
"Yank, ini kamu beli dimana? kok ada sarapan nasi telur dadar, ayam goreng sama sambel." tanya Tomi, saat melihat ada lauk dan nasi di atas meja makan.
"Saya masak Bang." jawab Maudy.
"Yakin, bukan pesan."
"Ih.. punya suami nyebelin banget sih ya kagak lah."
"Iya, Abang coba."
Tomi langsung memasukan satu suapan, dan mengunyahnya. Ada rasa masih sedikit asin, dan pahit telur yang sedikit gosong, tapi Tomi diam dan tetap melanjutkan makannya.
"Gimana enak?"
"Enak banget sayang, Abang suka."
"Yes, akhirnya saya bisa masak juga."
"Belajar terus ya, masa mau jadi ibu tidak bisa masak."
"Kalau mau nilai, dari 100 berapa?"
"Hmm 50."
"Loh kok 50 katanya enak.'
" Iya enak tapi perlu belajar lagi."
"Tetap saja gagal."
"Nggak sayang, tapi ini matang sempurna hanya garamnya di kurangin dikit, sama api nya jangan besar - besar ya jadi ada gosongnya."
"Oh gitu ya."
"Iya sayang."
****
Maudy duduk di teras depan rumah dinasnya, sambil mengusap perutnya yang sudah membesar. Sambil menunggu suaminya pulang, Maudy bermain game cacing untuk menghilangkan rasa jenuhnya.
Tomi pun pulang, turun dari motor dinasnya. Maudy langsung menyambut suaminya, dengan mencium punggung tangannya.
"Kok di luar, nggak didalam saja."
"Kenapa? didalam bosan lihat TV terus."
"Mau jalan - jalan ke Mall nggak?"
"Memangnya ada Mall?"
"Adalah, di kabupaten. Kita nanti kesana ya, tapi Abang mandi dulu gerah. Kamu Siapkan pakaian buat Abang, jangan lupa handuk bawakan ke kamar mandi."
__ADS_1
"Iya Abang sayang."
Terdengar suara gemercik air, Maudy mengetuk pintu kamar mandi. Saat itu pintu kamar mandi terbuka sedikit, hanya tangan Tomi yang keluar. Maudy menyerahkan handuknya akan tetap, tangan Maudy di tarik oleh Tomi dari dalam kamar mandi.
"Abang! "ucap Maudy.
" Mandi sama - sama yuk."
"Saya sudah Mandi Bang."
"Mandi lagi dong, kan mau jalan ke Mall masa nggak mandi."
"Ya tapi, masa mandi sama - sama."
"Ya nggak apa - apa." ucap Tomi, sambil mengangkat daster ke atas yang di pakai Maudy.
"Abang nakal ya." ucap Maudy, saat daster yang di kenakan nya terlepas.
"Bilang nakal sama Abang, tapi kamu kok pasrah." ucap Tomi sambil mengecup punggung Maudy.
"Nanti bakalan lama."
"Santai saja, kamu nggak mau mengisi amunisi dulu?"
"Mau lah Bang."
Mereka berdua saling berciuman, Tomi menghimpit tubuh Maudy hingga menempel pada dinding kamar mandi. Di bawah guyuran air, mereka masih saling berciuman. Dengan salah satu tangan Tomi , yang bermain squishy tanpa henti.
Tangan Maudy tidak mau kalah, terus memainkan lato - lato milik Tomi. Hingga, sudah mencapai ubun - ubun, Tomi langsung membalikkan tubuh Maudy, dengan memasuki dari belakang.
****
"Permisi."
"Permisi."
"Kemana ya Pak Tomi." ucap Budi.
"Permisi."ucap Budi kembali.
" Eh ada Pak Sekdes, mau ketemu sama Pak Tomi. "
"Eh mba Lia, iya padahal pintunya terbuka, kok nggak keluar ya."
"Mungkin sedang istirahat." ucap Lia.
"Mungkin, tapi kok tidak di kunci dan di tutup."
"Lupa mungkin Pak, coba ketuk lagi." ucap Lia.
Tok. . Tok..
__ADS_1
"Permisi, Pak Tomi."
Sedangkan didalam kamar mandi, Tomi dan Maudy masih asik bermadu cinta, keduanya hingga berkali-kali mencapai puncak. Hingga mereka segera mengakhiri, saat mendengar suara ketukan pintu yang keras.
"Abang itu siapa?" tanya Maudy.
"Sepertinya ada tamu, Abang dulu yang mandi." ucap Tomi langsung mandi wajib, dan Maudy membersihkan yang lainnya.
****
"Maaf ya, tadi saya di kamar mandi." ucap Tomi, pada Budi dan Lia.
"Maaf Pak, mengganggu." ucap Tomi.
"Abang, hairdryer nya rusak."ucap Maudy tiba - tiba datang.
Budi dan Lia menahan senyum, saat melihat kedua pasangan suami istri dengan rambut basah, dan leher Maudy dengan beberapa tanda merah di leher.
Maudy yang sadar di tertawakan langsung lari masuk kedalam kamar. Tomi pun menahan malu, dengan menggaruk kepalanya.
" Mana yang mau di tanda tangani oleh saya?"
"Ini Pak."
"Dan kamu ada apa ya?" tanya Tomi sambil menandatangani berkas, pada Lia.
"Begini Pak, untuk catering acara 7 bulanan nanti jadi?" jawab Lia, kembali bertanya.
"Jadi dong, nanti buatkan 200 kotak, dan nanti datang ya, acaranya 4 hari lagi, ba'da Ashar."
"Siap Pak, nanti saya sampaikan ke yang lainnya." ucap Budi.
****
"Abang pesan catering nya sama Lia?"
"Iya, kenapa?"
"Nggak apa - apa."
"Cemburu?"
"Ih.. nggak lah, nggak level. "
"Masa?"
"Ih.. cepat ah, katanya mau ke Mall."
"Iya - iya, ini mau di jalankan mobilnya."
.
__ADS_1
.
.