
"Papa, katanya papa punya kejutan buat Crystal." Tanya anaknya menagih janji yang dikatakan papanya di mobil. "Mana?"
Delon tersenyum.
"Sini sayang gendong." Panggil Delon pada anaknya.
Crystal menghampiri papanya dengan semangat, dia membayangkan kejutan sebuah mainan yang bagus.
"Sayangku, sebentar lagi Crystal akan jadi kaka." Seru Delon bahagia.
"Haaahhh? Beneran mama?" Tanya Crystal memastikan ke mamanya.
Arletta mengangguk sambil tersenyum.
"Yeaayyyyy." Sorak Crystal riang. "Makasih papa, makasih mama." Ucap Crystal yang memang beberapa waktu kebelakang ini menginginkan adik.
"Seneng sayang?"
"Buangetttt!" Jawab Crystal lebay.
"Nah sekarang Crystal kan mau punya adik, udah gak boleh manja lagi ya!" Goda Arletta.
"Ih kenapa mami?"
"Gak malu sama adik nanti kalau kamu manja?"
"Gak! Ngapain malu, iya gak pa?" Tanya Crystal meminta dukungan Delon. "Manjain aku dan adik nanti kan memang tugasnya mami dan papa!"
"Hahahahaha, kalau kamu debat sama anak aku mah gak akan menang!" Kata Delon pada Arletta.
__ADS_1
Pinter banget anakku yang satu ini, batin Delon sambil menciumi pipi Crystal.
"Anakmu, anakku juga!" Arletta tertawa. "Iya deh iya anak kesayanganku." Lanjut Arletta sambil meraih Crystal ke pangkuannya.
Kamu adalah anakku tersayang selamanya Crytal, karena kamu mami dan papamu bisa bersatu kembali dengan bahagia. Batin Arletta.
~
"Mi, jadi gak mau kasih papa hadiah?" Goda Delon yang sedang berbaring duaan dengan Arletta.
"Hadiah apa ya?" Tanya Arletta pura-pura lupa.
Delon manyun.
"Gak jadi!" Jawabnya marah.
"Hahahaha." Arletta menciumnl bibir suaminya gemas. "Hadiah buat adik papa?" Tanya Arletta genit.
Delon tersenyum.
"Iya gak apa-apa, asal pelan-pelan ya pa."
Delon mengangguk, dia mulai menciumi istrinya dan melakukan pemanasan agak lama sebelum melakukan penyatuan agar Arletta nyaman.
"Makasih mami." Ucap Delon ketika mereka selesai dengan kegiatan mereka, Delon mencium kening Arletta dengan penuh sayang. "Makasih anak papa, sehat-sehat ya di perut mami." Ucap Delon lagi sambil beralih mencium perut Arletta.
Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar.
"Mami, papa, Crystal pengen tidur sama kalian." Kata Crystal di balik pintu dengan suara seperti sedang menangis.
__ADS_1
Delon dan Arletta berpandangan, mereka segera bangun dan membersihkan tubuh mereka sambil memakai pakaian.
"Sebentar sayang." Kata Delon kepada Crystal
Delon membukakan pintu untuk putrinya ketika dia dan Arletta sudah selesai menggunakan pakaian.
"Lama banget papa hikss..hikss.."
"Iya maaf, papa sama mama tadi lagi di toilet. Kamu kenapa nangis?" Tanya Delon sambil memangku anaknya dan membawanya ke kasur.
"Ngapain di toilet duaan?" Tanya Crystal penuh selidik, membuat Delon dan Arletta berpandangan.
"Eh itu, ada kecoa mami takut jadi papa bantu mami buat ngebuang kecoa." Jawab Delon asal.
"Kamu kenapa nangis kaya gitu? Mimpi buruk?" Tanya Arletta.
"Crystal pengen tidur sama mami dan papa mulai sekarang!"
"Kenapa?" Tanya Arletta.
"Kalau dedek udah lahir, apakah dia akan tidur sama mami dan papa?" Tanya Crystal polos. Dia memang senang akan memiliki adik, tapi dia juga merasakan ada sedikit rasa khawatir dan cemburu.
Arletta tersenyum, dia meraih putrinya ke dalam pelukannya.
"Kamu cemburu?"
"Gak, tapi Crystal takut. Papa, papa bakal selalu sayang sama Crystal kan? Crystal gak mau kehilangan papa lagi hiks..hiks.."
Delon meneteskan air mata mendengar kata-kata putrinya, dia merebahkan tubuhnya dan memeluk Crystal serta Arletta.
__ADS_1
"Kamu akan selalu jadi putri papa sayang, kamu gak akan kehilangan papa lagi. Papa janji, Crystal gak usah khawatir ya, kamu anak kesayangan papa. Sekarang tidur ya sayang, kamu boleh tidur disini sama mami dan papa."
Crystal mengangguk dan berbalik menghadap Delon, dia memeluk Delon sangat erat hingga tertidur pulas di pelukan papanya itu.