Karena Aku Mencintaimu

Karena Aku Mencintaimu
Chapter 27


__ADS_3

"Ndi lu lagi dimana?" Tanya Arletta ketika teleponnya tersambung.


"Di rumah sakit lah Let, masih jam kerja ini." Seru Andi dari balik telepon. "Gimana liburannya seru?"


"Maksud gue tuh lu di rumah sakit lagi dimananya?" Tanya Arletta lagi tanpa menghiraukan pertanyaan Andi.


"Di ruangan gue. Ada apa sih Let?" Tanya Andi bingung.


"Gak lagi sama Novi kan?" Tanya Arletta lagi. Sebenarnya pertanyaan itu tidak perlu, karena dia baru saja menelepon Novi dan kalau Novi lagi sama Andi, Novi gak akan cerita kaya tadi ke Arletta.


Tapi Arletta jaga-jaga saja, takutnya ketika mengakhiri telepon dengannya Andi datang menemui Novi.


"Gaklah, sejak kapan Novi suka ke ruangan gue?"


"Sejak kapan juga lu sama Novi sering makan bareng?" Sindir Arletta.


Andi tertawa mendengar sindiran sahabatnya itu.


"Lu cemburu Let?" Candanya.


"Gaklah gila aja!"


"Hahahaha, iya-iya canda kali.Gue ngajak dia makan soalnya bete gak ada temen, lu sekeluarga kan lagi di London. Ya sekalian gue juga mau minta pendapat soal hadiah buat ulang tahun Luna sih." Jelas Delon tanpa dipinta, dia tidak menyangka kalau Novi akan cerita ke Arletta. "Novi cerita ke lu ya?"


"Iya semalam dia nelepon gue katanya mau minta pendapat, tapi gak jadi soalnya guenya udah ngantuk." Arletta berbohong, kan gak mungkin dia ngomong jujur kalo teleponnya dengan Novi terputus karena kagok dia sedang memadu kasih dengan Delon. "Jadi barusan gue telepon dia balik. Terus kalo yang pertama gagara bete dan mau minta saran soal hadiah, yang kedua kenapa?" Tanya Arletta sinis.


"Ya permintaan maaf sih, gue gak enak udah bikin dia kecewa di hari sebelumnya. Terus dia nawarin buat nemenin nyari hadiah ulang tahun Luna dan dia bilang mau ikut ke pesta ulang tahun Luna nanti."


"Ndi, lu sebenernya mau gak sih sama Novi?" Tanya Arletta yang bingung dengan kelakuan temannya itu.

__ADS_1


Andi terdiam, dia sendiri juga sebenarnya bingung.


"Let jujur ya, gue nyaman deket sama Novi walau sebelumnya gue sempet kesel ketika tahu dia bahwa dia sebenernya sepupu Bella dan apa sebenarnya tujuan awalnya dia kerja sama kita." Jawab Andi akhirnya. "Tapi kayanya kalo buat suka gue belum, atau mungkin gak akan deh."


"Terus kenapa lu ngasih Novi harapan Ndi? Kan lu tahu dia suka sama lu! dia juga sadar kalau lu tau perasaan dia. Jadi dengan perlakuan lu kaya gitu ke dia, dia jadi salah paham dan nyangkain lu juga suka sama dia."


"Gue juga gak tau Let, jujur aja sekarang sih gue cuma enjoy aja deket sama dia. Gak ada maksud gue bikin dia berharap lebih sama gue, apalagi sampai salah paham kalau gue juga suka sama dia."


"Ndi jangan bikin dia berharap terus." Kata Arletta memperingati. "Kalau nanti suatu saat dia tahu kalau lu sebenernya gak ada perasaan lebih ke dia, dia bisa sakit hati."


"Iya Let gue tau, gue juga gak ada maksud buat kaya gitu."


"Ya tapi perlakuan lu ke dia bikin dia jadi salah paham Ndi."


"Terus gue mesti gimana Let?" Tanya Andi akhirnya, dia juga bingung sendiri jadinya. "Gue juga bingung Let, gue gak maksud buat bikin dia nyangka kalau gue juga suka sama sama dia dan ngebikin dia berharap lebih ke gue."


Kalau sekarang Andi tiba-tiba berubah menjauh atau ngasih tahu Novi bahwa sebenarnya Andi hanya ingin dekat dan sekedar menjadi sahabat, Novi pasti tetep akan sakit hati.


"Serba salah Ndi, sekarang dia udah terlanjur ngarep ke lu. Segala hal yang lu lakuin dan jelasin agar dia ngerti, bakal tetep bikin dia sakit hati nantinya." Jawab Arletta akhirnya. "Dia udah bener-bener nyangka lu juga suka sama dia, dan sekarang dia jadi berharap lebih ke lu sampai-sampai dia berani nelepon gue malam-malam buat minta pendapat gue soal lu."


Andi mengiyakan apa yang dikatakan Arletta.


"Let, biar gue coba jalanin aja dulu deh sama Novi. Lagian dia sebenernya cewek yang baik." Putus Andi pada akhirnya.


Arletta sudah menduga bahwa lagi-lagi sahabatnya itu akan memilih pilihan yang aneh.


"Ndi lu jangan main-main! Kalo lu gak suka sama Novi dan lu jalanin sama dia, suatu saat kalau lu tetep gak ada rasa sama dia dan lu mau udahin hubungan kalian itu bakal susah." Kata Arletta tidak setuju. "Yang ada nanti lu malah bikin dia tambah sakit hati atau bikin diri lu sendiri yang menderita."


"Gak akan Let, lagian wanita yang sesungguhnya gue cintai udah menemukan kebahagiaannya sendiri." Jawab Delon. "Jadi ya buat apa juga gue ngudahin hubungan gue sama Novi?"

__ADS_1


"Ya kali aja nanti lu nemuin cewek lain yang bisa bikin lu jatuh hati selain gue."


"Jangan kesinggung ya, gue gak maksud nyinggung lu." Lanjutnya segera yang terpikir kemungkinan Arletta akan tersinggung.


"Gaklah! Gue ngerti, lagian apa yang lu omongin itu emang bener." Jawab Arletta sungguh-sungguh. "Ndi gue cuma gak mau lu terperangkap lagi di kehidupan yang penuh dengan sandiwara, kaya pas lu sama Bella."


"Gak akan Let, tenang aja." Jawab Andi meyakinkan sahabatnya itu. "Lagian walau emang gue sekarang gak punya perasaan yang sama kaya Novi ke gue, tapi sejauh ini gue enjoy deket sama dia dan kali aja suatu saat nanti gue bisa jatuh hati ke Novi."


Arletta tersenyum.


Walau ada perasaan takut, dia sebenarnya senang Andi mau mencoba hubungan yang baru dengan Novi.


Ya sejujurnya Arletta dari dulu memang ingin Andi mencoba hubungan dengan Novi.


Bukan sepenuhnya agar rahasia atas apa yang telah mereka lakukan kepada Bella tetap aman dan tidak jadi masalah, tapi karena dia melihat Novi adalah gadis yang baik dan sungguh-sungguh mencintaiAndi, Arletta juga ingin melihat Andi menemukan kebahagiaannya.


"Ya udah kalau itu keputusan lu, gue dukung. Sejujurnya gue seneng dengan keputusan lu ini. Terlepas dari masalah Bella, Novi itu gadis yang baik, dia sungguh-sungguh mencintai lu dan selalu berusaha buat mengerti diri lu." Kata Arletta tulus. "Gue harap lu segera nemuin kebahagiaan lu Ndi."


Andi tertawa.


"Iya sih makanya gue enjoy deket sama dia. Tapi awas ya Let, jangan mentang-mentang gue deket sama Novi jadi gue gak boleh ikut main-main lagi sama keluarga lu!" Canda Andi.


"Gak akan lah, malah gue mau nyaranin lain kali kalo kita jalan ajak aja si Novi Ndi. Kalo emang lu udah yakin dan keputusan lu mau coba jalanin hubungan sama dia serius."


"Iya gue serius. Tapi untuk minta dia jadi cewek gue nanti dulu ya, gue masih pengen kenal dia lebih deket."


"Iyalah, gue juga gak setuju kalo lu langsung minta dia jadi cewek lu! Suka beneran aja kaga lu" Canda Arletta.


"Hahahaha, ya udah ah sana nikmatin sisa liburan lu. Gue mau siap-siap visite dulu." Jawab Andi menyudahi telepon mereka.

__ADS_1


__ADS_2