Karena Aku Mencintaimu

Karena Aku Mencintaimu
Chapter 7


__ADS_3

Andi merenung diam dalam kamarnya, dia enggan mengerjakan apapun.


Dia sebenarnya turut bahagia atas kebahagiaan yang dirasakan oleh Crystal, tapi di sisi lain kenapa Arletta harus kembali dengan Delon?


Sudah lama Andi mempunyai perasaan kepada Arletta, dia juga sudah menyatakan perasaannya itu kepada Arletta dua kali dalam sembilan tahun pertemanan mereka tetapi Arletta selalu menjawab bahwa dia tidak mau kehilangan seseorang yang sangat berharga di hidupnya.


"Aku gak mau kehilangan seorang sahabat sebaik dirimu Ndi." Tolak Arletta halus ketika Andi menyarankan bagaimana jika mereka berhubungan lebih dari sekedar sahabat. "Sebagai pasangan hubungan kita bisa hancur, tapi tidak jika kita terus bersahabat seperti ini." Tambah Arletta beralasan meyakinkan Andi.


Andi jengkel mengingat kata-kata itu, apa yang Arletta katakan bahwa hubungan sebagai pasangan bisa hancur berbeda dengan kenyataan yang sedang Andi saksikan saat ini.


Dia tidak membenci dan menyalahkan Arletta atas keputusannya untuk kembali bersama Delon, dia hanya mempertanyakan kenapa Arletta tidak memberikan kesempatan kepadanya? Apakah hanya Delon yang mampu membuat kehidupan Arletta dan Crystal utuh? Dia juga bisa menjadi ayah yang baik bagi Crystal dan suami yang bertanggung jawab bagi Arletta, cintanya kepada Crystal tulus bukan karena didasari atas perasaannya kepada Arletta.


Dia mencintai Crystal yang telah dikenalnya dari baru lahir terlebih dahulu, sebelum dia merasa jatuh cinta pada Arletta.


Memang Delon adalah ayah biologis dari Crystal dan walau Andi sering membantu Arletta merawat Crystal dan mengajak main Crystal tetap saja anak itu hanya menganggapnya sebagai unclenya, tapi jika Arletta dari dulu mengijinkan putrinya menganggap Andi sebagai ayahnya semua itu akan berbeda dan Crystal yang memang dari bayi sudah mengenal dan di rawat oleh Andi mungkin bisa merasakan kebahagiaan memiliki seorang ayah dari dulu.

__ADS_1


Ya cintaku yang tulus kepada mereka hanyalah sepihak, dan melihat keputusan Arletta untuk tetap memilih Delon setelah semua yang dilakukan laki-laki itu kepadanya menyadarkan Andi bahwa sudah tidak ada kesempatan lagi baginya.


Ketika Andi menyadari bahwa dia sudah tidak memiliki kesempatan lagi untuk mendapatkan hati Arletta, saat itu juga Andi teringat tentang keberadaan Bella.


Andi langsung mengambil handphonenya dan menghubungi Arletta.


"Halo Ndi, ada apa?" Tanya Arletta. Andi mendengar suara tawa Crystal dan Delon dari seberang sana.


Mereka sedang bersenda gurau, pikir Andi cemburu.


"Lah sekarang? Lu kan baru dari rumah gue tadi. Besok aja lah Ndi kalo gak penting-penting amat mah." Arletta menolak. "Gue agak ga enak badan Ndi, pengen istirahat maaf ya." Lanjut Arletta


"Let ini soal Bella"


"Tunggu-tunggu gue keluar dulu." Arletta kaget mendengar Andi menyebut nama orang yang paling dibencinya itu.

__ADS_1


Andi mendengar Arletta ijin keluar pada Delon dan Crystal, sebelum kembali berbicara padanya.


~


"Ada apa sama si Bella?" Tanya Arletta panik. "Dia sadar?"


"Enggaklah, gak mungkin. Let apakah ga sebaiknya lu ngomong ke Delon soal Bella?" Saran Delon yang yakin bahwa sahabatnya itu belum menceritakan tentang Bella kepada Delon.


"Ndi lu gila? Lu mau Delon pergi lagi dari hidup gue?" Bentak Arletta emosi. "Ndi denger ya, Bella dalam kondisi koma. Delon gak sadar kalo lu adalah keponakan dari direktur PT. Chemical, dia juga gak tahu kalo paman lu yang merupakan suami Bella dulu udah meninggal. Jadi kita diem aja ngerti?"


"Oke..Oke." Jawab Andi kesal.


"Besok kita ngobrol lagi." Arletta menutup teleponnya.


Ya diam saja, Arletta benar jika ada yang tahu dan mencurigai kondisi Bella saat ini mungkin dia dan Arletta akan berada dalam bahaya. Kata Andi didalam hatinya.

__ADS_1


__ADS_2