kota W, Maudy gimana ya Pah? dia masih kuliah tidak mungkin ikut saya."


"Saya juga belum lihat, kampusnya dekat tidak. "


"Bang, yuk pulang." ajak Maudy.


"Sudah kamu ambil?"tanya Papah Hadi.


" Sudah Pah, makasih ya."


"Sama - sama."


"Kami pamit dulu Pah, Assalamu'alaikum." ucap Tomi sambil mencium punggung tangan Papah Hadi.


"Walaikumsalam."


****


"Bang, besok bayaran semester." ucap Maudy sambil menyisir rambutnya.


"Yank, boleh Abang bicara?"


"Bicara saja Bang, minta ijin segala."


"Abang di pindah tugas, tapi ini bukan dalam kabupaten atau dalam provinsi, tapi luar provinsi. "


"Dimana Bang?"


"Kota W."


"Terus, Maudy gimana? Abang tinggal?"


"Abang mau survei, disana kampusnya dekat tidak. Kalau dekat Abang bawa kamu, kalau jauh terpaksa kita LDR an dulu, kalau sudah lulus baru pindah."


"Itu sih nggak enak Bang, masa kita LDR an."

__ADS_1


"Ya mau gimana lagi, belum lagi kamu sedang hamil, terus disana nya gimana?"


"Pokoknya, saya mau ikut."


"Iya tapi Abang cari informasi dulu, kampusnya jauh tidak."


"Kalau jauh, saya berhenti."


"Ya jangan begitu sayang, gini saja. Kalau kampus kamu, bisa mengadakan kuliah jarak jauh, nggak apa - apa. Kamu ikut sama Abang, tapi kalau tidak bisa maaf sayang."


"Nggak pokoknya ikut titik."


"Yank, jangan korbankan kuliah dong."


"Nggak, pokoknya ikut."


"Yank..!! "


"Ikut pokoknya, titik."


"Yank, jangan begitu."


"Bang, ini anak Abang dalam perut, kalau minta di elus gimana? masa Abang tidak ada. Lewat video call, tetap nggak enak Bang."


"Tapi jangan korbankan kuliah kamu."


"Dari pada Abang disana, nanti punya simpanan."


"Astagfirullah Yank, Abang kagak akan begitu."


"Besok saya, akan tanya sama pihak kampus."


*****


"Jadi kamu ingin ikut Om Tomi?" tanya Kirana.


"Yaiyalah, suami tugas jauh masa LDR an. Kagak mau lah, sedang hamil di tinggal jauh." jawab Maudy.


"Tapi kampus ini, tidak bisa kuliah jarak jauh.Mungkin waktu, kampus kamu yang dulu bisa."


"Masa sih?"


"Tahun lalu itu, nggak tahu kalau tahun sekarang."


"Semoga aja bisa, masa tidak bisa."


"Kamu harus siap di tinggal suami jauh Maudy, namanya juga Tentara kan kadang tugasnya jauh."


"Saya itu tidak bisa jauh dari dia Kirana, sehari saja tidak ketemu, rasanya itu gimana ya, kamu nanti rasain sendirilah kalau sudah menikah."


"Iya ya, yang sekarang bucin habis. Dulu tolak mentah - mentah, sekarang malah nggak mau jauh."


"Heeeee.. kan Bang Tomi orangnya dewasa, romantis, royal, banyak deh."


"Jadi benar ya pilihan Om Hadi terbaik."


"Iyalah terbaik segala - galanya."


"Ya deh, percaya."


"Yuk, kita ke ruang tata usaha kampus. Mau tanya - tanya seputar kuliah jarak jauh."


*****


"Gimana ya? Maudy tetap ingin ikut pindah. Menurut informasi teman disana, kampusnya itu jauh. Sekitar 3 jam, universitas jurusan yang Maudy ambil. Dia malah minta berhenti kalau kampusnya, tidak bisa kuliah jarak jauh, kata saya kan sayang kalau sampai berhenti."


"Maudy, itu sudah bucin habis dia, sampai tidak mau di tinggal. Dulu dia ilfil sama kamu, eh sekarang kagak mau di tinggal."


"Namanya juga cinta, akan tiba datangnya kalau sudah waktunya. Usaha saya berhasil berarti, bisa mendapatkan hatinya, apalagi sekarang sedang hamil anak saya.Hubungan kita semakin erat, bahkan rumah itu terasa damai sekali."ucap Tomi.


" Alhamdulillah, akhirnya kamu menemukan wanita yang tepat. Walau umur jauh, tapi dia bisa membawa kebahagiaan buat kamu. Dari pada mantan - mantan kamu, dewasa tapi tidak membawakan kebahagiaan. Allah itu sudah mengatur jodoh kita, hanya saja perjalanannya masya Allah begitu indah." ucap Alfa.


"Kalau sudah begini, saya juga berat berjauhan. Tapi demi tugas negara, saya harus siap."


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2