Kapten Tom

Kapten Tom
Perkara Mantan


__ADS_3

Maudy berada di pintu masuk club, tapi langkah nya terhenti, saat merasakan tak enak hati. Maudy berniat untuk, kembali ke parkiran tapi ada sebuah tangan menahan nya.


"Axel..!! "


"Mau kemana? masuk yuk. Vilan sempat cari kamu. Apa kamu, tidak ingin berphoto dengan nya?"


Maudy melihat Vilan dari jauh, Susanti kini sedang berada di samping DJ Vilan. Maudy langsung melepaskan, tangan Axel yang kini berada di lengan nya.


"Maaf Axel, saya harus pulang."


"Oh.. gitu ya, ya sudah kamu boleh pergi."


"Sorry ya Axel, saya tidak bisa gabung sampai acara nya selesai. Nggak enak saya dengan Om Tomi, next time nanti kita bisa ketemu lagi disini."


"Saya tidak kembali lagi, saya akan disini terus. Kenapa? karena saya tidak bisa melupakan kamu."


"Maaf Axel, saya tidak bisa. Permisi." ucap Maudy langsung pergi.


Maudy dengan langkah cepat, berjalan ke arah mobil nya. Di buka nya pintu mobil, Tomi sedang duduk sambil menatap ke arah nya.


"Kok cepat?" tanya Tomi.


"Saya kepikiran sama Om." jawab Maudy.


"Hah.. kamu kepikiran sama saya? nggak salah dengar tuh. Padahal itu di dalam ada Axel loh, kamu kalau mau temu kangen sama dia, tak ijin kan kok. Om tunggu sampai, club ini tutup."


"Sudah ngomel nya?" tanya Maudy.


"Sudah."


"Ya sudah, jalan pulang." jawab Maudy.


Tomi pun menjalankan mobil nya, meninggal parkiran club. Maudy, lalu menyalakan radio. Mencari saluran favorit nya, alunan musik pop, dengan lagu sendu menemani perjalanan pulang mereka.


"Lagu nya sedih banget." celetuk Tomi.


"Bawel ya, mau lagi sedih mau lagi bahagia, hak saya yang dengarkan."


"Iya - ya." ucap Tomi.


****


Pukul 2 pagi mereka sampai di rumah dinas, Maudy langsung masuk kedalam kamar nya, di susul oleh Tomi mengambil kaos ganti di dalam lemari.


"Ganti dulu pakaian nya, jangan tidur pakai baju kotor." tegur Tomi sambil mengganti baju di depan Maudy.


"Iya." ucap Maudy bagun dari tiduran nya dan berjalan ke arah lemari.


"Cuci kaki, cuci muka."


"Iya Om, kayak anak kecil." ucap Maudy berjalan ke arah kamar mandi.


Tomi mengambil bantal dan selimut, dan meletakkan di atas karpet depan televisi. Maudy berjalan melawati nya.

__ADS_1


"Matikan lampu nya, pakai lampu tidur."


"Iya...!! "


****


Tomi bangun, dan melihat Maudy yang masih tertidur pulas. Dengan posisi yang berputar, kaki di atas bantal. Tomi merapikan selimut, yang tidak menutupi tubuh Maudy.


CUP


Tomi mencium kening Maudy, turun ke bibir. Tomi tersenyum, saat Maudy tidak merasakan ciuman yang di daratkan oleh Tomi.


Tangan Maudy tanpa sengaja merangkul ke arah leher Tomi, hingga wajah Tomi sangat dekat dengan wajah Maudy.


Tubuh Suami nya di tarik ke dalam pelukan nya, wajah Maudy di benamkan pada leher Tomi. Terlihat sebuah senyuman, Tomi membalas pelukan Maudy.


Kedua mata Maudy terbuka, saat merakan mencium bau perfume khas yang di pakai pria. Saat menatap jelas, wajah siapa yang ada di dekat nya langsung mendorong kasar tubuh Tomi.


Aaaaaaaaa


"Om....!!! " teriak. Maudy.


"Kenapa sih? teriak - teriak terus." ucap Tomi sambil memegang telinga nya.


"Bisa - bisa tuli ini telinga, di teriakin begini."


"Om ngapain sih? main peluk - peluk gini? cari kesempatan dalam kesempitan ya?"


"Enak saja kalau bicara, kamu yang tadi tarik saya. Dan kamu rangkul nih leher, gimana nggak dekat sama wajah nya kamu. Kalau nuduh itu, pakai logika. Jangan pakai lutut kamu, paham..!! " ucap Tomi langsung bagun dari atas tempat tidur.


****


"Saya lagi santai saja." jawab Maudy.


"Kamu hari ini, tidak ada kuliah?"


"Nggak ada jam, Pak Nando sedang ada acara ke luar kota. Hanya tugas, lewat group saja."


"Pantas , tadi ke kampus nggak lihat."


"Tadi tidak tanya sama Tito?"


"Tidak, ehm.. kita ketemuan yuk." ajak Axel.


"Gimana ya, nggak bisa. Maaf ya, lain waktu saja."


"Ayolah, saya kangen sama kamu. Sebelum saya, kembali ke luar negeri."


"Tapi sebentar saja ya, jangan lama - lama. Nggak enak sama, suami saya."


"Ok, kita ketemu di tempat biasa ya."


"Iya."

__ADS_1


*****


Axel melambaikan tangan nya, saat Maudy datang di sebuah cafe tempat dimana mereka berdua sering bertemu.


"Dari tadi?" tanya Maudy.


" Nggak juga sih, kamu mau minum apa?" jawab Axel dan kembali bertanya.


"Nggak usah, saya tidak bisa lama."


"Ayolah, suami kamu tidak akan tahu. Kalau istri nya itu, sedang ketemuan dengan pria lain. Lagian kamu kan tidak cinta sama dia, kalau pun di cerai kan bagus. Kita bisa bersatu lagi, kita menikah. Kalau perlu, kita menikah di luar negeri."


"Axel, kita percuma bersatu juga. Dan percuma berharap cerai juga, semua nya tidak akan mungkin. Dari pada kamu capek - capek, mempertahankan saya dan berusaha ingin merebut saya kembali, itu salah besar. Semua nya salah besar, lebih baik kita berteman saja."


"Tapi kamu masih cinta kan sama saya? masih kan Maudy?"


"Masih, tapi kita tidak akan pernah bisa bersatu."


Axel memegang tangan Maudy, kedua nya kini saling bertatapan mata. Pintu cafe terbuka, Tomi tanpa sengaja melihat istri nya, sedang berpegangan tangan.


Tomi diam, dengan santai menuju ke arah pelayanan, untuk memesan makanan kesukaan Maudy. Saat menoleh, Maudy segera melepaskan tangan Axel. Maudy seperti maling yang ketahuan mencuri, lemas sudah tubuh nya.


"Om Tomi." ucap Maudy.


Tomi berjalan keluar, setelah pesanan nya jadi. Maudy langsung bangun, untuk segera mengejar Tomi.


"Om..!! panggil Meidina.


Namun Tomi tidak mendengar, dan langsung masuk kedalam mobil nya. Axel datang, untuk meminta Maudy kembali.


" Maaf Axel, saya harus menyusul suami saya." ucap Maudy meninggal kan Axel.


****"


"Om...!! " panggil Maudy.


"Om." panggil kembali Maudy.


"Kamu sudah pulang ya? ini makanan kesukaan kamu, tadi om beli di cafe favorit kamu." ucap Tomi.


"Om."


"Saya berangkat dulu, dan tidak pulang. Kalau mau makan, ambil saja di kulkas. Dan tinggal panaskan di microwave." ucap Tomi.


"Om Tomi marah ya?"


" Marah kenapa? Om tidak marah kok."


"Om jangan bohong,pasti Om marah melihat saya tadi, sama Axel pegangan tangan."


"Itu hak kamu kamu, ngapain marah." ucap Tomi.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2