Kapten Tom

Kapten Tom
Tak Nyaman


__ADS_3

"Capek nggak perjalanannya?" tanya Tomi.


"Capek Bang, pinggangnya." jawab Maudy, setelah turun dari kapal.


"Mau istirahat dulu, atau langsung pulang?"


"Kita cari tempat dulu deh, pinggangnya."


"Di pas pintu keluar, ada rumah makan. Kita istirahat disana, sambil isi perut."


"Boleh lah Bang."


Tomi dan Maudy, berjalan ke arah rumah makan, yang ada di depan pelabuhan. Rumah makan sea food, yang terlihat ikan yang segar - segar membuat Maudy lapar.


"Abang, Lobsternya."


"Mau?"


"Boleh Bang, Lobster bakar ya"


Maudy mencari tempat yang nyaman, sedangkan Tomi memilih Lobster yang segar, dan Ikan Kakap Merah untuk dirinya.


"Lobsternya di bakar, Kakap Merahnya mau kuah asam manis pedas."


"Mohon tunggu ya Pak."


"Oh iya mba, minumnya es kelapa muda 2 sama es teh manis 2."


"Baik Pak, mohon tunggu."


Tomi langsung duduk di samping Maudy, Tomi mengusap pinggang Maudy yang merasakan sakit.


"Perutnya kencang tidak?"


"Tidak Bang, alhamdulillah tidak kencang."


"Syukurlah, kalau merasakan ada yang aneh langsung kasih tahu. Nanti kita periksa ke bidan terdekat, kalau nggak ke dokter kandungan."


"Nggak Bang, nggak usah. Di usap sama pijit Abang juga sudah cukup."

__ADS_1


"Dasarnya, pengen manja."


"Yaeyalah orang kangen."


Pesanan pun datang, Tomi dan Maudy, langsung makan. Dan Tomi, tidak lupa, membantu memotong Lobster pesanan Maudy.


*****


Maudy sampai di rumah dinas Tomi, Maudy langsung memeriksa kamarnya, dan kamar kedua yang kosong di gunakan untuk tempat shalat.


Saat melihat dapur, Maudy cemberut tanpa kulkas, mesin cuci, bahkan kamar mandi tanpa pemanas air hangat.


"Abang."


"Kenapa?"


"Mana mesin cuci, mana kulkas, mana pemanas air."


"Abang nggak mikirin itu, kan hanya hidup sendiri."


"Tapi kan Bang, saya nanti kalau liburan kuliah, pasti kesini Bang. Nanti kalau sudah lahir ini anak, bakalan disini stok buah, stok asi mana kulkasnya, dan terus masa cuci baju manual."


"Pokoknya, hari ini beli. Saya tidak betah Bang begini, ingin minuman dingin masa harus keluar dulu."


"Besok Ya, Abang capek beli sekarang."


"Terus Bang, ini tidak ada kipas, kalau nggak mau AC asal kipas Bang. Setiap ruangan, harus kasih kipas."


"Iya nanti Abang beli, sekarang istirahat dulu yuk."


Dengan terpaksa Maudy istirahat, bahkan karena panas, Maudy memiliki memakai terusan tanpa lengan, dan terlihat lekuk tubuhnya saat menggunakan pakaian yang tipis.


Tomi langsung memeluk tubuh Maudy, dan tangan Maudy langsung menyingkirkan tangan Tomi. Sehingga membuat, Tomi menekuk wajahnya.


"Gerah Bang, saya tidak nyaman."


"Abang kasih kipas tangan ya, nih ini dia." ucap Tomi, sambil menunjukkan kipas yang terbuat dari bambu.


"Sampai pagi dong Bang, ayolah beli kipas. Atau pinjam sama tetangga."

__ADS_1


"Nanti ya, Abang cari kipas dulu." ucap Tomi langsung keluar dari kamarnya.


"Yank, kalau mau keluar ganti pakaiannya." ucap Tomi, kembali lalu pergi.


"Iya."


Maudy keluar dari kamarnya, sambil membawa kipas tangan, untuk mengkipasi dirinya. Hampir 5 menit, suaminya tidak kunjung pulang.


"Ini lagi kemana sih Abang? sudah istri mandi keringat lagi. Mending mandi keringat yang enak - enak, lah ini sudah tahu kebiasaan istrinya disana Pakai Ac, ini kipas angin saja tidak ada, AC alam malah nyamuk yang pada masuk, kalau di buka semua."


Ceklek


Suara pintu terbuka, dan kembali menutup. Tomi langsung, memasang kipas angin dan Maudy sudah merasakan nyaman.


"Cari kipasnya ke luar negeri ya?" sindir Maudy.


"Kagak, tadi harus melewati lembah, dan mengarungi samudera."


"Lembah ke samudera." ucap Maudy.


"Ini pinjam, sama Pak Jamal. Untung dia punya dus, jadi tak pinjam satu."


"Kalau bisa, nanti setiap ruangan di kasih kipas angin, terus beli kulkas sama mesin cuci."


"Iya tenang, gayanya mesin cuci. Yang cuci pakaian, masih suami juga."


"Tadi bilang apa Bang?"


"Nggak itu, sabun buat cuci baju habis."


"Dosa loh Bang, kalau suka ngedumel di belakang, apalagi kalau bicarakan istri yang jelek - jelek, dosanya nambah."


"Iya Abang paham, perempuan itu maha benar.'


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2