Kapten Tom

Kapten Tom
Pacaran


__ADS_3

"Saya bilang kangen, ada yang salah?" ucap Prita.


"Kangen dalam hal apa ya? saya ini istrinya, nggak sopan banget."tegur Maudy.


"Kamu itu ngajak ribut ya sama anak kecil." bisik Alfa.


"Bang, jelaskan dong sama istri kamu, kalau kita ini memang dekat. Dan kita biasa panggil sayang, atau katakan kangen."ucap Prita.


" Iya, Abang sama Prita itu sering panggil begitu jadi jangan heran. Kalau Prita bilang kangen, atau bilang apalah."


"Tapi kan Bang, sekarang beda Abang sudah menikah. Masa masih begitu saja, coba deh kalau dia di posisi saya, dia mendengar suami nya di begitu kan sama wanita lain pasti sama rasanya seperti yang saya rasakan. Jadi tolong ya, kalau kesini hanya kangen sama suami orang, mending pergi deh. Ini sudah malam, pintunya masih terbuka."


Alfa menahan senyum begitu juga dengan Tomi, melihat istrinya sudah mulai cemburu. Prita kesal dan merasakan di permalukan, akhirnya Prita bangun dari duduk nya, dan pergi dari rumah Tomi.


"Antar Prita Alfa, kasihan." ucap Tomi.


Maudy, langsung menutup pintu dan mengunci rapat. Tomi menatap istrinya dengan wajah menekuk, Tomi bangun berjalan mengekor.


"Mau ngapain?" tanya Maudy.


"Mau ikut kamu." jawab Tomi.


"Tidur sana, sudah malam."


Tomi berjalan masuk, kedalam kamar bersama Maudy, tapi Maudy menghentikan langkahnya, saat Tomi masuk ke kamar.


"Ngapain Abang kesini?"


"Mau tidur, katanya di suruh masuk."


"Tapi bukan disini, tapi kamar sebelah."


"Bukanya kita sudah menikah, dan kita ini suami istri."


"Emang, kita suami istri. Tapi dari awal, kita kan tidak tidur bersama."ucap Maudy.


" Tapi kita kan sudah saling mencintai, masa tidurnya masih pisah ranjang."


"Kalau mau, sana tidur sama Prita."


"Ok, saya akan mengejar Prita." ucap Tomi, langsung mengambil jaket dari dalam lemari, dan mengambil kunci mobil yang menggantung di tembok.


"Om mau kemana?" tanya Maudy.


"Mau ke rumah Prita, mau tidur sama dia."


"Keluar dari pintu, besok pagi tidak bisa lihat saya lagi." ancam Maudy, seketika Tomi menutup pintu rumahnya kembali.


"Masuk kamar."

__ADS_1


Dengan langkah gontai, Tomi masuk kedalam kamar kedua lantas menutup pintu kamarnya. Maudy dengan kesal, masuk kedalam kamar tidur nya dengan membanting pintu kamar.


****


"Nggak kuliah?" tanya Tomi.


"nggak ada jam kuliah, dosennya sedang ada rapat." jawab Maudy sambil memainkan game di ponsel Tomi.


"Sarapan dulu, jangan main ponsel terus."


Maudy dengan tangan kanan memegang sendok, tangan kirinya bermain ponsel. Hal itu membuat Tomi kesal, lantas merampas ponsel dari tangan Maudy.


"Ah... Bang, itu lagi seru."


"Makan dulu."


"Iya." ucap Maudy menurut.


"Abang pulang malam, kalau mau beli tinggal pesan saja, nanti Abang ganti. Kalau mau mie rebus tinggal buat."


"Abang ngeledek ya, saya kan nggak bisa buat mie rebus, terus menghidupkan


kompor saja saya nggak bisa Bang."


"Astaga, Abang lupa. Kamu perlu di privat, nanti Abang ajarin bagaimana cara menghidupkan kompor."


"Nah tuh paham, lagian ribet Bang, kalau masak mending beli."


*****


"Siapa yang PHP dia, orang saya tidak PHP dia. Memang sih sempat ada rasa sama dia, tapi apa ya seperti kurang pas gitu di hati saya, makannya, saya itu lebih baik memilih berteman saja." ucap Tomi.


"Tunggu saya mau tanya, masalah Maudy, dia kok seperti cemburu? jangan - jangan dia sudah mulai jatuh cinta sama kamu!! "


"Menurut kamu?"


"Benar nih, jadi kalian sudah?"


"Belajar untuk dekat, dan pacaran dulu."


"Tapi kalian, tidur bersama kan?"


"Boro - boro tidur bersama, kita masih pisah ranjang."


"Hahahahah.. jadi kamu itu, belum mencicipi kue apem?" ucap Alfa terkekeh.


"Jangan kan saya, dia saja belum merasakan namanya pisang kayu."


*****

__ADS_1


"Lama say, kita kangen sama kamu." ucap Susanti.


"Jangankan kamu, saya juga kangen." ucap Maudy.


"Gimana , kuliah di tempat yang baru?"


"Asik juga, sudah ada teman baru walau harus dari awal lagi, saya harus belajar bersosialisasi."


"Pasti lebih asik ya dari pada kita."


"Kata siapa, kalian malah lebih asik loh."


"Ngomong - ngomong, Axel masih suka hubungi kamu?" tanya Susanti.


"Nggak juga, karena saya blok nomernya Axel, terus saya juga mulai menerima suami saya, saya akan jalani hidup bersama dia, belajar menerima takdir."


"Baguslah, semoga Axel bisa menerima kenyataannya. Mungkin, akan banyak drama dari Axel."


"Jelas itu, pasti adalah. Saya akan belajar mencintainya, walau sulit saya melupakan Axel, tapi saya akan sedikit demi sedikit untuk melupakan dia." ucap Maudy.


"Saya akan minta Tito, untuk membantu menjauhkan Axel sama kamu. Karena Tito itu, ibarat tangan kanannya."


"Saya akan bicara baik - baik sama dia." ucap Maudy.


*****


"Bang Tomi kok sudah jam 11 malam, malah belum pulang ya."ucap Maudy, sembari menunggu di teras depan rumah Dinas.


Tak lama, Tomi datang dan langsung memarkirkan motornya, Maudy menyambut suaminya pulang.


"Abang kok malam sih?"


"Kan tadi bilang, pulangnya malam."


"Memangnya dari mana?"


"Ada keperluan, kamu sudah makan?"


"Sudah, saya pesankan juga buat Abang, nanti saya siapkan."


"Abang mau mandi dulu, kamu siapkan saja."


"Siap Abang sayang." ucap Maudy, berjalan ke arah dapur.


Tomi tersenyum, saat lelahnya berubah menjadi lebih semangat, saat dirinya sampai istri kecilnya menyambut dengan penuh cinta.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2