
Novi tertegun mendengar berita dari Andi bahwa Arletta akan segera menikah dengan Delon.
Saat ini dia sedang duduk di caffetaria rumah sakit bersama Andi yang mengajaknya untuk makan siang bersama.
"Dok, bukannya selama ini dokter menyukai Dokter Arletta?" Tanya Novi memberanikan diri. Dia sudah lama mengetahui bahwa Dr. Andi, lelaki yang dicintainya menyukai Arletta.
"Hahaha. Kelihatan jelas ya?" Tanya Andi dengan nada malu. "Ya memang, tapi sudah dua kali aku menyatakan perasaanku padanya dan dia tidak pernah menganggapku lebih dari seorang sahabat. Jadi jika sekarang dia bisa bersama dengan lelaki yang dicintainya, dan lelaki itu merupakan ayah biologis Crystal aku turut bahagia."
"Tapi bagaimana dengan." Novi terdiam tidak melanjutkan kata-katanya.
"Dengan apa?" Tanya Andi.
"Tidak, hanya saja anda sudah begitu baik kepada Dr. Arletta." Lanjut Novi menyembunyikan apa yang sebenarnya ingin dikatakannya. "Sayang sekali Dr. Arletta tidak memilih dokter."
"Hahaha. Mau bagaimana lagi Nov, cinta itu tidak bisa dipaksakan."
__ADS_1
Apakah pengorbanan Dr. Andi selama ini untuk Dr.Arletta akan sia-sia begitu saja? Renungnya.
Ya Novi diam-diam mengetahui semua yang Andi dan Arletta lakukan kepada Bella, hanya saja yang dia tahu bahwa Andi melakukan semua itu karena dia mencintai Arlleta.
Dia tidak tahu bahwa Arletta tidak pernah meminta Andi untuk membalaskan dendamnya dengan cara seperti itu, Andi yang mengusulkan ide itu dan melaksanakan pembalasan kepada Bella dengan tangannya sendiri.
Pembalasan itu memang salah satu tujuannya adalah untuk Arletta, tapi Novi tidak tahu bahwa pembalasan itu juga tidak lain untuk Andi sendiri yang kehilangan ayah dan paman karena perbuatan Bella dan pada awalnya Arletta hanya menyetujui permainan yang Andi usulkan serta membantu Andi untuk melancarkan rencananya itu.
Tapi setelah Arletta bertemu Delon kembali, Arletta berpikir bahwa jika semua itu tidak diselesaikan, hal itu akan menjadi duri bagi perjalanan kehidupannya yang baru.
Maka peranpun berubah, kali ini giliran Andi yang membantu Arletta untuk melaksanakan idenya untuk benar-benar menyingkirkan Bella dari dunia ini selamanya.
"Eh iya hayu." Jawab Novi.
"Dokter mau ke ruangan Dr. Arletta?" Tanya Novi ketika dia melihat Andi mengikutinya berjalan ke arah mejanya yang berada di depan ruangan Arletta.
__ADS_1
"Ya seperti biasa." Jawab Andi tersenyum.
Apakah hal ini benar? Dr. Andi telah mengorbankan dirinya sedemikian rupa, sampai dia menikahi orang yang tidak dicintainya, membuat orang itu dalam kondisi vegetatif dan melepas ventilator orang itu untuk mengakhiri hidupnya.
Tapi setelah semua itu, Dr. Arletta menghianati cinta Dr. Andi dan memilih untuk menikah kembali dengan laki-laki yang telah menyakitinya.
Tapi Apakah dengan menikahnya Dr. Arletta dengan Delon bisa membuatnya mendapat kesempatan untuk dicintai oleh Dr. Andi?
"Nov, aku masuk dulu ya. Makasih udah nemenin gue makan siang." Seru Andi setelah mereka sampai di depan ruangan Dr. Arletta.
"Iya sama-sama dok, saya selalu siap kalo dokter mau minta saya temenin makan seperti biasa." Jawab Novi yang memang suka dipinta Andi untuk menemaninya makan.
"Wah, walau jika Arletta sedang meminta bantuanmu?" Goda Andi.
"Nah kalo itu sih jangan dong, nanti saya dipecat sama Dokter Arletta." Jawab Novi sambil pura-pura merajuk.
__ADS_1
"Hahahhaa dasar. Ya udah ah dadah." Seru Andi sambil melambaikan tangan kepada Novi dan masuk ke ruangan Arletta.
Novi duduk di mejanya yang berada tepat di luar ruangan Dr. Arletta, dia kembali merenungkan kemungkinan untuk dapat dicintai oleh Dr. Andi.