Karena Aku Mencintaimu

Karena Aku Mencintaimu
Chapter 21


__ADS_3

Arletta memasuki kamar kembali setelah selesai telepon dengan Andi. Dia mendapati suaminya memandangnya sambil manyun.


"Kenapa pa?" Tanya Arletta tersenyum gemas melihat ekspresi suaminya itu.


"Mami tau gak rasanya lagi enak-enak ditinggalin gitu?"


"Enggak tuh." Ejek Arletta. "Tinggal lanjutin lagi aja."


"Hahaha. Bisa aja mami!" Kata Delon sambil meraih Arletta kepelukannya. "Sini mi, kita kasih Crystal adik." Kata Delon sambil melanjutkan kegiatannya memaikan bagian-bagian sensitif di tubuh Arletta.


"Hmm.. Pa soal adik gak dulu ya!" Kata Arletta sambil mengangkat wajah suaminya yang sedang asyik menciumi tubuhnya itu. "Kasian Crystal, dia baru bertemu dan menghabiskan waktu sama kamu. Dia pasti masih pengen manja-manja sama kamu, aku gak mau nanti dia jadi iri dan merasa tersisihkan kalau punya adik."


Delon merenung. Arletta memang benar, tapi di sisi lain dia juga ingin punya anak lagi dan merasakan bagaiman rasanya merawatnya dari bayi.


Delon yang selama ini sudah menyerah dan menepis harapan bisa menjadi seorang ayah, menemukan kembali harapannya ketika bertemu kembali dengan mantan istrinya dan mendapati bahwa ternyata dirinya memiliki seorang putri.


Tapi setelah merasakan kebahagiaan menghabiskan waktu bersama Arletta dan Crystal, Delon merasa sepertinya akan lebih membahagiakan jika Crystal memiliki adik dan dia bisa menghabiskan waktu bersama Arletta mengurus Crystal dan adiknya.


"Iya sih mi, papa ngerti. Tapi papa juga pengen ngerasain ngurus istri papa yang sedang hamil dan anak papa dari lahir." Jelas Delon mencoba membujuk Arletta. "Papa juga kan udah gak muda lagi mi."


"Pa, mami ngerti. Tapi gimana sama Crystal yang udah sembilan tahun tumbuh tanpa mengenal kamu?" Tanya Arletta yang tidak ingin menyakiti hati putrinya.


"Papa gak akan berubah sayangnya ke Crystal mi." Jawa Delon sambil membelai rambut istrinya.


"Mami tau, tapi mami yakin perhatian papa akan terbagi. Mami gak mau Crystal sedih."


Delon terdiam, dalam hati dia mengiyakan perkataan Arletta.


"Iya sudah kita tidak usah punya anak lagi saja. Cukup kita bahagiain Crystal." Delon menyerah, dia juga gak mau membuat Crystal sedih.

__ADS_1


"Jadi udahan nih?" Goda Arletta.


"Gak lah! Mami tetep harus tanggung jawab malam ini." Delon langsung menyerbu istrinya.


"Pa kalo Crystal bangun gimana?" Tanya Arletta yang khawatir jika kegiatan mereka akan membangunkan putrinya yang sedang tertidur pulas.


"Gak akan mi! Maminya lah jangan berisik."


"Yeay emang bisa diatur? Udah ah cepetan ngantuk nih."


"Eh mi, si Andi nelepon curhat soal Novi ada apa?" Tanya Delon yang teringat akan telepon Andi. Dia menghentikan kegiatannya karena selain merasa penasaran tentang Andi, dia juga memang takut akan membangunkan Crystal yang sedang tertidur pulas di sebelahnya jika malam ini dia memuaskan hasratnya.


Arletta tersenyum, dia mengelus wajah suaminya.


"Makasih." Kata Arletta yang mengerti alasan terbesar kenapa suaminya itu menghentikan kegiatan mereka.


Andi menatap Arletta bingung. Kenapa Arletta malah bilang makasih?


Arletta terharu mendapati kenyataan bahwa Delon yang saat ini bersamanya sangatlah mencintai anak mereka dan


dirinya, tidak seperti Delon yang dia kenal dulu.


Andai saja dulu aku memberitahunya bahwa aku hamil, akankah dia tetap menceraikanku dan memilih Bella? Atau dia akan memilihku dan mencintaiku serta Crystal seperti saat ini?. Dalam hati Arletta bertanya-tanya.


"Mi, Crystal anak papa juga" Jawan Delon kesal. Kenapa istrinya harus berterimakasih seolah-olah Crystal bukan anaknya. "Masa papa mau ngebuat Crystal bangun hanya untuk hal yang beginian? Ya emang pengen sih ngerasain begituan di London, tapi kan gak mau kalau sampai harus mengganggu Crystal mah."


Arletta memeluk suaminya, tak lupa dia juga menghadiahkan sebuah kecupan lembut yang didaratkan di bibir suaminya itu.


"Jadi ada apa sama Andi mi?" Tanya Delon lagi, sambil rebahan memeluk istrinya.

__ADS_1


Semenjak menikah kembali dengan Arletta, hubungannya dengan Andi juga semakin dekat. Layaknya seorang adik Andi sering mengobrol dengannya tentang banyak hal, Andi juga sering menceritakan tentang Crystal kepada Delon, tumbuh kembangnya Crystal selama sembilan tahun, dan hal-hal lainnya tentang Crystal.


Hal itu membuat Delon mau tidak mau jadi dekat dan peduli pada Andi.


Diam-diam dia juga salut akan kebesaran hati yang Andi miliki karena telah melepaskan Arletta wanita yang selama ini telah disayanginya dan membuatnya banyak berkorban ke pelukan laki-laki lain dengan tulus.


"Itu dia ngebuat si Novi salah paham dan ngambek." Jawab Arletta.


"Emang kenapa?"


"Dia ngajak si Novi makan malam, nah terus ngebahas hadiah ulang tahun buat cewek. Novi kan sebentar lagi juga emang ulang tahun, jadi dipikir si Novi hadiah itu buat dia. Gak taunya si Andi di mobil ngomong kalau hadiah itu buat Luna, temannya yang mengundang dia ke pesta ulang tahun."


"Dasar, terus gimana dong?"


"Ya si Andi akhirnya basa-basi ngajakin si Novi ke pesta ulang tahun Luna. Lagian dia tuh udah tahu Novi suka sama dia, masih aja gak bisa peka dan menjaga perasaan orang."


Delon tertawa.


"Kamu juga gak berusaha ngejaga perasaan Andi mi." Sindir Delon.


"Beda pa, mami dari awal udah jujur sama Andi ketika dia nyatain perasaannya ke mami. Dan mami yakin dari awal Andi juga tahu bahwa mami masih mencintai papa, makanya dia pernah minta lihat foto papa untuk ngebantuin mami nyari papa." Kenang Arletta.


"Mi, Andi mesti hati-hati. Gimanapun juga dia adalah sepupu Bella dan dia tahu apa yang telah kalian perbuat kepada sepupunya itu. Saat ini mungkin dia diam karena menyukai Andi, tapi kalau rasa suka itu berubah menjadi sakit hati mungkin dia bisa membongkar semuanya atau bahkan melakukan hal nekat lainnya." Kata Delon khawatir.


"Itu yang mami takutkan pa, mami juga udah memperingatin Delon untuk menjaga perasaan Novi dan pelan-pelan membuat Novi mengerti bahwa dia gak memiliki perasaan yang sama dengan Novi." Kata Arletta yang memang sependapat dengan Delon.


Delon tak habis pikir pada Andi. Sebenarnya dia dan Arletta sempat menjodohkan Andi dengan Novi, tapi Andi yang mencium niatan kedua sahabatnya itu akhirnya menolak tegas perjodohan itu hingga akhirnya Arletta yang tidak mau memaksa sahabatnya memutuskan untuk menyudahi kegiatan perjodohan itu.


"Padahal mungkin memang lebih baik dia sama Novi." Gumam Delon.

__ADS_1


Arletta mengangkat bahunya, tidak tahu harus berkomentar apa atas perkataan Delon.


__ADS_2