Karena Aku Mencintaimu

Karena Aku Mencintaimu
Chapter 16


__ADS_3

Sesampainya di London Delon, Arletta, Crystal langsung pergi menuju ke hotel terlebih dahulu untuk menyimpan barang bawaan mereka dan beristirahat sebentar sebelum menjelajah kota yang di juluki The Smoke itu.


Arletta juga menyempatkan diri untuk memberitahu Andi bahwa dia sudah sampai di London. Selain itu Arletta juga memberitahu Andi bahwa Delon telah setuju untuk bekerja di rumah sakit.


"Oke, nanti gue ngomong sama Novi." Kata Andi di telepon. "Have fun ya dan jangan lupa oleh-oleh ya Let! Salam buat Delon sama Crystal."


"Mau oleh-oleh apa Ndi?"


"Mau nyusul nih!"


"Ah gila! Kalau kita berdua cuti bagaimana nasib pasien-pasien kita?"


"Hahahaha iya sih, kita emang kekurangan dokter Sp.Pd nih." Kata Andi yang jadi terpikir untuk mencari tambahan dokter Sp.Pd untuk Rs. CMC.


"Ya udahlah, nanti kalau gue udah balik gantian lu sana yang liburan!" Saran Arletta. "Jadi lu mau apa nih?"


"Jam tangan Chanel aja deh."


"Oke, modelnya gimana?"


"Pilihin aja deh sama lu yang bagus buat gue."


"Oke, Udah ah bye. Eh iya nitip pasien-pasien gue ya, dan salam buat Novi"


"Oke bye!" Kata Andi lalu menutup teleponnya.

__ADS_1


Andi menarik nafas dan beranjak dari kursinya.


~


"Siang dok." Sapa Novi yang melihat Andi menghampiri mejanya.


"Hai Nov, gimana udah dua hari di tinggal Arletta?" Tanya Andi basa basi.


"Sepi dok, soalnya semenjak menikah Dr. Arletta sering ngajak saya ngobrol. Kalaupun engga ngobrol juga tapi kan seengganya saya tahu di dalam ruangan Dr. Arletta ada orang, jadi gak berasa sendirian banget."


"Hahaha, dulu mah Arletta judes ya?"


"Gak gitu juga dok, ya saya ngertilah dulu Dr. Arletta kan kehidupannya sulit." Jawab Novi tulus. "Wajar kalau dia gak terlalu bisa bergaul."


"Ya selama sepuluh tahun terakhir kehidupan Arletta memang berat." Renung Andi.


Andi tidak menyangka Novi akan meminta maaf untuk Bella, dia langsung berkata.


"Gak Nov, aku dan Arletta yang harusnya meminta maaf kepadamu karena telah membalas Bella dengan cara seperti itu. Maafkan kami." Pinta Andi tulus.


Novi tersenyum.


"Dr. Arletta sudah beberapa kali meminta maaf untuk hal itu kepada saya. Ya memang apa yang kalian lakukan jahat! Tapi saya juga dapat mengerti alasan kalian melakukan hal itu." Jelas Novi sungguh-sungguh. "Saya juga tidak menyangka Kak Bella bisa melakukan hal seperti itu, saya kecewa padanya."


Andi menatap Novi tajam, dan dia melihat bahwa Novi mengatakan semua itu dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


"Ya sudahlah Nov, kita saling memaafkan saja ya." Saran Andi. 'Lagian semuanya sudah berlalu."


Novi mengangguk.


"Eh iya ada apa dokter kemari? Tumben!"


"Pengen ketemu kamu!" Goda Andi yang mengetahui bahwa Novi sudah dari lama menyukainya.


"Serius dok!" Kata Novi dengan wajah memerah.


"Nov kamu mau gak jadi sekretarisku?"


"Seriusan dok?" Tanya Novi semangat.


"Iya."


"Lalu Dr. Arletta gimana?"


"Pak Delon yang nantinya bakal gantiin kamu. Arletta sebulan yang lalu minta kerjaan ke aku buat Delon. Nah karena posisi yang layak dan memungkinkan bagi Delon di rumah sakit ini cuma posisi sekretaris, jadi aku sama Arletta sepakat kalo Delon bakal gantiin kamu dan kamu bakal dijadiin sekretaris aku. Lagian masa komisari rumah sakit kalah sama direktur rumah sakit yang udah punya sekretaris dari dulu."


"Lah kenapa gak Pak Delon aja yang jadi sekretaris dokter?" Goda Novi.


"Ya udah kalau kamu gak mau jadi sekretaris aku" Balas Andi.


"Gak dok, saya mau! Saya mau!" Jawab Novi cepat.

__ADS_1


"Hahaha, dasar." Andi tertawa. "Ya udah sebelum Arletta pulang kamu beresin pekerjaan kamu yang tersisa. Jadi nanti kamu tinggal ngasih tau Pak Delon apa yang harus dikerjakan dan setelahnya kamu bisa langsung pindah jadi sekretaris aku."


__ADS_2