
Crystal berjalan menyusuri lorong rumah sakit dengan tergesa-gesa, hari ini teamnya akan menagadakan bedah kasus dan dia hampir saja terlambat.
"Terlambat lagi dok?" Seru Dokter Hari yang melihat rekannya sesama residen tahun ke tiga masuk ruang meeting dengan terengah-engah.
"Profesor belum datang?" Tanya Crystal tanpa menghiraukan ucapan Hari barusan, cewek itu mengambil botol minuman Hari dan meminumnya.
"Belum, aduh ini mentang-mentang kepala residen seenaknya aja minum minuman orang" Kata Hari sambil memukul lengan Crystal pelan.
"Kita mulai bedah kasus hari ini." Ucap profesor mereka yang baru datang.
Selama bedah kasus Hari yang merupakan sahabat sekaligus pengagum rahasia Crystal selalu mengambil kesempatan untuk curi-curi pandang ke arah dokter cantik yang merupakan calon pewaris rumah sakit tempatnya praktek magang sekarang.
"Ta, lu mau kemana sekarang?" Tanya Hari setelah mereka selesai meeting.
"Mau ngecheck pasien gue yang baru op apendisitis kemarin, Reyna lu ikut gue ya!" Pinta Crystal kepada satu-satunya residen perempuan selain dirinya di bedah umum.
__ADS_1
"Siap dok!" Jawabnya cepat dan gugup, maklum dia residen tahun pertama yang baru gabung.
"Ya udah Tio, Lukman, Bayu, kalian ikut gue ya visite pasien abses hati!" Ajak Hari kepada rekan-rekannya yang masih merupakan residen tahun kedua.
"Siap." Jawab mereka kompak.
~
Hari menghampiri Crystal yang terlihat sedang merenung di taman, dia membawakan kopi panas untuk sahabatnya itu.
"Capek gue Har. Lu tau sendiri gue gak pengen jadi dokter, tapi mama dan uncle gue maksa gue supaya jadi dokter." Curhat Crystal yang memang sering merasa jenuh karena hampir setiap hari harus melakukan rutinitas yang gak dia suka.
"Ya mau gimana lagi Ta, memang udah harusnya kaya gitu. Mama lu sebentar lagi udah saatnya pensiun, uncle lu juga, kalau nunggu adik-adik lu kelamaan. Lagian jalanin aja sih, kan nanti kalau udah lulus jadi spesialis bedah umum mah lu gak usah praktek kaya kita, tinggal duduk aja di kantor lu!"
"Setahun lagi, belum ditambah jadi asdok.. Ah masih lama Har!" Serunya lemas sambil menyesap kopinya dan melihat jam tangannya. "BTW thank's kopinya, gue cabut dulu ya mau jemput Thalia, nitip pasien ya." Kata Crytal sambil berlalu.
__ADS_1
"Balik lagi gak?" Teriak Hari gemas, selalu aja dia ditinggalin kaya gitu.
"Iya balik, gak balik lagi mah bisa kena omel prof gue." Balas Crystal sambil berteriak juga.
"Huftt dasar, kalau gak adiknya pasti pasien dan gue berakhir dengan ditinggalin." Gumam Hari.
"Sabar Har." Kata Andi sambil menepuk bahu salah satu anak temannya itu.
"Eh Prof Andi, siang prof." Ucap Hari kaget dan langsung berdiri memberi salam.
"Santai aja, kita gak lagi kerja Har. Sini duduk temenin om ngobrol."
"Iya om."
"Har, om perhatiin selama kamu dan Crystal disini, kalian deket banget ya"
__ADS_1
"Iya om, aku sama Crystal semenjak kuliah jadi sahabatan, soalnya dulu pas kuliah Crystal banyak yang deketin tapi ya gak tulus, jadi dia cuma mau deket sama aku doang. Katanya sih kalau aku kan udah kenal dia dari lama dan Tante Arletta juga temen papa jadi gak mungkin aku modusin dia." Jawab Hari canggung, dia udah bisa nebak arah pembicaraan teman papanya ini kemana. "Kenapa ya om?"