Karena Aku Mencintaimu

Karena Aku Mencintaimu
Chapter 41


__ADS_3

"Iya om, aku sama Crystal semenjak kuliah jadi sahabatan, soalnya dulu pas kuliah Crystal banyak yang deketin tapi ya gak tulus, jadi dia cuma mau deket sama aku doang. Katanya sih kalau aku kan udah kenal dia dari lama dan Tante Arletta juga temen papa jadi gak mungkin aku modusin dia." Jawab Hari canggung, dia udah bisa nebak arah pembicaraan teman papanya ini kemana. "Kenapa ya om?"


"Gak apa-apa Hari, om cuma nanya aja." Jawab Andi sambil tersenyum. "Om dan tante Arletta tau kalau Crystal sebenernya gak mau jadi dokter, tapi kita juga gak punya pilihan lain soalnya Vidi dan Thalia juga masih kecil dan umur om serta tante sudah gak muda lagi."


"Iya om, Hari ngerti. Hari juga sudah ngomong ke Crystal dan walaupun dia masih terpaksa melakukan tugasnya, tapi dia selalu bekerja dengan baik kok. Hari rasa Crystal bakal bisa ngelewatinnya kok om."


Andi menatap Hari sambil tersenyum, dia menepuk bahu Andi lalu berdiri.


"Oke saya tinggal dulu ya.. Dan Hari, om titip Crystal ya." Pintanya. "Om mengenalnya dari bayi merah dan om tau dia nyaman sama kamu, kamu tahu kan kalau dia gak akan bisa deket sama orang kalau dia gak ngerasa percaya dan nyaman." Lanjut Andi lalu pergi meninggalkan Hari.


Hari termenung mendengar perkataan Andi yang menitipkan Crystal padanya. Ya dia akui selama mengenal Crystal, gadis itu memang tidak memiliki teman dekat kecuali dirinya. Status Crystal dan beberapa pengalaman gadis itu yang beberapa kali berteman dengan seseorang yang hanya memanfaatkannya membuat Crystal selalu waspada dan selalu menjaga jarak dengan setiap orang.

__ADS_1


"Titip yang bagaimana? Kalau aku menyatakan perasaanku padanya, apakah dia bakal menerimanya? Secara dia selalu memberikan pernyataan secara tidak lansung kalau dia cuma nganggap aku sahabatnya." Gumam Hari sambil menyesap kopinya.


Kringg...Kringgg.... Hari mengambil handphone dari sakunya dan melihat nama orang yang sedang dipikirkannya barusan meneleponnya.


"Panjang umur nih anak." Kata Hari sambil mengangkat teleponnya. "Halo Ta, ada apa?"


"Har tolongin gue Har, lu bisa gak nyusul gue ke sekolahan Thalia? Adik gue ilang Har, kata security di sekolah tadi dia ikut sama murid SMA disini jalan ke luar sekolah dan parahnya si security gak tau identitas anak SMA itu, tapi gak tau kemana!"


Hari memutuskan sambungan teleponnya dan dia langsung berlari menuju parkiran mobil.


"Halo Bay, saya mau minta tolong titip pasien saya sama Crystal ya sebentar. Adik Crystal hilang, saya lagi nyusulin Crystal ke sekolahan adiknya. Paling lama 3 jam kita balik ke rumah sakit, kalau ada apa-apa mah hubungin aja ya." Kata Hari menelepon Bayu sambil menyetir menuju sekolahan Thalia yang jaraknya gak terlalu jauh dari rumah sakit mereka.

__ADS_1


"Oke dok, semoga adiknya Dr. Crystal baik-baik aja dan cepet ketemu. Dokter tenang aja biar disini kami yang urus." Jawab Bayu.


"Makasih Bay."


Tak butuh waktu lama Hari sampai di sekolah Thalia, dia menghampiri Crystal yang terlihat sedang duduk di ruang security dengan gusar.


"Ta.." Panggil Hari sambil merangkul Crystal. "Gimana?" Tanya membelai rambut Crystal dengan tujuan menenangkan sahabatnya itu.


"Gak tau Har, security lagi di ruang guru untuk melihat data-data siwa SMA agar bisa tau lewat foto siapa yang bawa Thalia."


"Ka Crystal...." Teriak seorang anak, membuat Hari dan Crystal menoleh ke arah suara itu.

__ADS_1


__ADS_2